Dark/Light Mode

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Tahun Depan

Kinerja KEK Positif, Investasi Digaspol

Minggu, 6 September 2026 06:45 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber Ekon.go.id
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber Ekon.go.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menggandeng swasta dan Danantara untuk menggenjot investasi demi mengejar target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.

Pemerintah memperkuat investasi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dengan memanfaatkan perubahan rantai pasok global, memperluas pasar ekspor dan meningkatkan daya tarik Indonesia bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia terus membuka peluang pasar baru, sekaligus memperkuat daya tarik investasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

“Konflik geopolitik masih menjadi perhatian karena berdampak terhadap harga energi, rantai pasok global, hingga arus investasi. Namun, kawasan Indo-Pasifik tetap memiliki prospek sebagai tujuan investasi karena stabilitas kawasan dan pertumbuhan ekonomi ASEAN yang masih berada di atas 4 persen,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Baca juga : Gerindra Jawa Timur Tidak Mau Terlena

Menurutnya, sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif dengan tingkat keterisian yang tinggi. Kondisi tersebut membuka peluang ekspansi investasi, sekaligus mendukung penataan kembali rantai pasok global.

Salah satu investasi yang tengah masuk berasal dari sektor pusat data. Mantan Menteri Perindustrian itu menyebut, terdapat rencana penambahan kapasitas pusat data hingga 1,3 gigawatt (GW), dengan nilai investasi sekitar 15 miliar dolar AS hingga 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 266,25 triliun–Rp 355 triliun (kurs Rp 17.750 per dolar AS).

Saat ini, kapasitas pusat data yang telah terbangun di Indonesia mencapai sekitar 580 megawatt (MW). Salah satu investor yang disebut akan masuk adalah Nvidia melalui kemitraan dengan perusahaan Australia.

“Penguatan investasi tersebut menjadi bagian penting dari strategi Pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027,” ujar Airlangga.

Baca juga : DHE SDA Bisa Parkir Di Bank Swasta, Likuiditas Himbara Tetap Aman

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, akselerasi pertumbuhan investasi ditargetkan mencapai 7 persen dengan melibatkan Pemerintah, swasta dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6 persen di tahun 2027, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen,” ujar Purbaya di Gedung DPR Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menjelaskan, investasi Pemerintah akan diarahkan sebagai katalis untuk membuka ruang pertumbuhan, sedangkan sektor swasta menjadi motor utama investasi.

“Danantara akan mengambil peran melalui investasi pada sektor strategis dan hilirisasi,” ujar Purbaya.

Baca juga : Pram Gelar Apel Siaga & Siapkan 29 Tangki Air

Strategi tersebut ditopang kondisi ekonomi dan fiskal yang tetap terjaga sepanjang 2026. Pada semester I-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen dengan inflasi yang terkendali.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.