Dark/Light Mode

PLN EPI Apresiasi Co-Firing Biomassa di PLTU Rembang dan Tuban

Rabu, 28 Oktober 2026 19:14 WIB
Direktur Biomassa PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir (kelima dari kiri) bersama jajaran melakukan kunjungan kerja ke PLTU Rembang, Jawa Tengah, dan diterima oleh Senior Manager PLN Nusantara Power UP Rembang Jayadi (kelima dari kanan) beserta jajaran. Kunjungan ini menjadi bagian dari koordinasi dan sinergi dalam mendukung pemanfaatan biomassa untuk program cofiring di PLTU Rembang.
Direktur Biomassa PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir (kelima dari kiri) bersama jajaran melakukan kunjungan kerja ke PLTU Rembang, Jawa Tengah, dan diterima oleh Senior Manager PLN Nusantara Power UP Rembang Jayadi (kelima dari kanan) beserta jajaran. Kunjungan ini menjadi bagian dari koordinasi dan sinergi dalam mendukung pemanfaatan biomassa untuk program cofiring di PLTU Rembang.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengapresiasi pelaksanaan program co-firing biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Rembang, Jawa Tengah, dan PLTU Tanjung Awar-awar, Tuban, Jawa Timur.

Penerapan program tersebut dinilai mendukung upaya pengurangan emisi karbon melalui pemanfaatan biomassa sebagai campuran bahan bakar batu bara.

Apresiasi itu disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir saat mengunjungi kedua PLTU tersebut pekan lalu.

Dalam kunjungan itu, Hokkop berdiskusi dengan jajaran pengelola pembangkit mengenai penerimaan biomassa, pengelolaan penyimpanan, serta pelaksanaan program co-firing.

Di PLTU Rembang, Hokkop mencatat peningkatan penerimaan biomassa dalam tiga tahun terakhir.

Baca juga : PLN EPI Kembangkan Biohidrogen, Potensi Biomassa RI Capai 83,4 Juta Ton

Pada 2023, penerimaan biomassa tercatat sekitar 76.000 ton, kemudian meningkat menjadi sekitar 118.000 ton pada 2024. Pada 2025, jumlahnya mendekati 185.000 ton.

“PLTU Rembang menjadi salah satu PLTU dengan penerimaan terbanyak di tahun 2025. Saya sangat senang dengan penerimaan dan inovasi yang dilakukan,” ujar Hokkop.

Menurut dia, PLTU Rembang memiliki sistem penerimaan dan penyimpanan biomassa yang dapat menjadi contoh bagi pembangkit lain.

Fasilitas tersebut memiliki dua zona penyimpanan dan dua akses masuk sehingga penerimaan biomassa tetap dapat berlangsung ketika salah satu zona telah penuh.

Sistem tersebut juga mendukung proses pencampuran (blending) biomassa dan batu bara agar lebih optimal.

Baca juga : PLN EPI Ajak Pengusaha Daerah Kelola Limbah Jadi Bahan Bakar Biomassa

Selain itu, keberadaan dua akses masuk mempermudah proses pembongkaran dan penataan biomassa serta mendukung keselamatan kerja.

“Terdapat dua akses masuk yakni pintu selatan dan utara dengan kapasitas masing-masing bisa menampung sekitar 13 ribu ton biomassa. Cofiring di PLTU Rembang saat ini sekitar 5 persen hingga 10 persen,” lanjut Hokkop.

Dalam kunjungan tersebut, Hokkop bersama jajaran pimpinan unit PLTU Rembang juga meninjau langsung fasilitas operasional, mulai dari area penumpukan biomassa (stockpile) hingga dermaga (jetty).

Ia berharap penerimaan biomassa di PLTU Rembang dapat terus ditingkatkan untuk memenuhi target yang telah ditetapkan pada 2026.

Menurut dia, pencapaian target co-firing dan produksi listrik hijau menjadi bagian penting dalam mendukung pengurangan emisi.

Baca juga : PLN EPI Perkuat Ekosistem Biomassa Desa untuk Dukung Cofiring

“Saya sangat mengapreasiasi pelaksanaan cofiring biomassa di PLTU Rembang. Target cofiring dan MWh Green PLTU Rembang selalu tercapai. Saya berharap, target cofiring bisa tercapai sehingga mendukung program pengurangan emisi,” sambung Hokkop.

Selain PLTU Rembang, Hokkop mengunjungi PLTU Tanjung Awar-awar di Tuban. Dalam pertemuan dengan Senior Manager PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Tanjung Awar-awar Tri Wahyudi beserta jajaran, ia mengapresiasi penerapan digitalisasi dalam pemantauan program co-firing.

Menurut Hokkop, sistem pemantauan digital dapat membantu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program sekaligus mendukung pencapaian target pengurangan emisi karbon.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN EPI memperkuat koordinasi dengan unit pembangkit untuk mengoptimalkan pemanfaatan biomassa.

Melalui peningkatan penerimaan, perbaikan pengelolaan fasilitas, dan pemantauan digital, pelaksanaan co-firing diharapkan semakin efektif dalam mendukung upaya penurunan emisi sektor ketenagalistrikan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.