Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tarik Investasi Global, HKI Minta Pemerintah Percepat Penetapan PSN Dan KEK
Jumat, 9 Oktober 2026 16:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mendorong Pemerintah mempercepat proses pengajuan, evaluasi, dan penetapan Proyek Strategis Nasional (PSN) serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal ini untuk meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi global dan mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana mengatakan, percepatan penetapan PSN dan KEK diperlukan untuk menciptakan iklim investasi yang kompetitif, mempercepat industrialisasi, serta memberikan kepastian berusaha bagi investor domestik maupun asing.
“HKI berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan Pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8 persen. Kawasan industri memiliki peran strategis sebagai motor penggerak investasi, hilirisasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Ma'ruf dalam keterangan di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Menurut dia, Pemerintah perlu melakukan terobosan kebijakan, terutama dalam mempercepat perizinan dan realisasi investasi, agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain dalam memperebutkan modal global.
Ma'ruf menilai, PSN dan KEK merupakan instrumen penting untuk menarik investasi berskala besar, meningkatkan nilai tambah industri, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Karena itu, Ma'ruf mengusulkan mekanisme percepatan atau fast-track approval bagi pengajuan PSN dan KEK yang telah memenuhi persyaratan, memiliki kesiapan lahan dan infrastruktur, serta menunjukkan komitmen investasi dan potensi dampak ekonomi yang signifikan.
Mekanisme tersebut, kata Ma'ruf, perlu didukung batas waktu pelayanan yang terukur, koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang lebih efektif, serta kepastian proses pengambilan keputusan tanpa mengabaikan ketentuan lingkungan, tata ruang, dan hukum.
Baca juga : Bamsoet: Kepastian Hukum Harus Jadi Fondasi Utama Pelaksanaan PSN
Ia juga mendorong, agar perluasan kawasan industri dan KEK yang telah beroperasi, memiliki rekam jejak investasi yang baik, serta telah menarik minat investor mendapatkan proses evaluasi dan persetujuan yang lebih efisien.
“Dalam dunia investasi, kecepatan adalah faktor penentu. Kita tidak boleh kehilangan peluang investasi hanya karena proses administrasi yang panjang dan berlarut-larut,” katanya.
Ma'ruf menambahkan, keterlambatan realisasi investasi dapat berdampak pada tertundanya penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, penerimaan negara, dan pertumbuhan ekonomi.
Belajar Dari Vietnam Dan China
Dalam menghadapi persaingan investasi global, HKI menilai Indonesia perlu mempelajari strategi Vietnam dan China dalam mengembangkan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Menurut Ma'ruf, Vietnam menawarkan berbagai kemudahan investasi, termasuk pelayanan administrasi terintegrasi, insentif perpajakan bagi sektor dan wilayah tertentu, fasilitasi akses lahan industri, serta pembangunan infrastruktur logistik untuk mendukung kegiatan ekspor.
Sementara itu, China mengembangkan kawasan ekonomi khusus, kawasan pengembangan ekonomi dan teknologi, serta zona perdagangan bebas melalui integrasi kebijakan investasi, pembangunan infrastruktur berskala besar, dan penguatan ekosistem rantai pasok industri.
Baca juga : Integrasi KEK Indonesia, Malaysia-Thailand Dikebut
Keunggulan kedua negara tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa investor tidak hanya mempertimbangkan insentif fiskal, tetapi juga kecepatan pelayanan, kepastian regulasi, dan kesiapan ekosistem industri.
“Vietnam dan Tiongkok memberikan pelajaran penting bahwa investor membutuhkan lebih dari sekadar insentif. Mereka membutuhkan kecepatan, kepastian, dan ekosistem industri yang siap mendukung kegiatan usahanya,” ujar Ma'ruf.
Ia mengatakan, Indonesia memiliki sejumlah modal untuk menarik investasi, seperti pasar domestik yang luas, sumber daya alam melimpah, tenaga kerja produktif, dan posisi geografis strategis. Namun, potensi tersebut perlu didukung kebijakan investasi yang responsif, efisien, dan konsisten.
Lima Usulan Percepatan Investasi
Untuk meningkatkan daya saing kawasan industri nasional, HKI mengusulkan lima langkah strategis kepada pemerintah. Pertama, menyederhanakan dan mempercepat evaluasi serta penetapan PSN dan KEK, baik untuk pengajuan baru maupun perluasan kawasan yang telah beroperasi.
Kedua, menerapkan mekanisme fast-track bagi proyek strategis yang telah memiliki kesiapan lahan, infrastruktur, dokumen persyaratan, dan komitmen investasi yang jelas. Ketiga, memperkuat koordinasi antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar proses perizinan berjalan terintegrasi tanpa tumpang tindih kewenangan.
Keempat, meningkatkan daya saing fasilitas fiskal dan nonfiskal, termasuk kepastian insentif investasi, kemudahan kepabeanan, ketersediaan energi dengan harga kompetitif, serta dukungan infrastruktur logistik dan konektivitas. Kelima, memberikan perhatian terhadap pengembangan dan perluasan kawasan industri yang telah memiliki infrastruktur dan ekosistem industri siap pakai sehingga investasi baru dapat direalisasikan lebih cepat.
Baca juga : Kinerja KEK Positif, Investasi Digaspol
HKI meyakini langkah-langkah tersebut dapat mempercepat masuknya investasi, memperkuat industri manufaktur, meningkatkan ekspor, mendorong hilirisasi, dan memperluas penciptaan lapangan kerja.
Ma'ruf menegaskan HKI dan seluruh anggotanya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan kawasan industri yang modern, terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional.
Ma'ruf juga mendukung penguatan hilirisasi, peningkatan nilai tambah sumber daya alam, pengembangan industri berteknologi tinggi, serta pemerataan investasi ke berbagai wilayah Indonesia.
“Pemerintah dan dunia usaha harus bergerak bersama dengan kecepatan yang sama. HKI siap mendukung penuh agenda pemerintah, tetapi kita juga harus memastikan bahwa kebijakan investasi benar-benar memberikan kemudahan dan kepastian bagi investor,” katanya.
Ma'ruf optimistis sinergi pemerintah dan dunia usaha, disertai reformasi perizinan yang konsisten dan dukungan infrastruktur yang kompetitif, dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi industri di kawasan Asia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya