Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penutupan Bandara Tepat, Pakar Jelaskan Bahaya Abu Vulkanik Dalam Penerbangan
Senin, 7 September 2026 07:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menilai, penutupan sementara operasional penerbangan di sejumlah bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau merupakan langkah tepat untuk menjamin keselamatan penerbangan. Sebab, abu vulkanik yang terbawa ke jalur penerbangan dapat membahayakan pesawat, karena memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda dari awan biasa.
Abu vulkanik tidak terdiri dari tetesan air atau kristal es, melainkan fragmentasi batuan mikroskopis, silika SiO2, serta kristal mineral berujung tajam yang bersifat sangat abrasif.
Ketika pesawat terbang melintasi awan abu pada kecepatan jelajah tinggi, gesekan partikel-partikel keras ini secara mekanis mengikis permukaan kaca kokpit hingga menjadi buram (pitting/sandblasting), merusak sensor dinamika udara seperti pitot tube yang mengukur kecepatan udara, serta mengikis bilah turbin dan lapisan pelindung mesin jet.
"Bahaya paling krusial terletak pada dinamika termal di dalam mesin turbofan pesawat. Suhu ruang bakar mesin jet saat beroperasi dapat mencapai 1.400 derajat C hingga 2.000 derajat C, jauh melampaui titik leleh senyawa silika dalam abu vulkanik yang meleleh di kisaran 1.100 derajat C," jelas Daryono melalui X, Minggu (6/8/2026).
Baca juga : Pesawat Wajib Dicek, Menhub Dudy: Pastikan Tak Ada Abu Vulkanik di Mesin
Ketika abu vulkanik terhisap masuk ke dalam mesin, partikel silika tersebut meleleh secara mendadak, mengalir, lalu membeku kembali menjadi kerak kaca (silicate glass coating) saat melewati bagian turbin yang lebih dingin.
Penumpukan kerak kaca ini menyumbat nosel aliran udara dan mengganggu aerodinamika bilah turbin, yang berujung pada terhentinya aliran udara (engine stall) hingga hilangnya pembakaran internal secara total (flameout).
"Selain kerusakan mekanis dan termal, abu vulkanik juga memicu gangguan sistemik pada navigasi dan kelistrikan pesawat," ujar Daryono.
Menurutnya, gesekan antarpartikel abu halus yang terlempar dengan kecepatan tinggi dapat menimbulkan muatan listrik statis ekstrem, memicu fenomena St. Elmo's Fire di kaca kokpit serta gangguan interferensi frekuensi radio komunikasi.
Baca juga : Penutupan 8 Bandara Diperpanjang, Menhub: Keselamatan Prioritas Utama
Komposisi asam yang melekat pada abu vulkanik juga berpotensi menyebabkan korosi instan pada komponen elektronik sensitif dan mencemari sistem pengondisian udara kabin (bleed air).
"Ini tidak hanya mengancam kelangsungan fungsi instrumen penerbangan, tetapi juga membahayakan keselamatan sistem pernapasan kru dan penumpang," tutur Daryono.
Riwayat British Airways
Daryono kemudian menyinggung insiden penerbangan paling terkenal akibat abu vulkanik pada 24 Juni 1982, ketika pesawat British Airways Penerbangan 9 melintasi awan abu erupsi Gunung Galunggung di Jawa Barat pada ketinggian 37.000 kaki.
Ketika itu, abu vulkanik silika yang terhisap ke dalam empat mesin jet Boeing 747 tersebut meleleh dan membeku di bilah turbin, hingga memicu kegagalan pembakaran mendadak (flameout) yang mematikan seluruh mesin secara bersamaan, disertai fenomena listrik statis St. Elmo’s Fire dan kikisan abrasif pada kaca kokpit.
Baca juga : Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, UI Terapkan PJJ dan WFH 7-8 September 2026
Setelah meluncur bebas tanpa mesin sejauh puluhan kilometer keluar dari paparan awan abu, kapten pilot Eric Moody dan krunya berhasil menyalakan kembali mesin saat suhu partikel meleleh mendingin dan rontok di ketinggian lebih rendah, lalu melakukan pendaratan darurat dengan selamat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
"Karena itu, penghentian sementara operasional bandara saat ini merupakan langkah dan keputusan yang tepat demi menjamin keselamatan penerbangan," pungkas Daryono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya