Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penjelasan Istana: Video Monolog Gibran Cegah Informasi Bias
Senin, 28 April 2025 08:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka membuat konten di akun YouTube @GibranTV. Lewat video monolognya, Gibran membahas beberapa isu penting, seperti bonus demografi dan hilirisasi. Pihak Istana menyatakan, yang disampaikan Gibran adalah bentuk komunikasi publik untuk menyampaikan hal yang dilakukan Pemerintah sekaligus mencegah terjadinya bias informasi.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan, komunikasi langsung dari pejabat publik merupakan bagian penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan akurat. Dengan mayoritas penduduk Indonesia sudah melek teknologi dan informasi, pembuatan video monolog di YouTube sesuai dengan perkembangan zaman.
"Ada banyak cara komunikasi. Para pejabat, Pak Presiden, Pak Wapres, Pak Menteri, dan seluruh pejabat yang lain tentu punya kepentingan untuk menyampaikan hal-hal yang perlu diketahui oleh masyarakat," kata Juri, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (27/4/2025).
Menurut Juri, bentuk komunikasi pejabat publik bisa beragam, salah satunya melalui media sosial seperti YouTube. Yang terpenting, pesan-pesan strategis Pemerintah bisa sampai langsung ke masyarakat tanpa terdistorsi. "Modelnya macam-macam, yang penting pesannya sampai ke masyarakat," ujarnya.
Eks Ketua KPU ini menyebut, video monolog Gibran memungkinkan publik menerima informasi langsung dari sumber utama. Tanpa melalui perantara yang berpotensi menyebabkan bias atau pemotongan konteks.
"Tentu kita mengharapkan masyarakat mendapatkan informasi yang lebih benar, lebih langsung dari sumbernya," kata Juri.
Baca juga : Di Saat Masa Berkabung, Dunia Menanti Siapa Paus Baru
Juri menegaskan, berbicara kepada publik merupakan bagian dari pekerjaan resmi seorang pejabat negara.
"Salah satu tugas Presiden, Wakil Presiden, dan Menteri adalah berbicara. Menyampaikan hal yang menjadi kebijakan," jelasnya.
Juri menekankan kembali pentingnya pejabat negara untuk proaktif menyampaikan informasi agar masyarakat tidak terjebak pada narasi-narasi yang salah. "Kadang-kadang informasi yang beredar sering kali sudah bias dan tidak benar. Karena itu, baik sekali kalau para pejabat bisa menyampaikan langsung informasi yang benar," tutup Juri.
Dalam sepekan terakhir, Gibran telah membuat tiga video monolog. Pertama, diberi judul "Generasi Muda, Bonus Demografi dan Masa Depan Indonesia". Video tersebut telah ditonton 1,3 juta kali.
Lewat video berdurasi 6 menit 20 detik itu, Gibran mengingatkan bahwa masa bonus demografi Indonesia 2030-2045 adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan. "Peluang ini harus kita kelola agar menjadi kekuatan untuk masa depan Indonesia," katanya.
Kedua, putra sulung Presiden ke-7 RI Jokowi ini membuat video monolog yang membahas urusan sepak bola. Gibran memberi judul “Panggung Sepak Bola Nasional dan Dunia”. Video berdurasi 5 menit 11 detik ini sudah ditonton 197 ribu kali.
Baca juga : Di Kalimantan Barat, KPK Geledah Kantor Dinas
Ketiga atau yang terbaru, Gibran meluncurkan video membahas percepatan hilirisasi sebagai kunci masa depan ekonomi Indonesia. Video ini berjudul "Hilirisasi dan Masa Depan Indonesia", yang berdurasi 6 menit 39 detik. Video ini telah ditonton lebih dari 272 ribu kali.
Dalam video tersebut, Gibran memaparkan bahwa Pemerintah telah memetakan 28 komoditas unggulan yang berpotensi menghasilkan Rp 13 ribu triliun pada tahun 2040. Untuk mempercepat hilirisasi, Pemerintah membentuk Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dengan target menarik investasi hingga Rp 407 triliun.
"Hilirisasi butuh investasi besar, juga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang sains, teknologi, AI, dan matematika," terangnya.
Mantan Wali Kota Solo ini menambahkan, Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah, seperti nikel, timah, hingga rumput laut. Sumber daya ini berpotensi menjadi kekuatan ekonomi besar jika dikelola dengan benar.
Gibran menegaskan, hilirisasi bukan hanya soal membangun pabrik, tetapi juga tentang keadilan ekonomi. Hilirisasi di bidang pertanian, kelautan, hingga sektor digital dapat membuka lapangan kerja, memberdayakan UMKM, dan meningkatkan penerimaan negara. "Hilirisasi adalah jalan wajib menuju kemakmuran rakyat," tegasnya.
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mendukung penjelasan Gibran terkait percepatan hilirisasi maupun bonus demografi. Eddy menilai, potensi sumber daya alam Indonesia sangat melimpah dan harus segera dioptimalkan melalui hilirisasi dan industrialisasi.
Baca juga : Raih Gelar Juara Copa del Rey, Barca Dekati Treble Winner
"Sekarang, yang perlu kita fokuskan bersama adalah bagaimana peta jalan itu bisa segera dieksekusi agar hilirisasi itu betul-betul membuahkan nilai tambah yang sudah kita proyeksikan," ujar Eddy, kepada Rakyat Merdeka, Minggu (27/4/2025).
Menurut Eddy, langkah konkret perlu segera diambil untuk mengimplementasikan peta jalan hilirisasi yang telah disusun Pemerintah. Ia menilai, keberhasilan program ini akan berdampak langsung pada peningkatan nilai tambah komoditas, pertumbuhan ekonomi nasional, serta kesejahteraan masyarakat.
Politisi PAN ini menegaskan, tugas besar tersebut kini berada di tangan para menteri. "Ini menjadi tugas para menteri yang saat ini bertugas untuk menangani berbagai sektor yang terkait dengan hilirisasi dan sumber daya alam kita," tandasnya.
Dari kalangan pengamat, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno juga mendukung langkah Gibran yang rajin membuat konten soal isu penting di YouTube. Menurutnya, seorang pemimpin harus membangun narasi besar terkait isu strategis bangsa agar ada diskursus di masyarakat.
Adi menyatakan, seorang pemimpin harus bisa menyampaikan gagasan penting kebangsaan. "Gagasan itu semacam petunjuk bagaimana desain bangsa ke depan dijalankan. Namun, yang paling penting adalah implementasi dari gagasan itu jadi konkret," ujarnya, saat dikontak Rakyat Merdeka, Minggu (27/4/2025).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya