Dark/Light Mode

Ekspor Nonmigas Tumbuh 8,81 Persen, Topang Surplus Dagang RI

Kamis, 5 November 2026 17:14 WIB
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Foto: Khairizal Anwar/RM
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Foto: Khairizal Anwar/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja ekspor nonmigas Indonesia menunjukkan penguatan pada triwulan III-2026. Nilai ekspor nonmigas mencapai 77,69 miliar dolar AS atau tumbuh 8,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penguatan ekspor nonmigas tersebut menjadi salah satu penopang surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar 7,03 miliar dolar AS pada triwulan III-2026. Surplus ini tercatat setelah Indonesia mengalami defisit pada periode Mei-Juni 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor nonmigas pada September 2026 mencapai 26,64 miliar dolar AS. Secara akumulatif, ekspor nonmigas sepanjang triwulan III-2026 mencapai 77,69 miliar dolar AS atau berkontribusi 96,60 persen terhadap total ekspor nasional sebesar 80,42 miliar dolar AS.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, kinerja ekspor nonmigas pada triwulan III-2026 sangat kuat dan mampu menopang neraca perdagangan secara keseluruhan.

Baca juga : BPS: Wisatawan Nusantara Tumbuh 7,05 persen pada Q3-2026

“Kinerja ekspor nonmigas pada triwulan III-2026 sangat kuat dan mampu menopang neraca perdagangan secara keseluruhan. Sepanjang periode ini, ekspor nonmigas mampu tumbuh hingga 8,81 persen dibanding triwulan III tahun lalu,” ujar Amalia di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Menurut Amalia, sektor industri pengolahan menjadi penopang utama ekspor nonmigas. Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan serta sektor pertambangan mengalami kontraksi.

Nilai ekspor industri pengolahan sepanjang triwulan III-2026 mencapai 67,33 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat 11,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejumlah komoditas juga mencatatkan pertumbuhan ekspor yang signifikan. Minyak kelapa sawit, misalnya, menyumbang nilai ekspor sebesar 10,10 miliar dolar AS atau meningkat 26,09 persen secara tahunan.

Baca juga : Kinerja Ekspor Melejit, Neraca Perdagangan Kembali Surplus pada Q3-2026

China menjadi negara tujuan utama ekspor minyak kelapa sawit dengan nilai 1,86 miliar dolar AS, naik 63,14 persen. Disusul Pakistan sebesar 1,15 miliar dolar AS atau tumbuh 34,77 persen, serta Mesir sebesar 525,58 juta dolar AS atau meningkat 85,61 persen.

Selain minyak kelapa sawit, beberapa komoditas lainnya juga mencatatkan lonjakan ekspor. Ekspor tembaga mencapai 1,87 miliar dolar AS atau tumbuh 123,32 persen.

Kemudian, ekspor kimia dasar anorganik lainnya mencapai 1,17 miliar dolar AS atau meningkat 144,02 persen. Sementara ekspor aluminium tercatat sebesar 1,42 miliar dolar AS, melonjak 169,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Amalia menambahkan, penguatan ekspor nonmigas tersebut turut menopang neraca perdagangan nasional hingga mencatatkan surplus 7,03 miliar dolar AS pada triwulan III-2026.

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan III Tembus 5,47 Persen

Capaian tersebut terjadi di tengah neraca perdagangan migas yang masih mengalami defisit. Dengan demikian, kinerja ekspor nonmigas menjadi faktor penting dalam menjaga surplus perdagangan Indonesia selama tiga bulan berturut-turut, mulai Juli hingga September 2026.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.