Dark/Light Mode

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Pusat Industri Film Asia Tenggara

Kamis, 22 Oktober 2026 09:04 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan dalam rangkaian Jakarta Film Summit (JFS) x Jakarta Economic Forum (JEF) 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Foto: Zahra/RM)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan dalam rangkaian Jakarta Film Summit (JFS) x Jakarta Economic Forum (JEF) 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jakarta membidik peluang untuk menjadi pusat industri film di Asia Tenggara. Selain mengandalkan pasar yang besar dan sumber daya manusia usia produktif, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan pembiayaan, penyederhanaan perizinan, serta pengembangan ekosistem perfilman untuk meningkatkan daya saing ibu kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai Jakarta memiliki modal kuat untuk mengembangkan industri film dan ekonomi kreatif. Hal itu disampaikannya dalam rangkaian Jakarta Film Summit (JFS) x Jakarta Economic Forum (JEF) 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). 

“Jakarta memiliki modal yang sangat kuat untuk berkembang menjadi pusat industri film di kawasan Asia Tenggara,” ujar Rano Karno.

Menurut Rano, potensi Jakarta tidak hanya berasal dari besarnya pasar, tetapi juga dari jumlah penduduk dan dominasi kelompok usia produktif. Jakarta disebut memiliki sekitar 11 juta penduduk, dengan 71,26 persen di antaranya berada dalam kelompok usia produktif.

Baca juga : Universitas Ciputra & Mall Ciputra Jakarta Perkuat Strategi Bisnis Ritel

Pengembangan industri perfilman menjadi salah satu fokus pembahasan pada hari kedua JFS x JEF 2026. Forum tersebut mempertemukan regulator, perbankan, lembaga penjaminan, investor, dan pelaku industri untuk membahas skema pembiayaan yang sesuai dengan karakteristik produksi film.

Pembahasan mencakup instrumen pembiayaan, ekuitas, penjaminan, mitigasi risiko, serta keterhubungan antara produksi, pendanaan, dan akses pasar. Pemanfaatan data industri juga menjadi perhatian untuk membantu menilai potensi komersial film dan mendukung keputusan investasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa manfaat industri film tidak terbatas pada sektor hiburan. Aktivitas produksi film dapat menggerakkan berbagai sektor pendukung, mulai dari transportasi hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Iwan, aktivitas perfilman dapat memberikan dampak ekonomi terhadap sektor transportasi, perhotelan, makanan dan minuman, pariwisata, teknologi digital, hingga UMKM lokal.

Baca juga : Tekan Pengangguran, Tambah Dong Anggaran Pelatihan Kerja

Sebagai hasil kegiatan JFS x JEF 2026, para pemangku kepentingan menyepakati Joint Communiqué yang memuat rencana aksi penguatan industri perfilman di Jakarta. Kesepakatan tersebut mencakup tiga prioritas utama.

Pertama, memperluas akses pembiayaan, termasuk melalui skema yang memanfaatkan nilai ekonomi kekayaan intelektual. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas pilihan pendanaan bagi pelaku industri film.

Kedua, mendorong penyederhanaan proses perizinan produksi film. Kemudahan perizinan diharapkan meningkatkan daya saing Jakarta sebagai lokasi produksi dan membuat proses pengambilan gambar lebih efisien.

Ketiga, memperkuat ekosistem dan basis data industri perfilman. Data yang lebih terintegrasi diharapkan menjadi landasan bagi penyusunan kebijakan, pengembangan bisnis, serta perluasan investasi di sektor film.

Baca juga : SIM Keliling Jakarta Kamis 22 Oktober, Hadir di 5 Lokasi

Dalam kesempatan yang sama, diumumkan pula pemenang Lomba Karya Tulis dan Lomba Artikel JEF 2026. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menghubungkan pengembangan gagasan, industri kreatif, dan kebijakan ekonomi.

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan terus bersinergi dengan Pemprov DKI Jakarta, industri keuangan, komunitas kreatif, investor, dan mitra internasional untuk memperkuat industri kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Berbagai inisiatif, termasuk Jakarta Youth Film Festival (JYFF), diharapkan dapat membantu mengembangkan talenta muda dan memperluas ruang bagi kreator lokal untuk menghasilkan karya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.