Dark/Light Mode

SM+ Akuisisi Lima Data Center PDG, Perluas Jaringan hingga 25 Kota

Senin, 12 Oktober 2026 14:28 WIB
Foto: SM+
Foto: SM+

RM.id  Rakyat Merdeka - PT SMPlus Digital Investama (SM+) mengakuisisi lima fasilitas pusat data (data center) milik Princeton Digital Group (PDG) di Indonesia untuk memperluas jaringan operasionalnya menjadi 31 fasilitas yang tersebar di 25 kota di Tanah Air.

President Director & Group CEO SM+ Holdings Herson Suindah mengatakan akuisisi tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan platform infrastruktur digital perusahaan di Indonesia.

“Dengan bertambahnya lima fasilitas di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Pekanbaru, kami memperluas jangkauan nasional serta memperkuat kemampuan kami dalam melayani pelanggan seiring komitmen kami untuk terus mendukung ekonomi digital Indonesia,” ujar Herson dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (

Baca juga : Investasi Data Center di Jabar Distop, Didik Rachbini: Jangan Seperti Pelanduk

SM+ mengumumkan telah menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi bisnis pusat data enterprise milik PDG di Indonesia. Transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat infrastruktur digital nasional di tengah meningkatnya konsumsi data, adopsi komputasi awan (cloud computing), dan transformasi digital di kalangan perusahaan.

Melalui integrasi lima fasilitas tersebut ke dalam platform yang telah dimiliki, SM+ berharap dapat memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kualitas operasional, serta memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

Sementara itu, Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder Princeton Digital Group Varoon Raghavan mengatakan Indonesia telah menjadi pasar penting bagi PDG sejak perusahaan tersebut memasuki pasar Tanah Air pada 2019.

Baca juga : Prof Didik Soroti Penghentian Proyek Data Center, Singgung Semikonduktor

PDG sebelumnya mengakuisisi fasilitas pusat data kelas enterprise sebagai bagian dari strategi awal memasuki pasar Indonesia sebelum memperluas bisnisnya.

Sejak saat itu, PDG telah mengembangkan portofolio pusat data berskala hyperscale di Indonesia dengan kapasitas sekitar 400 megawatt (MW).

Ke depan, PDG akan berfokus pada pengembangan portofolio hyperscale, termasuk kampus pusat data JC2, JC3, dan JC4, serta melanjutkan ekspansi untuk memperkuat posisinya di Indonesia.

Baca juga : Indonesia Tawarkan Investasi Data Center

Transaksi akuisisi tersebut masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan penyelesaian yang berlaku umum. Dalam transaksi ini, UBS AG Singapore Branch bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif bagi SM+.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.