Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Marc Klok Cs Pastikan Persib Siap Tempur Lawan Manila Digger
- Lautaro Martinez Tak Dijual, Barcelona Gigit Jari
- Guru Besar UGM: Penanganan Karhutla Jangan Hanya Hebat Saat Api Sudah Menyala
- Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
RM.id Rakyat Merdeka - Ada banyak cara untuk mengenalkan Indonesia kepada dunia. SERODJA memilih jalur yang paling dekat dengan keseharian: lewat makanan, rempah, kain, seni, dan suasana hangat khas Nusantara.
Destinasi social dining Nusantara ini resmi dibuka di Jalan Dr. GSSJ Ratulangi No. 34, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026).
Bukan sekadar restoran, SERODJA membawa konsep yang memadukan pengalaman kuliner dengan kekayaan budaya dan wastra Indonesia. Nama SERODJA sendiri merujuk pada bunga teratai, yang menjadi simbol sesuatu yang tumbuh dan mekar dari akar budaya.
Filosofi itu kemudian diterjemahkan ke dalam ruang yang dirancang hangat dan artistik, sekaligus menjadi tempat bertemunya cita rasa tradisional dengan sentuhan masa kini.
Baca juga : Monas Dipadati Warga Nikmati Pesta Rakyat Kemerdekaan
Di dapurnya, SERODJA mengolah resep-resep warisan menggunakan bahan serta rempah pilihan dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu teknik yang menjadi ciri khas adalah pengasapan, yang memberikan karakter tersendiri pada sejumlah hidangan.
Serodja Atelier yang berada di dalam restoran. (Foto: Dok. Serodja)
Beberapa menu yang menjadi andalan antara lain Bebek Asap Serodja, Sate Kambing Batibul, Barramundi Dabu-Dabu, hingga Bir Djawa, minuman berbasis rempah yang membawa nuansa cita rasa Nusantara.
Baca juga : Pakai Baju Adat Rote, Cara Gibran Diplomasikan Budaya RI
Namun, perjalanan SERODJA tidak berhenti di meja makan. Ada pula SERODJA Atelier, ruang kreatif yang menjadi wadah apresiasi terhadap kekayaan alam dan wastra Nusantara.
Melalui Atelier, unsur tradisi diterjemahkan menjadi koleksi yang lebih relevan dengan generasi masa kini. Dengan begitu, kain dan kekayaan budaya Indonesia tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga bagian dari gaya hidup modern.
“SERODJA lahir dari sebuah kekaguman akan cita rasa dan budaya Indonesia, serta kerinduan akan rasa nyaman kampung halaman. Kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan kuliner, alam, tradisi dan budaya Indonesia mampu berdiri sejajar di tingkat internasional, tanpa kehilangan keramahtamahan aslinya,” ujar Direksi Manajemen SERODJA Michelle Gondowardoyo dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026) malam.
Semangat tersebut terasa dalam perayaan grand opening. Acara diisi parade kuliner Nusantara, musik dan tarian tradisional kontemporer, hingga peragaan busana dari SERODJA Atelier.
Baca juga : Lestarikan Kuliner Nusantara, Mall Ciputra Jakarta Hadirkan Kampung Legendaris
Dengan kapasitas sekitar 200-250 orang, SERODJA juga disiapkan untuk kebutuhan bersantap bersama maupun berbagai acara khusus dalam skala kecil hingga menengah.
Kini, SERODJA beroperasi setiap hari dan membuka pintunya bagi penikmat kuliner maupun budaya. Lebih dari sekadar tempat makan, SERODJA ingin menjadi ruang untuk menikmati kembali kekayaan Indonesia—satu suapan, satu rempah, dan satu helai wastra dalam satu pengalaman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya