Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
18 Tahun JAPFA for Kids: AKJJ 2026 Dorong Kolaborasi Atasi Gizi Anak
Selasa, 12 Mei 2026 16:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) kembali menyelenggarakan Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026, pada tahun ini mengangkat tema “18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan”. Ini merupakan penyelenggaraan ketiga kalinya sekaligus penegasan komitmen JAPFA mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya, mengatakan tema tersebut merefleksikan perjalanan 18 tahun JAPFA for Kids dalam mendukung peningkatan gizi dan kesehatan anak. “Kami percaya membangun masa depan Indonesia dimulai dari memastikan anak-anak mendapat asupan gizi baik dan tumbuh di lingkungan yang mendukung pola hidup sehat. Lewat AKJJ, kami ingin memperkuat kolaborasi bersama media untuk meningkatkan kesadaran publik,” ujarnya pada pembukaan AKJJ 2026 di Jakarta, Senin (12/5/2026).
Isu gizi anak masih jadi tantangan. Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat 11% anak usia 5–12 tahun berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk. Sementara data JAPFA pada 2025 di sembilan lokasi program menunjukkan 1.034 dari 15.498 siswa atau 6,6% mengalami malagizi.
Baca juga : Fadli Zon Dorong Penguatan Kolaborasi Budaya Indonesia-China
Pada 2024, JAPFA for Kids menjangkau 7 kabupaten/kota. Dari 15.518 siswa, 1.479 anak dengan gizi kurang jadi fokus program. Setelah program berjalan, status gizi 762 anak atau 51,5% berhasil meningkat. Tahun 2025, program diperluas ke 9 kabupaten/kota dengan 123 sekolah sasaran. Dari 1.034 siswa malnutrisi, 646 siswa atau 62,5% mengalami peningkatan status gizi menjadi baik.
Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, menjelaskan JAPFA for Kids menjalankan strategi terintegrasi. Di antaranya pemberian protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa malagizi, pemantauan berat dan tinggi badan lewat aplikasi digital, serta pembiasaan hidup sehat melalui Hari Sehat JAPFA. Program juga dilengkapi edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, dan monitoring berkala. AKJJ 2026 menghadirkan dewan juri lintas profesi.
Ketua PWI Akhmad Munir menilai media berperan penting membangun kesadaran publik lewat karya jurnalistik berbasis data dan berdampak sosial. “Isu gizi anak menyangkut masa depan bangsa. Karya jurnalistik harus hadirkan data akurat, perspektif berimbang, dan cerita lapangan yang dekat dengan masyarakat,” katanya.
Baca juga : Bank Jakarta XPORIA 2026 Dorong Transaksi Digital dan UMKM
Fotografer jurnalistik senior Beawiharta menekankan kekuatan visual. “Foto jurnalistik mampu membangun empati. Lewat visual, masyarakat melihat langsung realitas di lapangan sehingga isu gizi anak dipahami sebagai persoalan kemanusiaan,” ujarnya.
Pakar gizi masyarakat FKM UI, Prof. Sandra Fikawati, menyebut edukasi gizi seimbang perlu terus diperkuat. “Media strategis menyampaikan edukasi yang benar dan mudah dipahami, terutama pentingnya protein hewani, pola makan seimbang, dan perilaku hidup sehat sejak dini,” tuturnya.
Melalui AKJJ 2026, JAPFA berharap semakin banyak karya jurnalistik yang memperluas pemahaman masyarakat dan mendorong perubahan perilaku hidup sehat. “Kolaborasi lintas sektor penting untuk perubahan berkelanjutan. Kami harap sinergi dunia usaha, media, tenaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat terus diperkuat demi tumbuh kembang generasi penerus bangsa,” tutup Rachmat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya