Dark/Light Mode

Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026 

Senin, 12 Oktober 2026 10:21 WIB
Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim Maslani, menerima penghargaan ASEAN Energy Awards (AEA) 2026 kategori On Grid, di Manila, Filipina, Rabu (7/10/2026). (Foto: Dok. Pupuk Kaltim)
Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim Maslani, menerima penghargaan ASEAN Energy Awards (AEA) 2026 kategori On Grid, di Manila, Filipina, Rabu (7/10/2026). (Foto: Dok. Pupuk Kaltim)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/-PKT) meraih penghargaan ASEAN Energy Awards (AEA) 2026 kategori On Grid atas inovasidan implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap pada fasilitas bangunan pendukung perusahaan.

Penghargaan tersebut diterima Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Maslani, di Manila, Filipina, Rabu (7/10/2026).   Sebagai informasi, ASEAN Energy Awards merupakan ajang penghargaan tingkat Asia Tenggara yang memberikan pengakuan terhadap proyek dan inisiatifunggulan di bidang energi.

Tahun ini, penyelenggaraan AEA menjadi bagian dari rangkaian ASEAN Energy Business Forum 2026 (AEBF-26).

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim Maslani mengatakan, inovasi PLTS Atap digagas sebagai bagian dari komitmen Perusahaan dalam mendorong transisi energidan dekarbonisasi industri.

Proyek ini merepresentasikan upaya Pupuk Kaltim mengintegrasikan energi baru terbarukan (EBT) ke dalam operasional industri secara bertahap, terukur dan berkelanjutan.  

Menurut Maslani, transisi energi bukan sekadar upaya menekan emisi, tetapi juga strategi untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat dayasaing, dan mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.  

“Melalui pemanfaatan PLTS Atap, kami berupaya membuktikanbahwa pengembangan energi bersih dapat berjalan beriringandengan keandalan operasional industri,” ujar Maslani, dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, pengembangan energi terbarukan merupakan bagian dari komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung target Second Nationally Determined Contribution (SNDC) sektor industri menuju Net Zero Emission (NZE) 2050.

Baca juga : Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim Diproyeksi Hemat Rp 228 Miliar

Komitmen tersebut diwujudkan melalui strategi keberlanjutan yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni efisiensi energi, pengurangan dan penangkapan emisi (emission reduction/capture), serta pemanfaatan EBT.  

Dalam implementasinya, Pupuk Kaltim mengintegrasikan PLTS Atap secara bertahap di area nonpabrik dan pabrik yang terhubungdengan jaringan listrik lokal berbasis Gas Turbine Generator (GTG).

Maslani menegaskan, pengembangan ini menjadi bagian dari peta jalan keberlanjutan Perusahaan untuk mengintegrasikan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dalam jangka panjang.  

Hingga saat ini, total kapasitas terpasang PLTS Atap Pupuk Kaltim mencapai 3,8 megawatt peak (MWp), terdiri atas Fase 1 sebesar 1,2 MWp dan Fase 2 sebesar 2,6 MWp.

Sistem tersebut memiliki availability factor sebesar 98–98,6 persen, dengan total produksi energi mencapai 4.723.458 kilowatt-hour (kWh) per tahun.  

“Capaian ini menunjukkan, energi surya dapat menjadi bagiandari sistem energi pendukung industri dengan tingkat ketersediaanyang tinggi,” kata Maslani.  

Pihaknya juga memperluas pemanfaatan energi surya melaluipengembangan ekosistem EBT yang terintegrasi.

Salah satu upayanya adalah memanfaatkan energi tersebut untuk mendukung operasional kendaraan listrik (electric vehicle), selain memenuhi kebutuhan internal fasilitas Perusahaan.   Integrasi ini diharapkan dapat memperluas manfaat energi terbarukan sekaligus mendukung elektrifikasi transportasi operasional.

Baca juga : Pupuk Kaltim Raih Predikat Gold CSR & PDB Awards 2026 Dorong Kemandirian Desa

Dengan demikian, pemanfaatan energi bersih dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik dari sisi lingkungan maupun efisiensi biaya.

  “Bagi kami, pengembangan PLTS Atap tidak berhenti pada pemasangan panel surya. Kami membangun ekosistem energi yang saling terhubung, mulai dari pembangkit, pemanfaatan energi untuk operasional, hingga dukungan terhadap kendaraan listrik," kata Maslani.

Dari aspek lingkungan, implementasi PLTS Atap selama periode 2022–2025 berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 10.702,38 ton CO₂ ekuivalen.

Menurutnya, upaya pengurangan emisi juga diperkuat melalui pengalihan penggunaan bus konvensional menjadi bus listrik yang memanfaatkan energi dari PLTS.

“Inisiatif ini berhasil menghemat bahan bakar minyak (BBM) sebesar 3.945,46 liter dan menekan emisi hingga 0,45 ton CO₂,” ungkapnya.  

Selain itu, manfaat proyek ini juga mencakup aspek sosial dan pengembangan kapasitas masyarakat. Sebab, perseroan melibatkan tenaga kerja lokal dalam proses konstruksi, menyelenggarakan sharing knowledge terkait teknologi surya, memberikan pelatihan Operation and Maintenance (O&M) bagi mahasiswa, hingga menerapkan PLTS di kawasan pesisir Bontang untuk mendukung kebutuhan permukiman nelayan.  

Dengan demikian, energi tidak hanya memberikan manfaat bagioperasional industri. “Tetapi juga membuka peluang peningkatankompetensi, pemberdayaan masyarakat dan pengembanganekonomi lokal,” kata dia.  

Dari sisi teknis dan ekonomi, Pupuk Kaltim juga mengembangkan kolaborasi dengan anak perusahaan Pupuk Indonesia Grup yang memiliki Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL), melalui skema Power Purchase Agreement (PPA).  

Baca juga : Pupuk Kaltim Hibahkan Satu Unit Mini ICU ke Kodam VI/Mulawarman 

Inisiatif ini menghasilkan penghematan energi sekitar 20 persen, setara dengan 5.815.575 kWh, serta estimasi penghematan biaya operasional tahunan sekitar 29.800 dolar AS.

Efisiensi tersebut didukung pemanfaatan energi surya untuk kebutuhan operasional dan stasiun pengisian daya kendaraan listrik.  

Maslani menegaskan, pencapaian pada ASEAN Energy Awards 2026 menjadi dorongan bagi Pupuk Kaltim untuk terus memperkuat inovasi dan kolaborasi dalam penerapan energi bersih.

Ke depan, perusahaan akan terus mendorong pemanfaatan EBT yang terintegrasi dengan kebutuhan industri, dengan mempertimbangkan aspek keandalan, efisiensi ekonomi, pengurangan emisi dan manfaat sosial.  

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa transformasi menuju industri yang lebih hijau membutuhkan konsistensi, inovasi, dan kolaborasi,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.