Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Analis: Agunan Saham Jhonlin Group Perkuat Perlindungan Kredit Bank Mandiri
Kamis, 15 Oktober 2026 19:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Keputusan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menerima saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) sebagai agunan kredit menuai sorotan di pasar saham.
Namun, langkah tersebut dinilai sebagai praktik lazim dalam dunia perbankan. Terlebih, kedua emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam itu masih membukukan laba dan memiliki fundamental keuangan yang solid.
Analis InFast Bestari, Gede Sandram, menilai penggunaan saham sebagai jaminan kredit bukanlah praktik baru di industri perbankan.
Menurut dia, bank memiliki sejumlah parameter untuk mengukur risiko sebelum menyalurkan pembiayaan, termasuk kualitas agunan dan kemampuan debitur memenuhi kewajibannya.
"Penggunaan saham sebagai jaminan bukanlah praktik baru di dunia perbankan. Sangat lazim terjadi. Ingat, Bank Mandiri adalah bank pemerintah yang beraset besar. Perusahaannya sudah terbuka, pastilah mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar Gede di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Menurut Gede, sebagai bank pelat merah dengan reputasi besar, Bank Mandiri tentu menerapkan prinsip kehati-hatian atau prudential banking dalam setiap keputusan pembiayaan.
Berbagai parameter menjadi acuan sebelum bank mengucurkan kredit. Parameter tersebut antara lain rasio pinjaman terhadap nilai agunan (loan to value), pemantauan harga saham, serta kewajiban penambahan agunan apabila harga saham yang dijaminkan mengalami penurunan signifikan.
"Jadi, isu itu saya lihat memang 'digoreng-goreng'. Saya yakin umurnya enggak akan panjang karena tidak berbasiskan data," tuturnya.
Baca juga : Danantara Umumkan 100 BUMN Dengan Pelayanan Pelanggan Terbaik
Fasilitas kredit dengan agunan saham tersebut menjadi sorotan seiring rencana Haji Isam menuntaskan akuisisi 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Nilai akuisisi tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 26,1 triliun.
Hingga kini, nilai kredit yang disalurkan Bank Mandiri untuk mendukung penyelesaian akuisisi saham BYAN tersebut belum terungkap.
Namun, nilai pasar saham JARR dan PGUN yang dijadikan agunan diperkirakan mencapai Rp 73 triliun, lebih besar dibandingkan nilai akuisisi 30,25 persen saham BYAN.
Sorotan sejumlah kalangan sejauh ini lebih banyak tertuju pada besarnya nilai transaksi gadai saham. Padahal, nilai saham yang dijaminkan tidak serta-merta mencerminkan besarnya kredit yang diberikan bank.
"Sehingga, besarnya nilai saham yang dijaminkan itu justru dapat menjadi salah satu lapisan perlindungan bagi kreditur," tandas Gede.
Fundamental JARR dan PGUN Masih Solid
Gede menilai, kedua emiten milik Haji Isam yang sahamnya dijadikan agunan memiliki kinerja keuangan yang cukup baik. Penilaian tersebut didasarkan pada kualitas aset, kesehatan keuangan, kemampuan menghasilkan laba, serta nilai ekonomis agunan.
"Berdasarkan laporan keuangan JARR maupun PGUN yang dijaminkan ke BMRI, keduanya masih mencatatkan laba, nilai asetnya cukup besar, triliunan rupiah, serta memiliki ekuitas yang kuat. Dan, menurut literasi yang saya baca dan saya yakini, Haji Isam adalah pengusaha yang jam terbangnya sudah tinggi. Benar-benar profesional dia," imbuhnya.
Kinerja keuangan JARR menunjukkan bahwa perseroan masih mampu menghasilkan pendapatan dan laba.
Baca juga : Bank Mandiri Rilis Layanan Bulion di Livin’
Hingga akhir Juni 2026, JARR membukukan pendapatan Rp 1,76 triliun dengan laba bersih Rp 158,93 miliar.
Perseroan juga memiliki total aset Rp 4,09 triliun dan ekuitas sebesar Rp 2,02 triliun. Meski penjualan mengalami penyesuaian dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,
JARR tetap mencatatkan laba operasional Rp 234,4 miliar dan EBITDA Rp 325,3 miliar. Angka tersebut menunjukkan bisnis inti perusahaan masih menghasilkan keuntungan yang signifikan.
JARR juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp456,9 miliar. Dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) sekitar 0,86 kali, struktur permodalan perseroan dinilai masih relatif terukur untuk perusahaan di sektor agribisnis dan hilirisasi sawit.
Sementara itu, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) membukukan pendapatan Rp 304,97 miliar dan laba bersih Rp 44,51 miliar hingga semester I 2026.
Meskipun laba terkoreksi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan tersebut masih berada dalam posisi menguntungkan.
PGUN memiliki total aset Rp 2,42 triliun, dengan liabilitas Rp 502,55 miliar dan ekuitas mencapai Rp 1,92 triliun.
Rasio utang terhadap aset yang relatif rendah menunjukkan perseroan memiliki bantalan modal yang cukup kuat.
Baca juga : HUT ke-28, Bank Mandiri Tebar Dividen Rp 6,16 Triliun
Data tersebut mengindikasikan bahwa saham PGUN yang dijadikan agunan berasal dari perusahaan yang masih membukukan keuntungan dan memiliki aset produktif bernilai besar, bukan dari perusahaan yang tengah mengalami kesulitan keuangan.
Agunan Saham Jadi Lapisan Perlindungan BMRI
Dari perspektif manajemen risiko, posisi Bank Mandiri dinilai relatif terlindungi karena agunan berasal dari saham emiten terbuka dengan nilai pasar besar.
Selain itu, JARR dan PGUN masih mencatatkan laba bersih positif serta memiliki total ekuitas gabungan mendekati Rp 4 triliun.
Kelompok usaha terkait juga memiliki eksposur terhadap kepemilikan sekitar 30,25 persen saham BYAN.
Kepemilikan tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan dividen yang dapat mendukung pemenuhan kewajiban pembiayaan.
Karena itu, transaksi ini dinilai tidak tepat jika hanya dilihat sebagai gadai saham dengan nilai jumbo.
Penilaian yang lebih relevan adalah melihat kualitas perusahaan di balik saham yang dijadikan agunan, termasuk kondisi keuangan, kemampuan menghasilkan laba, dan nilai asetnya.
"Dalam konteks itulah keputusan pembiayaan Bank Mandiri dapat dipandang sebagai keputusan bisnis yang didasarkan pada aset riil dan fundamental korporasi yang masih solid," pungkas Gede.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya