Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persita Pastikan Ikut Indonesia Women’s League 2026/27
- Prioritas Pemerintah Usai Gempa NTT: Aktifkan Posko Hingga Penyelamatan Korban
- Persijap Tunjuk Juan Cortes sebagai Pelatih Kepala
- Man United Keok dari AC Milan di Laga Pramusim 2026/27
- Gempa M5,9 Guncang Teluk Tomini Sulawesi Tengah, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Laba BSI Melonjak, Sinyal Kuat Kebangkitan Ekonomi Syariah
Minggu, 16 Agustus 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,39 triliun hingga Mei 2026, atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan (year on year/yoy) jadi pertanda nyata kebangkitan ekonomi syariah.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Darmadi Durianto di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Darmadi, capaian tersebut menunjukkan bahwa perbankan syariah semakin memiliki daya saing dan kepercayaan yang kuat di tengah masyarakat, meskipun kondisi ekonomi masih dihadapkan pada berbagai tantangan global.
“Kinerja BSI ini menunjukkan tren yang sangat positif. Ini bukan hanya soal angka laba, tetapi mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan syariah,” ujarnya kepada media.
Ia menilai strategi BSI dalam memperkuat dana murah (Current Account Saving Account/CASA), memperluas pembiayaan produktif, serta mendorong transformasi digital menjadi faktor penting yang menopang pertumbuhan tersebut.
Baca juga : Jakarta Targetkan 2029 Sampah Terkelola 100 Persen
Selain itu, pengembangan ekosistem haji dan umrah serta inovasi produk seperti tabungan emas dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas basis nasabah, khususnya generasi muda.
“Pendekatan ini tepat karena ekonomi syariah harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Inovasi dan digitalisasi menjadi kunci agar perbankan syariah bisa terus tumbuh berkelanjutan,” jelasnya.
Darmadi juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pembiayaan di tengah ekspansi yang terus meningkat.
Ia mengingatkan agar pertumbuhan yang terjadi tetap diiringi dengan prinsip kehati-hatian.
“Pertumbuhan harus tetap diimbangi dengan kualitas. Dengan begitu, perbankan syariah tidak hanya tumbuh cepat, tetapi juga sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Baca juga : Arsenal Vs Manchester City, Aroma Balas Dendam
Ke depan, ia mendorong agar perbankan syariah terus memperkuat perannya dalam mendukung sektor produktif dan memperluas inklusi keuangan.
“Perbankan syariah harus menjadi motor penggerak ekonomi umat. Kalau dikelola dengan baik, potensinya sangat besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Darmadi.
Darmadi juga menyoroti aset BSI. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Mei 2026, total aset BSI mencapai Rp 443,97 triliun. Sementara itu, BSI mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp 3,39 triliun.
Darmadi menilai capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya kapasitas BSI dalam menjalankan bisnis perbankan syariah sekaligus memperkuat perannya dalam perekonomian nasional.
“Saya mengapresiasi kinerja BSI sampai Mei 2026. Aset sudah mencapai hampir Rp 444 triliun. Ini menunjukkan BSI terus berkembang dan memiliki kapasitas yang semakin besar,” ujar Darmadi.
Baca juga : Percaya Diri, Swiatek Bangkit Di Toronto
Selain dari sisi aset dan laba, aktivitas pembiayaan BSI juga menunjukkan skala yang signifikan. Hingga Mei 2026, pembiayaan bagi hasil tercatat Rp 155,57 triliun, sementara piutang mencapai Rp 174,77 triliun.
Menurut Darmadi, pertumbuhan tersebut perlu terus diarahkan untuk memperkuat pembiayaan sektor produktif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pertumbuhan aset dan laba tentu positif. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kapasitas yang semakin besar ini dapat semakin banyak disalurkan untuk kegiatan ekonomi produktif, pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah),” katanya.
Darmadi juga mendorong BSI untuk terus menjaga kualitas pembiayaan, memperkuat tata kelola, serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan ekspansi bisnis.
Menurutnya, dengan skala aset yang semakin besar, BSI memiliki peluang sekaligus tanggung jawab untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya