Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kemenkop Launching Program MBG Di SD Angkasa 5 Halim Perdana Kusuma
Senin, 6 Januari 2025 13:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana di SD Angkasa 5 Halim Perdana Kusuma Jakarta, Senin (6/1/2024).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi memantau secara langsung Satuan Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) mulai dari dapur, hingga distribusi kepada anak-anak sekolah penerima manfaat.
"Program MBG ini adalah program strategis bagi masyarakat Indonesia untuk kita menuju Indonesia Emas tahun 2045. Untuk itu kita semua harus gotong royong, kerja sama dan semangat untuk tolong menolong agar program MBG ini terwujud," kata Budi Arie di Jakarta, Senin (6/1/2024).
Ia mengatakan, ada empat tujuan utama yang disasar yaitu penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul menurunkan angka stunting, menurunkan angka kemiskinan dan menggerakkan ekonomi rakyat.
"Dari program MBG ini kita berharap nantinya akan memiliki generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, bugar, cerdas dan ceria," ucapnya.
Ia menjelaskan, dalam program MBG ini pemerintah telah menganggarkan Rp 71 triliun hingga akhir tahun 2025 dengan target penerima manfaat mencapai 19,47 juta orang.
Sementara pemenuhan bahan baku untuk program tersebut dipastikan koperasi-koperasi produksi di seluruh Indonesia siap memasoknya.
Baca juga : Komitmen Tegas Presiden Prabowo Dalam Pemberantasan Korupsi
"Koperasi-koperasi sektor produksi di seluruh Indonesia siap untuk men-supply kebutuhan dapur MBG dengan berbagai komoditas seperti beras, ikan, telur, ayam, sayur, susu, daging dan buah-buahan," tutur Budi Arie.
Kemenkop sebagai Kementerian yang berfokus pada upaya pengembangan koperasi terus mendorong koperasi-koperasi di Indonesia dapat menjadi bagian utama dari pelaksanaan program MBG ini.
Hasil uji coba yang dilakukan beberapa koperasi di Indonesia menunjukkan bahwa koperasi siap menjadi badan usaha rakyat yang berhasil dalam menjalankan program MBG.
Saat ini, terdapat 1.336 unit koperasi di Indonesia yang diarahkan untuk terlibat dalam program MBG.
Beberapa dari koperasi tersebut telah diusulkan untuk menjadi mitra unit pelayanan, untuk program tersebut dengan pendampingan yang ketat untuk melakukan standarisasi dapurnya dengan BPOM agar siap sebagai pengelola SPPG sesuai dengan standar.
"Peran koperasi di dalam MBG antara lain mendukung petani, nelayan, dan peternak lokal sebagai penyedia bahan pangan bergizi, mengelola SPPG dan distribusi logistik," katanya.
Budi Arie berharap, sinergi dan kerjasama dengan multi pihak dapat terus dilakukan untuk memastikan program MBG ini dapat terlaksana dengan baik di seluruh wilayah di Indonesia.
Baca juga : Kementan Gandeng Satgas Pangan Polri Awasi Penyerapan Susu Segar
Dipastikan koperasi siap menjadi suplier bahan baku program MBG hingga manajemen distribusi sehingga dapat sampai ke penerima manfaat dengan baik.
"Kolaborasi pemerintah bersama multisektoral diperlukan untuk kesuksesan implementasi program MBG ini. Dengan seluruhnya menggunakan bahan baku lokal sehingga dapat menggerakan ekonomi masyarakat,” ucap Budi Arie.
Ia juga memastikan, untuk pengadaan baku semuanya merupakan produk dalam negeri atau tidak ada impor.
Hal ini dimaksudkan agar perputaran ekonomi masyarakat bisa berputar dan memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian wilayah.
"Ini akan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat karena ini yang bergerak adalah ekonomi bawah, jadi misalnya petani akan bersemangat karena ada offtaker-nya yaitu Badan Gizi Nasional (BGN)," tuturnya.
Sementara itu Chef Profesional dari Unit Pelayanan Mitra Lanud Halim Perdana Kusuma Jonny Kusuma Hadi mengatakan, dalam memenuhi program MBG ini tidak ada kendala yang berarti.
Menu makanan yang disajikan dipastikan telah memenuhi standarisasi yang ditetapkan oleh BGN.
Baca juga : Kemenkop dan Inkopontren Siap Sukseskan Program MBG di Lingkungan Pondok Pesantren
"Tidak ada kendala dan untuk menu kami mengajukan ke BGN setelah diverifikasi tim ahli gizi dan disahkan oleh BGN," kata Jonny.
Saat ini, pihaknya telah memproduksi 1.500 paket MBG yang dibagikan kepada anak sekolah di sekitar Lanud Halim Perdana Kusuma.
Untuk selanjutnya akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 11 ribu paket MBG sesuai dengan geospasial yang menjadi cakupan wilayah kerjanya.
“Akan ada dapur tambahan untuk memenuhi cakupan wilayah distribusi yang menjadi tanggung jawab kami," ujar Jonny.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya