Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PT Djarum Renovasi 16 Rumah Warga Rembang, Anggaran Capai Rp1,2 Miliar
Kamis, 29 Oktober 2026 19:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 16 keluarga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kini dapat menempati hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman setelah rumah mereka direnovasi atau dibangun ulang melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) PT Djarum.
Program tersebut menelan biaya sedikitnya Rp1,2 miliar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
Serah terima rumah kepada para penerima manfaat berlangsung di Pendopo Kabupaten Rembang, Kamis (29/10/2026).
Acara tersebut dihadiri Bupati Rembang H. Harno, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala desa, serta keluarga penerima manfaat.
Renovasi dan pembangunan ulang 16 rumah itu tersebar di empat desa. Sebanyak enam rumah berada di Desa Labuhan Kidul dan dua rumah di Desa Bendo, Kecamatan Sluke.
Sementara itu, empat rumah berada di Desa Landoh, Kecamatan Sulang, dan empat lainnya di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang.
Setiap rumah mendapatkan bantuan renovasi atau pembangunan ulang dengan biaya berkisar Rp 70 juta hingga Rp 85 juta, disesuaikan dengan kondisi serta tingkat kerusakan bangunan.
Salah satu penerima manfaat, Masduqi, warga Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, mengaku bersyukur keluarganya kini dapat tinggal di rumah yang lebih nyaman dan aman.
Sebelum menerima bantuan, Masduqi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh petani garam tinggal bersama istri dan anak-anaknya di rumah dengan atap kayu yang rawan bocor, dinding anyaman bambu, serta lantai tanah.
Baca juga : KPK Geledah PT Djarum & Kantor Bea Cukai Kudus
Kondisi tersebut membuat rumah lembap dan berlumpur ketika musim hujan tiba.
Ia mengaku kerap khawatir rumahnya roboh saat hujan deras disertai angin kencang. Kondisi rumah juga sempat membuatnya merasa tidak nyaman ketika anak-anaknya mengundang teman untuk datang.
“Dulu kalau hujan dan angin saya takut rumah roboh. Atap masih kayu, dindingnya gedeg (anyaman bambu), lantainya juga masih tanah, jadi kalau hujan sering bocor dan rembes. Saya sempat malu karena takut anak saya minder ketika teman-temannya datang ke rumah,” ujar Masduqi.
Ia mengatakan, anaknya pernah berharap agar rumah mereka dapat diperbaiki jika suatu saat ada rezeki.
Keinginan memiliki rumah berdinding tembok dan berlantai keramik pun akhirnya terwujud melalui program tersebut.
“Sekarang saya sangat senang, rumahnya sudah lebih adem, bersih, dan nyaman. Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada PT Djarum yang sudah membantu membangun rumah kami. Semoga PT Djarum semakin maju sehingga dapat membantu lebih banyak keluarga yang membutuhkan,” katanya.
Bupati Rembang H. Harno mengapresiasi kontribusi PT Djarum melalui program RSLH yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Rembang meningkatkan kesejahteraan warga melalui penyediaan hunian yang layak dan berkualitas.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rembang, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Djarum atas wujud nyata kepedulian dan gotong royong dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Rembang. Semoga bantuan ini membawa manfaat, keberkahan dan kebahagiaan bagi keluarga penerima manfaat, serta semakin memperkuat semangat kebersamaan mewujudkan Rembang yang maju, sejahtera dan berkelanjutan,” ujar Harno.
Baca juga : PLN EPI Apresiasi Co-Firing Biomassa di PLTU Rembang dan Tuban
Ia menambahkan, kerja sama antara Pemkab Rembang dan PT Djarum telah terjalin cukup lama, termasuk melalui keberadaan pabrik di Rembang yang turut menyerap tenaga kerja dan membantu mengurangi pengangguran.
“Semoga kolaborasi ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” tambahnya.
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, rumah layak merupakan salah satu kebutuhan pokok sekaligus fondasi bagi keluarga untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, program RSLH mengutamakan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesehatan penghuni.
Menurutnya, rumah yang dibangun atau direnovasi tidak hanya harus kokoh dan tahan lama, tetapi juga memiliki penataan ruang sesuai kebutuhan keluarga, pencahayaan yang memadai, sistem sanitasi yang baik, akses air bersih, serta toilet yang layak.
“Rumah yang layak bukan hanya soal berdirinya sebuah bangunan, tetapi bagaimana rumah tersebut mampu menghadirkan rasa aman, nyaman dan sehat bagi penghuninya. Karena itu, setiap rumah dalam program RSLH ini dibangun dengan struktur yang aman dan kokoh sehingga tahan lama,” kata Budiharto.
Ia berharap, setelah kebutuhan tempat tinggal terpenuhi, keluarga penerima manfaat dapat lebih fokus bekerja, sementara anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Budiharto menjelaskan, pembangunan dan renovasi rumah melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar.
PT Djarum memberikan dukungan selama proses pembangunan sehingga penerima manfaat tidak perlu menanggung biaya pembangunan. Pelibatan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat gotong royong.
Baca juga : Pengembangan Penyidikan, KPK Geledah Kantor PT Djarum & Bea Cukai Kudus
“Kami percaya membangun kesejahteraan masyarakat membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah agar bantuan dapat tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Semangat inilah yang kami wujudkan melalui komitmen Tumbuh Bersama Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, PT Djarum yang lahir dan berkembang di Indonesia ingin terus bertumbuh bersama masyarakat.
Perusahaan berharap program tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk membantu menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga yang membutuhkan.
Program RSLH merupakan bagian dari komitmen PT Djarum dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang aman, nyaman, dan sehat.
Program ini telah berjalan sejak 2022. Hingga 2025, program tersebut telah merampungkan renovasi 626 rumah di sejumlah wilayah Jawa Tengah, meliputi Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga.
Sepanjang 2026, program RSLH telah merenovasi dan membangun ulang 352 rumah di berbagai wilayah Jawa Tengah. Rinciannya, sebanyak 292 rumah di Kabupaten Kudus telah selesai direnovasi dan ditempati pemiliknya.
Di Kabupaten Brebes, 10 keluarga telah menerima manfaat hunian yang lebih layak, sedangkan 12 rumah di Kota Salatiga telah selesai direnovasi atau dibangun ulang.
Selain itu, sebanyak 10 rumah di Kabupaten Wonogiri telah diserahterimakan kepada penerima manfaat, disusul 12 rumah di Kabupaten Pati yang juga telah rampung direnovasi atau dibangun ulang. Terbaru, 16 rumah di Kabupaten Rembang mendapat bantuan melalui program RSLH.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya