Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BBNI dan Saham Himbara Melonjak, IHSG Rebound 5,65 Persen
Selasa, 20 Oktober 2026 21:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) bersama sejumlah emiten bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi penopang utama kebangkitan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Setelah tertekan tajam akibat sentimen negatif terkait isu downgrade dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), IHSG berbalik menguat 5,65 persen pada penutupan perdagangan Selasa (20/10/2026).
Saham BBNI melesat 8,78 persen ke level Rp 3.220 per saham. Penguatan tersebut turut mendorong IHSG naik 282,28 poin ke posisi 5.278,89.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bergerak menguat sejak pembukaan sesi I di level 4.980,16 hingga mencapai posisi tertinggi pada penutupan perdagangan.
Baca juga : IHSG Menghijau Ke Posisi 5.027,9 Pagi Ini
Pembalikan arah ini tidak terlepas dari kinerja impresif sektor finansial, terutama saham-saham perbankan pelat merah yang menjadi bagian dari kelompok Himbara.
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji, menilai penguatan IHSG lebih dari 5 persen tersebut dipicu oleh aksi technical rebound setelah pasar saham mengalami tekanan tajam selama dua hari perdagangan akibat sentimen negatif MSCI.
Menurut Nafan, respons BEI terhadap persoalan transparansi pasar turut menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan IHSG.
Rencana mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan indeks dinilai sebagai langkah awal untuk meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat daya tarik pasar modal Indonesia bagi investor.
Baca juga : Kondisi IHSG Mirip Di Era Covid
Selain faktor kebijakan, investor mulai memanfaatkan penurunan harga saham untuk melakukan akumulasi melalui strategi buy on weakness.
Aksi beli ini terutama menyasar saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang sebelumnya mengalami tekanan jual signifikan.
Upaya regulator menjaga stabilitas pasar juga dinilai turut meredakan kepanikan dan memperbaiki sentimen investor dalam jangka pendek.
Meski demikian, Nafan mengingatkan bahwa lonjakan IHSG belum cukup untuk membuktikan kepercayaan investor telah pulih sepenuhnya.
Baca juga : Usai Bertemu MSCI, BEI Lanjutkan Reformasi Pasar Modal
Penguatan pasar perlu diikuti arus masuk dana yang berkelanjutan, berkurangnya tekanan jual investor asing, serta penerapan reformasi tata kelola dan transparansi pasar modal secara konsisten.
"Untuk saat ini penguatan IHSG lebih tepat dipandang sebagai pemulihan teknikal yang didukung respons kebijakan, sedangkan pemulihan kepercayaan investor secara fundamental masih membutuhkan waktu dan bukti nyata dari perbaikan pasar," papar Nafan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya