Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BPS: Neraca Perdagangan September 2026 Surplus 3,36 Miliar Dolar AS
Senin, 2 November 2026 19:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatatkan surplus pada September 2026 sebesar 3,36 miliar dolar AS. Capaian ini menjadi surplus ketiga berturut-turut setelah Indonesia mengalami defisit pada Mei-Juni 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus tersebut terutama ditopang kinerja perdagangan nonmigas yang mencapai 5,67 miliar dolar AS. Sementara itu, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar 2,32 miliar dolar AS.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, surplus perdagangan nonmigas mampu menutup defisit yang terjadi pada sektor migas sehingga neraca perdagangan Indonesia tetap positif.
“Pada September 2026, neraca perdagangan barang Indonesia mencatatkan surplus 3,36 miliar dolar AS. Surplus ini terutama didorong oleh neraca perdagangan nonmigas sebesar 5,67 miliar dolar AS. Sementara itu, neraca perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar 2,32 miliar dolar AS,” ujar Amalia.
Baca juga : Yayat Supriyatna: Harus Dicek Siapa Saja Penghuni Rumah Tersebut
Secara kumulatif, sepanjang Januari-September 2026, neraca perdagangan barang Indonesia mencatat surplus 10,61 miliar dolar AS. Angka tersebut ditopang surplus perdagangan nonmigas sebesar 34,21 miliar dolar AS, meskipun perdagangan migas masih mengalami defisit.
Dari sisi perdagangan luar negeri, nilai ekspor Indonesia selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai 221,23 miliar dolar AS. Angka ini meningkat 5,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, nilai impor mencapai 210,63 miliar dolar AS atau tumbuh 19,67 persen dibandingkan Januari-September 2025.
Dari sisi komoditas, surplus perdagangan nonmigas terbesar berasal dari kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta alas kaki.
Baca juga : Bun Joi Phiau: Harus Gerak Cepat, Jangan Tunggu Pusat
Berdasarkan negara tujuan perdagangan, Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus nonmigas terbesar dengan nilai 17,37 miliar dolar AS.
Posisi berikutnya ditempati India dengan surplus 10,81 miliar dolar AS dan Filipina sebesar 6,25 miliar dolar AS.
Sebaliknya, defisit perdagangan nonmigas terdalam tercatat dengan Tiongkok sebesar 21,99 miliar dolar AS. Kemudian Australia sebesar 5,43 miliar dolar AS dan Prancis sebesar 2,08 miliar dolar AS.
Amalia menjelaskan, defisit perdagangan dengan Prancis terutama disebabkan impor sejumlah komoditas, antara lain kendaraan udara dan bagiannya, instrumen optik, fotografi, sinematografi dan medis, serta mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya.
Baca juga : Kepala BPS RI: Data Akurat Kunci Pembangunan Tepat Sasaran
“Penyumbang defisit perdagangan Indonesia terhadap Prancis periode Januari-September 2026 utamanya disebabkan oleh kendaraan udara dan bagiannya; instrumen optik, fotografi, sinematografi, dan medis; serta mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya,” tutup Amalia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya