Dark/Light Mode

BSI Teken Kerja Sama Lindung Nilai & Pasar Uang Perkuat Pasar Keuangan Syariah

Senin, 19 Oktober 2026 14:17 WIB
BSI menjalin dua kerja sama dalam denominasi rupiah dan valuta asing bersama sejumlah pelaku industri perbankan nasional. (Foto: Dok. BSI)
BSI menjalin dua kerja sama dalam denominasi rupiah dan valuta asing bersama sejumlah pelaku industri perbankan nasional. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI menjalin dua kerja sama strategis melalui Perjanjian Induk Lindung Nilai Syariah, dan Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA) dalam denominasi rupiah dan valuta asing bersama sejumlah pelaku industri perbankan nasional.

Kerja sama tersebut melibatkan 16 mitra perbankan. Yaitu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI, PT Bank Mega Syariah, PT Bank Maybank Indonesia, BJB Syariah, Bank Muamalat Indonesia, Bank Aladin Syariah, BCA Syariah, Bank Nano Syariah, Bank CIMB Niaga UUS, Bank Sulselbar UUS, Bank Jatim UUS, Bank OCBC UUS, Bank Jakarta UUS, dan Bank Sumut UUS.

“Partisipasi ini mencerminkan komitmen BSI dalam mendukung pengembangan pasar keuangan syariah nasional melalui transaksi antarbank syariah yang lebih aktif, efisien, dan aman, serta sesuai prinsip syariah,” kata Direktur Treasury & International Banking BSI Firman Nugraha dalam keterangan resmi, Senin (19/10/2026).

Firman menuturkan, BSI senantiasa mendukung inisiatif Bank Indonesia (BI) dalam memperluas instrumen likuiditas pasar keuangan syariah.

Baca juga : BSI Sabet Top 5 Grand Champion Danantara CX100 Award 2026

“Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung efektivitas Operasi Moneter Syariah (OMS), memperkuat transmisi kebijakan moneter syariah, serta mendorong terciptanya ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Penandatanganan Lindung Nilai merupakan upaya BSI dalam membangun kerangka hukum yang jelas bagi pelaksanaan transaksi lindung nilai (hedging) berbasis syariah, sehingga risiko fluktuasi terhadap nilai tukar dapat dimitigasi dengan lebih optimal dan prudent.

Sementara itu, kerja sama Pasar Uang dengan sejumlah bank merupakan addendum atas perjanjian sebelumnya, yang disusun untuk mengakomodasi transaksi SiPA dalam valuta asing.

Dua dari 16 bank penandatangan merupakan mitra baru dalam kerja sama SiPA.

Baca juga : Melayani Sepenuh Hati: Ketika Teknologi Menjadi Infrastruktur Kepercayaan

“Penandatanganan ini disertai komitmen transaksi untuk memperkuat Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS), yang berperan penting dalam mendukung efektivitas OMS,” katanya.

SiPA merupakan salah satu instrumen PUAS yang berfungsi sebagai sarana pengelolaan likuiditas. Instrumen ini membantu bank mengoptimalkan likuiditas antarbank, memitigasi risiko likuiditas dalam rupiah maupun valuta asing, serta memperluas kolaborasi antarlembaga keuangan syariah di Indonesia.

Di kesempatan tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan aset dan pangsa pasar yang semakin meningkat.

Potensi ini didukung oleh berbagai sektor, seperti makanan dan minuman halal, fesyen muslim, pariwisata ramah muslim, farmasi dan kosmetik halal, energi terbarukan, serta industri kreatif.

Baca juga : Kembali Digelar, BSI International Expo 2026 Bidik Pertumbuhan Hingga 30 Persen

“Untuk mengoptimalkannya, diperlukan dukungan akses pembiayaan, kepastian pasar, dan peningkatan kapasitas produksi,” ujarnya.

Industri keuangan syariah juga berperan penting dalam mendukung UMKM, investasi, dan perluasan pasar melalui pembiayaan berbasis prinsip syariah, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pada gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) kemarin, menjadi ruang kolaborasi untuk bersama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kerja sama dengan seluruh pihak,” ucapnya.

Kolaborasi ini dilakukan dalam rangkaian acara ISEF 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) yang digagas oleh BI pada tanggal 14-18 Oktober 2026.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.