Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
3 Langkah Presiden Prabowo Jaga Stabilitas Ekonomi Pasca Tarif Impor Baru AS
Kamis, 3 April 2025 20:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) menuturkan, Presiden Prabowo Subianto telah mengantisipasi dampak dari keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengumumkan kebijakan tarif impor dengan tiga langkah.
Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi PCO Noudhy Valdryno menjelaskan, langkah pertama adalah memperluas mitra dagang RI.
Peluang ini terbuka lantaran Indonesia merupakan anggota BRICS. Kenggotaan Indonesia di organisasi ekonomi itu yang mencakup 40 persen perdagangan global itu, memperkuat berbagai perjanjian dagang multilateral.
Di antaranya, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dengan 10 negara ASEAN dan Australia, China, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru
"Langkah itu semakin memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional," ujar Noudhy dalam keterangan tertulis, Kamis (3/4/2025).
Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, juga melanjutkan upaya bergabung sebagai anggota tetap Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
Baca juga : Disambut Hangat Presiden Prabowo di Istana, Warga Wonogiri Nangis Terharu
Kemudian, meneruskan negosiasi beberapa perjanjian dagang lainnya, antara lain CP-TPP, IEU-CEPA, dan I-EAEU CEPA.
"Pemahaman mendalam tentang hubungan internasional dan perdagangan global menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia," tuturnya.
Berikutnya, langkah kedua yang dilakukan Prabowo adalah melakukan percepatan hilirisasi sumber daya alam (SDA).
Ia menyampaikan, dengan hilirisasi, Prabowo berupaya agar SDA Indonesia yang selama ini diekspor dalam bentuk bahan mentah, bisa mendapatkan nilai tambah.
Dipaparkan Noudhy, salah satu contoh sukses kebijakan hilirisasi ada di sektor nikel.
"Nilai ekspor nikel dan turunannya hanya mencapai 3,7 miliar dolar Amerika pada tahun 2014 melonjak menjadi 34,3 miliar dolar AS pada tahun 2022," ucapnya.
Baca juga : Presiden Prabowo: Indonesia Siap Dukung Pemulihan Gempa Myanmar
Salah satu cara Prabowo mempercepat hilirisasi SDA adalah dengan membentuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara alias Danantara.
"Danantara akan mendanai dan mengelola proyek hilirisasi di sektor-sektor utama seperti mineral, batu bara, minyak bumi, gas bumi, perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan," ungkap Noudhy.
Dengan langkah ini, Indonesia tidak hanya meningkatkan daya saing ekspor, tetapi juga tidak lagi bergantung pada investasi asing
Juga, mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan
Terakhir, langkah ketiga, adalah memperkuat ketangguhan resiliensi konsumsi dalam negeri. Caranya, dengan memperkuat daya beli masyarakat melalui program-program yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat.
Salah satunya, lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan 82 juta penerima manfaat pada akhir tahun 2025.
Baca juga : Pakar: Prabowo Harus Rangkul Masyarakat Sipil Kritis Demi Pemerintahan Inklusif
Selain itu, Presiden Prabowo juga akan mendirikan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa, membuka jutaan lapangan pekerjaan baru, dan mendorong perputaran uang di daerah.
Noudhy menyatakan, upaya ini bukan hanya akan meningkatkan konsumsi dalam negeri, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat perekonomian domestik.
"Dengan mendongkrak konsumsi rumah tangga, yang mencakup 54 persen dari PDB Indonesia, program ini akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya