Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Keberlanjutan Industri Nikel PT CNI DinilainPenting bagi Industri & Masyarakat
Sabtu, 24 Oktober 2026 11:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Keberlanjutan investasi nikel PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dinilai penting untuk menjaga lapangan kerja, menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperkuat perekonomian daerah.
Karena itu, sebanyak 10 organisasi masyarakat lokal dan adat di Kecamatan Wolo menyuarakan dukungan agar investasi tersebut terus memberikan manfaat bagi masyarakat, seiring dengan penegakan hukum dan kepastian berusaha.
Dukungan itu disampaikan dalam konsolidasi bersama pada Jumat (23/10/2026).
Para perwakilan organisasi menilai aktivitas industri CNI telah menjadi bagian dari perputaran ekonomi masyarakat Wolo.
Mereka berharap, pemerintah mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dalam mengambil keputusan terkait keberlanjutan investasi, tanpa mengesampingkan ketentuan hukum yang berlaku.
Ketua Forum Masyarakat Ulu Wolo-Lalonggopi (Formula), Kasnuddin Arif, yang mewakili organisasi masyarakat di Kecamatan Wolo mengatakan, masa depan investasi perlu mempertimbangkan nasib masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada perusahaan dan jaringan mitra usahanya.
“Kami menghormati proses hukum yang berjalan. Namun, pemerintah juga perlu mempertimbangkan kepentingan ekonomi masyarakat, termasuk lapangan kerja, usaha lokal, dan keluarga yang bergantung pada aktivitas perusahaan,” ujarnya.
Sepuluh organisasi masyarakat lokal dan adat yang menyuarakan dukungan terdiri atas MATA Wolo, FORMAPI, PERKASA, FORMABES, FORMULA, Tamalaki Sangia Mekongga, Tamalaki Bunduwula Tebawo, Tamalaki Kinea Mekongga, Tamalaki Sangia Nilulo, dan Tamalaki Polapi Wonua Mekongga.
Menurut Kasnuddin, dukungan tersebut didasarkan pada manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat dari aktivitas perusahaan.
Aspirasi warga yang berinteraksi langsung dengan kegiatan industri, kata dia, perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam merumuskan kebijakan terkait keberlanjutan investasi.
Ia juga berharap, pemerintah membuka ruang dialog yang melibatkan perusahaan, masyarakat, dan pihak terkait agar berbagai persoalan dapat dibahas secara proporsional.
Bagi masyarakat Wolo, keberlanjutan investasi tidak hanya menyangkut operasional perusahaan, tetapi juga berkaitan dengan kesempatan kerja, aktivitas usaha, dan masa depan ekonomi keluarga.
Para perwakilan organisasi masyarakat menilai, aktivitas PT CNI turut menggerakkan perekonomian di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Perputaran ekonomi tersebut terlihat dari berkembangnya berbagai usaha lokal, mulai dari kios, usaha kuliner, kedai kopi, penjual minuman, hingga pasar sore di Kelurahan Wolo dan Desa Muara Lapao-Pao.
Kegiatan industri juga menciptakan kebutuhan terhadap layanan pendukung, seperti transportasi, logistik, penyediaan barang, dan jasa.
Baca juga : Investasi KEK Rp 382,1 Triliun Serap 302 Ribu Tenaga Kerja
Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok industri.
Ekosistem ekonomi tersebut mencakup tenaga kerja, pemasok barang dan jasa, mitra usaha, serta pelaku UMKM yang melayani kebutuhan masyarakat maupun aktivitas perusahaan.
Kasnuddin menyebut, ribuan orang menggantungkan mata pencaharian pada perusahaan dan jaringan mitra usahanya.
Karena itu, ia berharap keberlanjutan investasi dapat menjaga kegiatan ekonomi yang telah berkembang sekaligus membuka peluang usaha baru.
“Komitmen ini kami buat karena kehadiran PT CNI dampaknya jelas dan telah dirasakan. Kami berharap manfaat ekonomi tersebut dapat terus berlanjut bagi masyarakat,” katanya.
Manfaat investasi diharapkan semakin luas melalui peningkatan kesempatan kerja bagi tenaga lokal, pengembangan keterampilan, serta kemitraan yang memberikan ruang lebih besar bagi UMKM di Kabupaten Kolaka.
Salah satu perkembangan penting investasi CNI adalah pembangunan Smelter Merah Putih di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka. Fasilitas pengolahan tersebut mencatat produksi feronikel perdana pada 27 April 2025.
Smelter tahap pertama menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dengan kapasitas tungku listrik 72 megavolt-ampere (MVA).
Produksi perdana itu menandai peralihan proyek dari tahap pembangunan menuju produksi sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral melalui pengolahan di dalam negeri.
Feronikel merupakan produk antara yang terutama digunakan dalam industri baja nirkarat (stainless steel).
Pengolahan bijih nikel menjadi produk bernilai tambah merupakan salah satu bagian penting dari strategi hilirisasi mineral Indonesia.
Bagi Kabupaten Kolaka, keberadaan smelter membuka peluang ekonomi melalui kegiatan industri, transportasi, logistik, serta penyediaan barang dan jasa pendukung.
Namun, besarnya manfaat bagi masyarakat juga bergantung pada kemampuan industri dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat keterlibatan pemasok lokal, menerapkan standar keselamatan kerja, dan menjalankan pengelolaan lingkungan secara bertanggung jawab.
Dengan demikian, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari kapasitas produksi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perekonomian daerah dan kualitas manfaat yang dirasakan masyarakat.
Berstatus Proyek Strategis Nasional
Proyek smelter PT CNI di Kolaka telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Smelter Merah Putih juga berstatus Objek Vital Nasional (Obvitnas).
Baca juga : GoPay Perkenalkan Fitur Investasi Emas Digital
Status PSN berkaitan dengan prioritas proyek dalam agenda pembangunan pemerintah. Sementara itu, status Obvitnas berkaitan dengan perlindungan terhadap objek yang memiliki arti penting bagi negara dan kepentingan publik.
Kedua status tersebut tidak menghapus kewajiban perusahaan untuk mematuhi ketentuan hukum, perizinan, perlindungan lingkungan, dan keselamatan kerja.
Namun, status itu menunjukkan dimensi strategis proyek dalam konteks pembangunan dan kepentingan nasional.
Bagi Kolaka, pengembangan industri pengolahan nikel berpotensi memperkuat posisi daerah dalam rantai pasok mineral Indonesia.
Potensi tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas apabila diikuti peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, pengembangan usaha pendukung, dan kemitraan berkelanjutan dengan masyarakat.
Karena itu, keberlanjutan investasi perlu berjalan beriringan dengan upaya memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar kawasan industri.
Investasi CNI berlangsung di tengah perkembangan industri nikel Indonesia yang semakin berorientasi pada pengolahan dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.
Hilirisasi mendorong pembangunan fasilitas pengolahan yang menghasilkan berbagai produk nikel untuk memenuhi kebutuhan industri global.
Selain feronikel untuk industri baja nirkarat, teknologi high-pressure acid leach (HPAL) dapat menghasilkan produk antara yang digunakan dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.
CNI juga memiliki rencana pengembangan fasilitas pengolahan lanjutan. Realisasi rencana tersebut bergantung pada kesiapan pembangunan, pendanaan, pasokan bahan baku, teknologi, dan kondisi pasar.
Jika terealisasi, pengembangan fasilitas lanjutan berpotensi memperluas kegiatan industri di Kolaka sekaligus meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, jasa pendukung, dan pemasok lokal.
Meski demikian, keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi atau kapasitas produksi.
Nilai tambah domestik, kualitas lapangan kerja, keterlibatan usaha lokal, efisiensi energi, dan kepatuhan terhadap standar lingkungan juga menjadi aspek penting untuk menjaga daya saing industri.
Dalam konteks tersebut, keberlanjutan investasi CNI diharapkan berjalan seiring dengan penguatan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kasnuddin menegaskan, dukungan terhadap keberlanjutan investasi tidak berarti menolak proses penegakan hukum.
Baca juga : Luncurkan Fitur Baru, GoPay Permudah Masyarakat Investasi Emas Digital
Menurutnya, persoalan hukum yang berkaitan dengan perusahaan harus diselesaikan melalui mekanisme yang sah dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Penegakan hukum tetap harus berjalan, sementara dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat juga perlu menjadi pertimbangan.
Ia turut menyinggung informasi mengenai pengembalian kerugian negara oleh PT CNI.
Informasi tersebut, menurutnya, perlu ditempatkan sesuai konteks perkara dan dinilai berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi, tanpa mengesampingkan kewenangan aparat penegak hukum maupun pengadilan.
“Kami menghormati proses hukum yang berjalan. Namun, pemerintah juga perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat. Kami berharap keputusan yang diambil tetap adil, objektif, dan proporsional,” tegasnya.
Kasnuddin menilai kepastian hukum merupakan aspek penting bagi pemerintah, perusahaan, pekerja, mitra usaha, dan masyarakat.
Karena itu, penyelesaian persoalan hukum harus tetap mengikuti ketentuan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada kegiatan industri.
Bagi masyarakat Wolo, keberlanjutan investasi CNI berkaitan erat dengan harapan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, kesempatan kerja, dan terbukanya peluang usaha bagi generasi mendatang.
Dukungan terhadap investasi tersebut diharapkan diikuti komitmen perusahaan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat, meningkatkan keterlibatan tenaga kerja lokal, dan membuka peluang lebih besar bagi UMKM dalam rantai pasok industri.
Pada saat yang sama, keberlanjutan investasi membutuhkan kepatuhan terhadap peraturan, perlindungan lingkungan, keselamatan kerja, serta komunikasi yang konstruktif antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
Kasnuddin mengatakan, 10 organisasi masyarakat lokal dan adat yang terlibat dalam konsolidasi berharap, aspirasi warga Wolo menjadi bagian dari pertimbangan pemerintah dalam menyikapi masa depan investasi CNI.
“Penegakan hukum harus berjalan, tetapi jangan sampai masyarakat kecil menjadi korban dari kebijakan yang mengabaikan realitas sosial dan ekonomi di daerah kami,” ujarnya.
Pada akhirnya, tantangan hilirisasi nikel Indonesia bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi dan nilai ekspor, melainkan juga memastikan investasi memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, menjaga lingkungan, dan memperkuat perekonomian daerah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya