Dark/Light Mode

RI-China Perkuat Kerja Sama Di Bidang Pariwisata Hingga Investasi

Senin, 27 Oktober 2025 17:46 WIB
Forum Tourism, Trade, and Investment (TTI). (Foto: KBRI Beijing)
Forum Tourism, Trade, and Investment (TTI). (Foto: KBRI Beijing)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–China dan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing menyelenggarakan Forum Tourism, Trade, and Investment (TTI).

Acara yang bertema “The Next Chapter: Synergy for High-Quality Cooperation on Tourism, Trade, and Investment between Indonesia and China” digelar di Beijing pada 24 Oktober 2025.

Forum yang dihadiri sekitar 250 pelaku usaha dari kedua negara itu menegaskan komitmen Indonesia dan China untuk memperkuat kolaborasi di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata melalui kerja sama yang berkualitas tinggi, saling menguntungkan, dan berkelanjutan.

Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun dalam sambutannya menekankan bahwa momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik merupakan kesempatan penting untuk memperdalam kemitraan strategis kedua negara, terutama di bidang ekonomi.

“Indonesia dan China tengah memasuki era baru kemitraan berkualitas tinggi, yang bergerak melampaui sekadar volume menuju nilai, dan melampaui transaksi menuju transformasi. Tujuan bersama kita adalah membangun kerja sama yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi masa depan,” ujar Djauhari.

Baca juga : Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi Strategis Dengan Amerika Serikat

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat kolaborasi di sektor-sektor strategis seperti transformasi industri, energi hijau, digitalisasi, kesehatan, infrastruktur, serta peningkatan hubungan antar masyarakat (people-to-people connectivity).

“Kerja sama berkualitas tinggi bukan hanya soal angka, tetapi tentang menciptakan dampak nyata, memberdayakan masyarakat, memperkuat industri, dan menghubungkan generasi masa depan,” katanya menambahkan.

Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana Prasarana Permukiman Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Ronny Hutahayan, menegaskan pentingnya kerja sama investasi yang berlandaskan kepercayaan, tata kelola yang baik, dan keberlanjutan sebagai fondasi kemitraan ekonomi jangka panjang Indonesia–China.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa mempromosikan, potensi pariwisata bahari, energi, dan perdagangan di wilayahnya, termasuk proyek strategis Masela, serta mengundang mitra China untuk berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur dan pariwisata berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.

K.G.P.A.A. Mangkunegara X turut menyoroti pentingnya dimensi budaya dan kemanusiaan dalam memperkuat hubungan bilateral. Ia mengutip filosofi Jawa “Urip iku urup” (hidup adalah memberi cahaya) dan pepatah China “rén zhī chū, xìng běn shàn” (pada dasarnya manusia itu baik) sebagai simbol keselarasan dan keharmonisan kedua bangsa.

Baca juga : Gubernur Andra Soni: Banten Kawasan Investasi Menjanjikan

Dalam sesi diskusi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Beijing, Yulian Wihantoro memaparkan, upaya penguatan konektivitas keuangan Indonesia–China melalui penerapan Local Currency Transaction (LCT) dan QR Cross-Border Payment guna memperlancar transaksi dagang dan investasi dengan biaya yang lebih efisien dan transparan.

Dari pihak China, General Manager Risun Group’s Sulawesi Coking Industrial Park, Gao Xuege, menyoroti keberhasilan investasi Risun di Indonesia yang berorientasi pada ekonomi hijau dan sirkular dengan lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi di Indonesia dengan prinsip “Vision, Win-win, and Confidence.”

Direktur Corporate Banking PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Riko Tasmaya menjelaskan, peran lembaga keuangan nasional dalam mendukung investasi asing langsung (FDI) melalui layanan pembiayaan investasi, perdagangan, dan perbankan digital. BRI memperkenalkan platform korporasi QLola yang membantu pelaku usaha global mengelola rantai pasok dan transaksi lintas negara.

Sementara itu, Direktur IIPC Beijing, Rizaldi Indra Janu menegaskan, kesiapan pemerintah Indonesia memberikan dukungan penuh melalui layanan One-Stop Service dan promosi proyek Investasi Siap Tawar (IPRO) di sektor industri pengolahan, pariwisata, dan manufaktur hijau.

Wakil Ketua Komite Indonesia–China (KIKT) KADIN, Dr. Jona Widhagdo Putri menekankan, potensi kolaborasi dalam ekonomi hijau-biru, digitalisasi, UMKM, dan industri kreatif dengan prinsip kemitraan yang berpusat pada manusia (people-centered partnership).

Baca juga : Saksi Sebut Kerja Sama PT TM untuk Perkuat Stok BBM Pertamina

Sesi promosi juga menampilkan dua kawasan industri unggulan Indonesia, yakni Kawasan Industri Terpadu Batang dan Suryacipta Smartpolitan.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Djauhari menyerahkan Primaduta Award 2025 kepada Arifin Paparang, Direktur MAYORA Group, sebagai Outstanding Promoter of Indonesian Products, yang sebelumnya diumumkan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025.

Kegiatan forum diakhiri dengan Coaching Clinic dan One-on-One Business Matching yang melibatkan sekitar 20 perusahaan China, memberikan kesempatan langsung bagi pelaku usaha menjajaki kemitraan konkret di berbagai sektor strategis.

Menutup kegiatan, Dubes Djauhari menegaskan, Kerja sama Indonesia–China bukan sekadar kemitraan antar pemerintah, tetapi kemitraan antara dua bangsa, dua ekonomi, dan dua masa depan yang berbagi visi kemakmuran berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.