Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gelar Apel, Kapolres Bogor Antisipasi Potensi Gesekan Suporter Persija-Persib
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- BNPB Laporkan Karhutla Di 4 Daerah, 7,6 Hektare Lahan Terbakar
- Tutup KPPD IV, Gubernur Lemhannas: Kepala Daerah Perlu Berwawasan Global
- TNI Perkuat Penanganan Karhutla dan Bencana, Tuai Apresiasi di Medsos
Dari Tenda Biru Ke Pasar Global
UMKM Binaan BSI Bersiap Ekspor Sambal Ke Jepang
Minggu, 13 September 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Berawal dari warung tenda biru di tepi trotoar Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar), Ayam Penyet Bandung (APB) kini bersiap pasarkan produknya pasar global. Usaha yang dirintis sejak 2013 itu, dalam waktu dekat akan mengekspor sambal kemasan andalannya, Sambal Cerik, ke Jepang.
Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) APB Erna Sari mengakui, perjalanan usahanya tidak selalu mulus. APB bahkan sempat berhenti total ketika pandemi Covid-19 menghantam.
“Siapa sangka, usaha yang saya mulai sendiri pada 2013, dalam minggu ini siap mengekspor sambal khas kami ke Jepang. Hal ini berkat bantuan dari PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI,” kata Erna saat ditemui Rakyat Merdeka di salah satu outlet-nya di Jakbar, Jumat (11/9/2026).
Baca juga : Petugas DKI Cek Langsung Ekonomi Penerima Bansos
Pada awal berdiri, APB mengusung konsep penyajian makanan serta sambal khas Sunda, dengan lalapan melimpah dan bahan segar setiap hari. Konsep tersebut membuat APB sempat viral dan antreannya mengular 50 meter hingga 100 meter.
“Waktu awal jualan, kami sempat viral. Tiap hari berjualan dari pukul tiga sore, seringkali habis dalam hitungan jam,” kenangnya.
Pada 2014, Erna membuka lokasi yang lebih layak. Hingga 2019, atau dalam kurun enam tahun sejak awal usaha, APB telah memiliki sembilan cabang yang tersebar di kantin perkantoran hingga pusat perbelanjaan.
Baca juga : Manchester United VS Manchester City, Derby Kurang Ideal
Namun, pandemi pada 2019-2020 membuat sembilan cabang tersebut terpaksa tutup. Sebanyak 25 karyawan harus dipulangkan.
“Usaha yang saya bangun tujuh tahun seketika kembali ke titik nol,” ceritanya.
Di tengah kondisi tersebut, Erna memilih memperkuat kemampuan bisnis dengan belajar pemasaran digital, literasi keuangan, dan perencanaan bisnis. Ia menyadari bisnis bukan sekadar jualan dan untung, tetapi membutuhkan visi, catatan, dan arah yang kuat.
Baca juga : Ikuti Jejak Sang Ayah, Robin Raikkonen Gabung Red Bull
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar,” tegasnya.
Pada 2021, Erna kembali membangun usahanya dengan sisa tabungan yang nyaris habis. Sambil membuka kembali kedai, ia mengembangkan pemasaran online dan memasuki pasar layanan pesan antar.
Langkah tersebut kemudian memperluas bisnis APB. Saat ini, APB memiliki enam varian sambal yang tersedia di Hypermart, Transmart, Sarinah, ritel besar di seluruh Indonesia, serta berbagai pasar dalam jaringan (daring).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya