Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Ganjar Sukses Perluas Program Inovatif Turunkan Kemiskinan Di Jateng, Kini Di Ada Di 1.700 Desa
Rabu, 22 Februari 2023 14:31 WIB
Sebelumnya
Data aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) memperlihatkan adanya penurunan yang signifikan di Jateng.
Pada 2022 mencapai 11,95 persen atau menurun dibanding tahun 2018 yang menyentuh angka 24,4 persen. Hal itu juga membuat Jateng mendapatkan apresiasi dari BKKBN.
Baca juga : Ganjaran Buruh Berjuang Gelar Turnamen Voli Putri Di Jatinegara
Lebih lanjut, Ganjar menyebut ada pula gerakan kolaborasi lintas sektor untuk mencegah dan menanggulangi angka tengkes di Jateng yang diawali dengan proses identifikasi terhadap perempuan rentan yang ada di kabupaten/kota.
Selain itu, organisasi perangkat daerah KB, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan bersinergi memberikan pelayanan KB secara gratis kepada sasaran kelompok rentan termasuk PGOT dan ODGJ berisiko terjadi kehamilan yang tidak diinginkan, sesuai persetujuan pihak keluarga.
Baca juga : Heru Ajak Pengurus RW Kompak Turunkan Kemiskinan Ekstrem Dan Stunting Di Ibu Kota
Ganjar menegaskan selama ini pihaknya sudah memprioritaskan perempuan rentan, anak, dan disabilitas dalam upaya pembangunan dan pengembangan daerah, termasuk dalam pengambilan keputusan.
Letua Jaringan Perempuan Usaha Kecil Kabupaten Wonosobo sekaligus pendamping PPEP Nuke Maya Kurnianingsih mengakui program PPEP yang digerakkan Pemprov Jateng secara masif berhasil membuat perempuan di desa menjadi lebih berdaya dan mandiri.
Baca juga : Ini 4 Arahan Gubernur Ganjar Percepatan Penanganan Kemiskinan Di Jateng
Saat ini, ada sekitar 1.500 orang perempuan rentan dari 12 kelurahan dan 16 desa dari 15 kecamatan yang dibina oleh pihaknya.
"Mereka tak lagi hanya sebagai ibu rumah tangga yang berpangku tangan, tapi perempuan produktif yang menghasilkan produk-produk hasil pelatihan, pintar mengelola manajemen pemasaran, dan bisa mengurus PIRT (pangan industri rumah tangga) ketika bikin industri rumahan," ujar Nuke. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya