Dark/Light Mode

Saham BUMN Menguat, IHSG Kembali Bangkit

Kamis, 22 Oktober 2026 20:31 WIB
Ilustrasi. Foto: RM
Ilustrasi. Foto: RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Penguatan saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut menopang kebangkitan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan mencatatkan kenaikan di tengah upaya pemulihan kepercayaan investor setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Analis saham Muhammad Nafan Aji mengatakan, sejumlah saham BUMN menguat pada sesi pertama perdagangan Kamis (22/10/2026). Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 1,07 persen, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 2,43 persen.

Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga naik 2,15 persen. Sementara itu, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menguat 1,89 persen dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 4,04 persen.

Baca juga : Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen

Penguatan juga terjadi pada saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebesar 2,89 persen.

“Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini tidak terlepas dari kontribusi saham-saham BUMN yang mengalami rebound, terutama dari sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan,” kata Nafan di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Menurut Nafan, pengaruh saham BUMN terhadap pergerakan IHSG berkaitan dengan kapitalisasi pasar masing-masing emiten. Saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan TLKM memiliki peran penting karena perubahan harganya dapat memengaruhi pergerakan indeks secara signifikan.

Baca juga : Saham BUMN Dinilai Berpeluang Topang Pemulihan IHSG

“Besarnya kontribusi BUMN terhadap IHSG juga perlu dilihat dari kapitalisasi pasar masing-masing emiten,” ungkapnya.

Nafan menilai, penguatan saham-saham BUMN dapat menjadi katalis positif bagi pemulihan pasar modal nasional. Namun, tren tersebut perlu didukung akumulasi saham yang konsisten serta membaiknya kepercayaan investor domestik dan asing.

“Saya melihat penguatan saham BUMN ini dapat menjadi katalis positif bagi pemulihan pasar, terlebih apabila didukung oleh aksi akumulasi yang konsisten dan membaiknya kepercayaan investor domestik maupun asing,” ujar Nafan.

Baca juga : CIMB Group Bantah Rumor Privatisasi Saham CIMB Niaga

Meski demikian, ia mengingatkan investor agar tidak terburu-buru menyimpulkan tekanan pasar telah berakhir. Perkembangan arus dana masuk, pergerakan nilai tukar rupiah, dan pembahasan status pasar Indonesia oleh MSCI masih perlu dicermati.

Menurutnya, penguatan IHSG saat ini lebih tepat dipandang sebagai sinyal awal pemulihan sentimen pasar. Arah pergerakan indeks selanjutnya akan bergantung pada konsistensi penguatan saham, kondisi fundamental emiten, serta perkembangan sentimen yang memengaruhi keputusan investor.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.