Dark/Light Mode

Wamenkeu: Pemerintah Perlu Perkuat Penerimaan Negara

Kredibilitas Fiskal Jaga Kepercayaan Investor

Rabu, 14 Oktober 2026 06:30 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung dalam acara Australia-Indonesia High Level Policy Dialogue 2026, Senin (12/10). Foto: Dok. Kemenkeu
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung dalam acara Australia-Indonesia High Level Policy Dialogue 2026, Senin (12/10). Foto: Dok. Kemenkeu

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menekankan pentingnya menjaga kredibilitas fiskal untuk mempertahankan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) perlu diimbangi dengan belanja produktif, perlindungan sosial dan investasi untuk memperkuat kapasitas produksi nasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung dalam Australia-Indonesia High Level Policy Dialogue 2026 di Jakarta, Senin (12/10/2026).

“Kredibilitas fiskal dapat mengurangi ketidakpastian dan mendukung investasi produktif yang dibutuhkan untuk mendorong transformasi struktural ekonomi,” kata Juda dalam keterangan resmi Kemenkeu, Senin (12/10/2026).

Dia menambahkan, pengelolaan fiskal yang kredibel perlu diimbangi dengan fleksibilitas agar APBN tetap mampu merespons perubahan kondisi ekonomi.

Baca juga : Kenali Jenisnya, Kelompok Risiko Tinggi Harus Dirawat

“Fleksibilitas tersebut harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan fiskal,” ucap Juda.

Menurutnya, APBN perlu menjalankan peran secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, melindungi masyarakat dan mendukung transformasi ekonomi.

Peran tersebut diwujudkan melalui belanja produktif untuk mendorong aktivitas ekonomi dan investasi, serta program perlindungan sosial guna menjaga kesejahteraan dan daya beli masyarakat.

“Untuk menjaga keberlanjutan fungsi tersebut, Pemerintah perlu memperkuat penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja dan menjaga pembiayaan secara hati-hati,” ujarnya.

Dengan pengelolaan yang tepat, APBN diharapkan tetap mampu merespons dinamika ekonomi, sekaligus menopang pertumbuhan jangka panjang.

Baca juga : Manchester City Vs PSG, Duel Raja Eropa

Dalam forum bertema Structural Transformation through Productivity and Industrial Upgrading tersebut, Juda juga menyoroti pentingnya investasi produktif, hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan kapasitas produksi, serta nilai tambah ekonomi nasional.

Dia menjelaskan, pengembangan industri perlu bertumpu pada kekuatan yang telah dimiliki Indonesia. Terutama Sumber Daya Alam (SDA), sekaligus mendorong peralihan secara bertahap menuju kegiatan produksi yang lebih maju dan bernilai tambah tinggi.

Menurut Juda, kompleksitas ekonomi Indonesia yang relatif rendah menjadi salah satu alasan hilirisasi dan industrialisasi ditempatkan sebagai inti strategi pembangunan selama satu dekade terakhir.

“Kita perlu membangun kekuatan yang sudah kita miliki. Terutama sumber daya alam, serta secara bertahap beralih ke kegiatan produksi yang lebih canggih dan bernilai tambah lebih tinggi,” tuturnya.

Melalui dialog yang mempertemukan Pemerintah dan akademisi Indonesia-Australia tersebut, Juda berharap, pertukaran pengalaman dan hasil riset dapat menghasilkan masukan konkret bagi pengembangan kebijakan investasi, industri dan fiskal.

Baca juga : Bangkit Dari Cedera, Zverev Rebut Gelar Raja Tenis Dunia

Menurut dia, sinergi ketiga aspek tersebut diperlukan untuk memperkuat kapasitas produksi dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

“Dialog ini memungkinkan kita menguji gagasan, membandingkan pengalaman, serta mengidentifikasi pilihan-pilihan yang dapat memperkuat kapasitas yang produktif. Hasil dari dialog ini dapat menjadi bahan masukan bagi kedua Pemerintah,” pungkas Juda. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 14 Oktober 2026 dengan judul "Wamenkeu: Pemerintah Perlu Perkuat Penerimaan Negara, Kredibilitas Fiskal Jaga Kepercayaan Investor"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.