Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Energi Mandiri Petani Uma Palak Tarik Perhatian Delegasi ASCOPE
Kamis, 29 Oktober 2026 12:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemanfaatan energi surya dan mikrohidro membantu petani Uma Palak Lestari, Denpasar Utara, Bali, mengairi sawah, mengoperasikan mesin pertanian, hingga mengolah hasil panen. Model pertanian berbasis energi terbarukan ini menarik perhatian delegasi ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) yang mengunjungi kawasan Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari, Kamis (29/10/2026).
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari, Wayan Sukadana, 47, mengatakan, teknologi tersebut membantu petani mengatasi keterbatasan air, terutama saat musim kemarau. Sistem sensor kelembapan tanah memungkinkan petani mengetahui kebutuhan air setiap lahan secara lebih tepat.
“Sebelum ada SIUMA, kami sering mengalami keterbatasan pasokan air untuk mengairi sawah, terutama saat musim kemarau. Sekarang, dengan adanya teknologi sensor kelembaban tanah yang didukung listrik dari mikrohidro, kami dapat mengetahui lahan mana yang membutuhkan air dan mana yang sudah cukup. Dengan begitu, penggunaan air menjadi lebih tepat sasaran, efisien, dan tidak terbuang sia-sia,” ungkap Wayan.
Teknologi tersebut diterapkan melalui Sistem Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak (SIUMA). Sistem ini mengintegrasikan kincir air atau mikrohidro dengan panel surya untuk mendukung pengairan sawah. SIUMA juga menyediakan energi bagi kegiatan usaha tani dan penerangan di kawasan persawahan seluas 10,26 hektare.
Manfaatnya turut dirasakan Pekaseh atau Ketua Subak Sembung, I Made Darayasa, 62. Pemanfaatan energi terbarukan membantu petani mengatasi persoalan pengairan sekaligus menekan biaya operasional pertanian.
Baca juga : Berpacu dengan Waktu, Inovasi Pertamina Menjaga Kedaulatan Energi
Perubahan juga terlihat dalam penggunaan mesin pertanian. Jika sebelumnya petani mengandalkan traktor diesel untuk mengolah lahan, kini mereka mulai memanfaatkan traktor listrik berbaterai. Pengisian daya menggunakan energi surya dan mikrohidro sehingga petani dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar.
Dukungan Pertamina terhadap kelompok tani juga diperluas hingga tahap pascapanen. Dalam rangkaian kunjungan delegasi ASCOPE, Pertamina menyerahkan bantuan mesin giling padi elektrik berkapasitas hingga 200 kilogram per jam.
Mesin tersebut diharapkan mempermudah petani mengolah hasil panen menjadi beras. Penggunaan peralatan berbasis listrik juga membuka peluang peningkatan efisiensi pengolahan dan nilai tambah produk pertanian.
Bagi petani Uma Palak Lestari, pemanfaatan energi bersih tidak hanya mendukung pengairan dan pengolahan lahan. Teknologi tersebut juga membantu membuka peluang ekonomi melalui pengembangan usaha pertanian dan pariwisata.
Saat ini, kawasan Subak Sembung dikelola oleh 185 petani dan memberikan dampak ekonomi langsung kepada lebih dari 400 warga sekitar. Melalui kegiatan pertanian dan pariwisata, KUB bersama petani lokal mampu menghasilkan pendapatan lebih dari Rp585 juta per tahun.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Energi dan Keandalan Layanan Publik
Nilai ekonomi pertanian juga diperkuat melalui pengembangan beras Mentik Susu sebagai komoditas unggulan. Beras premium tersebut memiliki nilai jual di segmen pasar khusus karena dikenal memiliki indeks glikemik rendah dan kandungan serat tinggi.
Selain menjadi kawasan pertanian, Subak Sembung berkembang sebagai ruang aktivitas masyarakat dan destinasi wisata. Jalur joging sepanjang 2,4 kilometer yang membentang di tengah persawahan menjadi salah satu daya tarik kawasan tersebut.
Untuk mendukung aktivitas masyarakat, sebanyak 43 titik lampu penerangan otomatis telah dipasang dengan pasokan energi dari SIUMA. Penerangan tersebut memungkinkan warga beraktivitas hingga malam hari.
Kawasan ini juga menawarkan berbagai kegiatan, mulai dari berjalan santai dan berolahraga hingga membeli sayuran segar langsung dari petani. Aktivitas tersebut turut menggerakkan ekonomi lokal dan membuka peluang pendapatan tambahan bagi kelompok tani.
Integrasi energi terbarukan, pertanian, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat inilah yang menarik perhatian delegasi ASCOPE. Dalam kunjungan ke DEB Uma Palak Lestari, para delegasi menyaksikan penerapan energi bersih untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat.
Baca juga : ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, mengatakan model pemberdayaan masyarakat di Uma Palak Lestari mendapat respons positif dari para delegasi. Bahkan, pendekatan tersebut dinilai berpotensi dipelajari dan diterapkan oleh perusahaan energi nasional di negara lain.
“Dari testimoni para delegasi, mereka menyampaikan belum pernah melihat model pengelolaan community involvement and development seperti ini sebelumnya. Bahkan, delegasi dari Timor Leste secara khusus menanyakan konsep detail dan potensi pendapatan petani untuk dipelajari,” ujar Arya.
Program Uma Palak Lestari merupakan bagian dari inisiatif Desa Energi Berdikari yang dikembangkan Pertamina. Program ini memanfaatkan energi terbarukan sesuai kebutuhan dan potensi lokal untuk mendukung kegiatan produktif serta menciptakan manfaat ekonomi berkelanjutan.
Secara nasional, Pertamina telah mengembangkan 310 titik Desa Energi Berdikari di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, 62 desa telah mencapai tahap mandiri setelah menjalani pendampingan selama sekitar tiga hingga lima tahun.
Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam memperluas pemanfaatan energi bersih. Selain mendukung transisi energi, program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekonomi produktif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya