Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Produsen Atap Ramah Lingkungan Onduline Resmikan Pabrik di PIER Pasuruan
Selasa, 12 November 2024 09:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Guna makin memperkuat posisi sebagai produsen solusi atap bitumen ramah lingkungan terbesar di Indonesia, Onduline Group meresmikan pembukaan pabrik PT Onduline Manufaktur Indonesia di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kraton-Pasuruan, Jawa Timur.
PT Onduline Indonesia yang telah hadir selama 19 tahun, memiliki komitmen yang sama pada penerapan prinsip ramah lingkungan dalam produksi, pemilihan bahan baku, dan distribusi produknya. Produk-produknya yang terbuat dari bahan ramah lingkungan telah tersertifikasi Green Label Indonesia (GLI) kategori Gold. Melalui pembangunan pabrik di Indonesia, Onduline melanjutkan komitmen ini untuk menyediakan atap ramah lingkungan dengan kualitas tinggi.
Perjanjian pembangunan pabrik ditandatangani direksi PT Onduline Manufaktur Indonesia dengan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) sebagai pengelola PIER, pada September 2022. Setahun kemudian, pada Juli 2023, disusul dengan peletakan batu pertama (groundbreaking). PT Onduline Manufaktur Indonesia dibangun pada lahan seluas 1,2 hektar, dengan nilai investasi lebih dari Rp150 miliar. Pabrik ini dilengkapi dengan teknologi painting line yang terdiri dari dua lini utama: impregnasi dan painting, serta fasilitas pemotongan dan pengemasan. Selain itu, fasilitas R&D di pabrik ini menjadikannya Innovation Centre Onduline untuk kawasan Asia.
Baca juga : Pertamina Hulu Energi ONWJ Kenalkan Energi Alternatif Ramah Lingkungan Ke Siswa SMP
Country Director PT Onduline Indonesia, Esther Pane, dalam keterangan tertulisnya pada media, Selasa (12/11) mengatakan, pabrik baru ini mengintegrasikan teknologi produksi mutakhir sistem impregnasi bitumen dan painting otomatis, untuk memastikan proses produksi atap bitumen yang cepat dan efisien, serta menghasilkan pilihan warna yang tak terbatas.
Pada tahap pertama, pabrik ini menargetkan kapasitas produksi lebih dari 2 juta meter persegi atap bitumen, mencakup berbagai jenis atap lembaran bergelombang, seperti Onduline Classic, Onduvilla, Onduline Tile, Duro 235, dan Onducasa. Selain itu, pabrik ini juga akan memproduksi painted products yang merupakan inovasi baru bagi Onduline di Asia. Teknologi painting line pabrik ini memungkinkan produksi berbagai varian warna dengan fleksibilitas tinggi. Satu produk bisa mendapat dua hingga tiga kali pengecatan atau lebih, menciptakan kombinasi warna dari terang ke gelap, finishing dari doff hingga glossy, serta gradasi yang menarik untuk memenuhi beragam permintaan pelanggan di Indonesia.
Esther menjelaskan bahwa selain menguatkan komitmen Onduline dalam memproduksi atap bitumen ramah lingkungan, pembukaan pabrik di Pasuruan juga sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mendorong penggunaan konten lokal melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40 persen. Pencapaian ini tidak hanya mencakup penggunaan bahan baku dan bahan pendukung, tetapi juga pemanfaatan tenaga kerja lokal.
Baca juga : Peduli Santri & Lingkungan, PT Titis Sampurna Bagikan CSR Di Pulau Panaitan
Direktur PT Onduline Manufaktur Indonesia, Roki Christian Hadi Saputra dengan bangga menyampaikan bahwa 85 persen karyawan pabrik Onduline merupakan putra-putri Pasuruan. Pabrik ini diawali dengan sekitar 40 karyawan, dan jumlahnya akan terus meningkat seiring dengan beroperasinya pabrik 24 jam sehari, dengan seluruh karyawan yang bekerja merupakan warga negara Indonesia.
Roki menyampaikan bahwa pembangunan pabrik Onduline di Pasuruan mendapat dukungan dari Bupati Pasuruan beserta jajarannya serta pemerintah pusat, yang memberikan kemudahan dalam akses informasi, koordinasi antar instansi, bimbingan teknis, dan perizinan lengkap serta tepat waktu sejak tahap perencanaan hingga peresmian. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.
"Selain memperkuat posisi Onduline di Indonesia, pabrik ini turut mendukung pemerataan ekonomi, memenuhi permintaan atap bitumen berkualitas tinggi dan beragam. Langkah strategis ini memudahkan Onduline melayani pasar di seluruh wilayah, tidak hanya di wilayah barat seperti Jawa dan Sumatera, tetapi juga kawasan timur dan utara" ujarnya.
Baca juga : Lestarikan Lingkungan, Menteri LHK Turun Ke Sungai Bersihkan Sampah
Pada 2024, Onduline mengharapkan pertumbuhan antara 10 hingga 15%, dan sejauh ini sudah berada di jalur yang tepat. Pada 2025, Onduline berkomitmen untuk mempercepat penetrasi pasar dan tumbuh sebesar 20-25% setiap tahunnya. Saat ini, pasar terbesar Onduline secara global adalah Turki dan Prancis. Namun, Indonesia telah berkembang pesat dan memiliki ambisi untuk menjadi pasar terbesar Onduline dalam 5 tahun mendatang.
“Kalau pabrik dekat sama konsumen, kita lebih adaptif terhadap kebutuhan market. Itu sebabnya investasi di painting line menjadi cikal bakal inovasi kita di Asia. Jadi, bicara painting, formulasi, profil baru dan lain-lain, pabrik kita di Pasuruan harus jadi innovation centre se-Asia. Artinya, Indonesia akan menjadi jantung inovasi untuk negara-negara Asia lain,” pungkas Esther.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya