Dark/Light Mode

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Investasi KEK Rp 382,1 Triliun Serap 302 Ribu Tenaga Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kedua kanan) dan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza (ketiga kanan) menyampaikan keterangan usai Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Triwulan III Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Pemerintah mencatat, realisasi investasi di KEK mencapai Rp 382,1 triliun sejak 2012 hingga September 2026. Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.id
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kedua kanan) dan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza (ketiga kanan) menyampaikan keterangan usai Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Triwulan III Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Pemerintah mencatat, realisasi investasi di KEK mencapai Rp 382,1 triliun sejak 2012 hingga September 2026. Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia mencapai Rp 382,1 triliun sejak kawasan tersebut dibentuk.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, KEK menjadi salah satu instrumen strategis Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Termasuk mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

“Secara kumulatif sejak dibentuk KEK, realisasi investasi senilai Rp 382,1 triliun dan serapan tenaga kerja sebesar 302.000,” ujar Airlangga dalam Rapat Koordinasi Pengembangan KEK Triwulan III-2026 di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Sementara, sepanjang Januari hingga September 2026, realisasi investasi di kawasan KEK tercatat sebesar Rp 46 triliun.

Capaian tersebut menambah penyerapan tenaga kerja sebanyak 53.000 orang.

Airlangga mengatakan, saat ini Indonesia memiliki 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah. Sebanyak tujuh kawasan berada di Pulau Jawa, sedangkan 18 kawasan lainnya berada di luar Pulau Jawa.

Baca juga : Kecewa Berat, Trump Ditinggal Pemilih Latino

Berdasarkan bidang usaha, KEK di Indonesia terdiri dari 13 kawasan industri, enam kawasan pariwisata, dua kawasan kesehatan, satu kawasan digital, dua kawasan teknologi, serta satu kawasan untuk jasa lainnya.

Total badan usaha yang beroperasi di seluruh KEK tercatat sebanyak 509 badan usaha.

Menurut Airlangga, pengembangan KEK masih perlu dipercepat agar kontribusinya terhadap perekonomian dapat diperbesar.

Dia membandingkan total luas KEK di Indonesia yang sekitar 24.000 hektare (ha) dengan sejumlah negara tetangga, seperti Vietnam dan Malaysia, yang memiliki kawasan ekonomi khusus seluas 1,8 juta ha hingga 2 juta ha.

“Padahal kalau kita lihat, ukuran negara kita jauh lebih besar. Ini tentu menjadi perhatian utama kita dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus,” kata Airlangga.

Karena itu, Pemerintah mendorong percepatan dan perluasan KEK di sejumlah sektor strategis, meliputi kesehatan, pariwisata, industri, serta digital dan teknologi.

Baca juga : Agnez Mo, Akting Bareng Nicolas Cage

Pada sektor kesehatan, Pemerintah berupaya menekan potensi devisa yang keluar akibat banyaknya masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri.

Airlangga memperkirakan, sekitar dua juta warga Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahunnya, seperti ke Singapura dan Penang (Malaysia), dengan nilai pengeluaran mencapai Rp 200 triliun.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Pemerintah mendorong pengembangan KEK Kesehatan di Sanur, Bali dan Batam, Kepulauan Riau.

Pada sektor pariwisata, Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 16 juta hingga 17,6 juta orang pada 2026, dengan potensi devisa sekitar 24 miliar dollar AS (setara Rp 431,5 triliun). KEK pariwisata diharapkan berkontribusi signifikan terhadap pencapaian target tersebut.

Di sektor industri, Airlangga menyoroti besarnya potensi investasi dan penyerapan tenaga kerja di KEK Kendal dan KEK Gresik.

KEK Kendal memiliki potensi investasi sebesar Rp 370 triliun dengan penyerapan 250.000 tenaga kerja. Sedangkan KEK Gresik memiliki potensi investasi Rp 264 triliun dengan penyerapan 200.000 tenaga kerja.

Baca juga : Nusron ke Singapura, Kemudian ke Malaysia

Airlangga menekankan pentingnya dukungan perizinan dan perluasan kawasan untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

Adapun pada sektor digital dan teknologi, pengembangan KEK Nongsa di Batam diharapkan menopang pembangunan pusat data (data center).

Dia juga menyoroti potensi industri kreatif di KEK Singhasari dan KEK Nongsa, termasuk produksi film dan animasi yang telah melibatkan lebih dari 1.000 animator di Nongsa.

Guna memenuhi kebutuhan industri di seluruh kawasan, Pemerintah terus mendorong program pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja lokal. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 22 Oktober 2026 dengan judul "Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional Investasi KEK Rp 382,1 Triliun Serap 302 Ribu Tenaga Kerja"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.