Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wamenkeu Siapkan Jurus-jurusnya
Ekonomi Tumbuh 8 Persen Bukan Omon-omon
RM.id Rakyat Merdeka - Target Presiden terpilih, Prabowo Subianto meningkatkan pertumbuhan ekonomi di angka 8 persen, bukan sekadar omon-omon. Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan yang juga ponakan Prabowo, sudah menyiapkan jurus-jurusnya.
Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level 5 persenan. Jika mau keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap) menjadi negara maju, ekonomi Indonesia harus tumbuh di level 8 persen.
"Mencapai pertumbuhan 8 persen yang ambisius bukanlah mimpi, tetapi keharusan," ujar pria yang akrab disapa Tommy itu, dalam acara Seminar ASEAN Global Development and the Middle Income Trap and Growth Academy ASEAN, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (24/9/2024).
Baca juga : Pimpinan KPK Sedih, Rakyat Super Kecewa
Untuk mewujudkan hal tersebut, kata dia, Indonesia harus memanfaatkan mesin pertumbuhan baru, seperti ekonomi digital dan ekonomi hijau. Termasuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Menurut dia, pengembangan SDM bisa dilakukan melalui investasi pendidikan, keterampilan, dan kesehatan. Tujuannya, agar tenaga kerja yang dihasilkan lebih produktif dan inovatif.
Selain itu, Pemerintah harus mendorong peran inovasi teknologi. Karena dengan transformasi digital dan inovasi, Indonesia bisa bersaing secara global dan membuka peluang "Keberlanjutan juga merupakan kunci," cetus Tommy.baru di semua lini.
Baca juga : Masa Kerjanya Selesai, Pansus Haji Gagal Periksa Menteri Yaqut
Karena itu, fokus utama pemerintahan Prabowo bakal meliputi pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan ketahanan energi. Proyek-proyek yang layak secara komersial juga akan diupayakan melalui kemitraan publik dan swasta.
Investasi akan sangat penting dalam mendorong fase pembangunan berikutnya.
“Sementara anggaran negara difokuskan pada pemenuhan kebutuhan kesejahteraan jangka panjang," ujar Tommy.
Baca juga : Pembentukan Angkatan Siber Semakin Diseriusi Pemerintah
Jika semua jurus itu berhasil dilakukan, kata dia, bukan tidak mungkin, Indonesia keluar dari jebakan negara dengan berpenghasilan menengah. Karena saat ini, baru dua negara di Asia Tenggara yang memiliki pendapatan tinggi: Singapura dan Brunei Darussalam.
Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Pemerintah terus berupaya meningkatkan produktivitas untuk keluar dari jebakan ekonomi kelas menengah. Upaya ini telah dilakukan sejak Orde Baru hingga era reformasi.
"Kata kuncinya adalah selalu produktivitas. Bagaimana investasi dan faktor produksi dalam negeri dapat menciptakan output yang lebih produktif dan lebih berkualitas," terang Sri Mul.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.