Dark/Light Mode

Kejar Target Net Zero Emission, Menperin Genjot Ekosistem Industri Hijau

Kamis, 8 Mei 2025 20:04 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Mata Lokal Festival 2025 yang digelar oleh Tribun Network di Jakarta, Kamis (8/5/2025). (Foto: Aditya/RM)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Mata Lokal Festival 2025 yang digelar oleh Tribun Network di Jakarta, Kamis (8/5/2025). (Foto: Aditya/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat langkah konkret untuk mendorong transformasi industri nasional menuju industri hijau dan rendah karbon.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa sektor industri turut menyumbang peningkatan emisi gas rumah kaca, yang jika tidak dikendalikan, dapat menghambat target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2050.

“Dari tahun 2011 hingga 2023, emisi dari sektor industri meningkat dua kali lipat, dan diperkirakan akan terus naik seiring pertumbuhan ekonomi,” ungkap Agus pada acara Mata Lokal Festival 2025 yang digelar oleh Tribun Network di Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Pada 2023, emisi dari proses industri dan penggunaan produk (IPPU) tercatat lebih dari 460 juta ton CO₂ ekuivalen, naik hampir 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sekitar 73 persen emisi berasal dari konsumsi energi, mayoritas dari bahan bakar fosil.

Baca juga : Kejar Target, Menteri Nusron Kebut Selesaikan Sertipikasi Tanah Wakaf

Untuk menekan laju emisi, Kemenperin telah menyusun Strategi Dekarbonisasi Industri. Strategi ini mencakup Peta Jalan Dekarbonisasi, Mekanisme Perdagangan Karbon, Kebijakan Pengurangan Emisi, penerapan Ekonomi Sirkular, teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU), serta penerapan dan standardisasi Industri Hijau.

Ada sembilan sektor industri prioritas yang menjadi fokus pengurangan emisi, antara lain semen, ammonia, logam, pulp dan kertas, tekstil, kimia, keramik dan kaca, makanan dan minuman, serta transportasi.

Hingga akhir 2024, Kemenperin telah menerbitkan 149 Sertifikasi Standar Industri Hijau, mencakup 62 standar dan 46 regulasi. “Standardisasi ini mendorong transformasi industri menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan, termasuk melalui penggunaan energi terbarukan, efisiensi bahan baku dan air, serta pengelolaan limbah,” jelas Menperin.

Sebagai bentuk apresiasi, Kemenperin juga rutin menyelenggarakan Penghargaan Industri Hijau. Sejak 2010 hingga 2024, sebanyak 1.165 perusahaan telah menerima penghargaan karena menunjukkan komitmen dalam penerapan prinsip industri hijau. Penghargaan ini mencakup lima kategori, mulai dari kinerja penerapan hingga peran pemerintah daerah.

Baca juga : Sejalan Asta Cita Prabowo, Menperin Tancap Gas Kembangkan Ekosistem EV

Untuk memperkuat ekosistem industri hijau, Kemenperin mengembangkan GISCO (Green Industry Service Company), yang akan menjembatani pelaku industri dengan penyedia pembiayaan hijau agar industri tidak terbebani biaya transisi energi bersih.

Selain itu, Kemenperin juga mengembangkan kawasan industri hijau yang mengarah pada konsep Smart-Eco Industrial Park, yaitu kawasan industri generasi keempat berbasis teknologi tinggi, hemat air, dan padat karya. Enam kawasan telah ditetapkan sebagai pilot project Eco Industrial Park, di antaranya Kawasan Industri Medan, Krakatau Industrial Estate, hingga MM2100 di Bekasi.

Agus juga menyoroti bahwa transformasi menuju industri hijau membuka peluang besar, termasuk akses ke pasar konsumen berkelanjutan dan peningkatan minat investasi. “Sebanyak 60 persen konsumen bersedia membayar lebih untuk produk ramah lingkungan, dan 57 persen investor kini fokus pada portofolio berkelanjutan,” tambahnya.

Langkah ini sekaligus menjadi respons terhadap kebijakan perdagangan global yang semakin ketat, seperti mekanisme penyesuaian karbon Uni Eropa (CBAM), regulasi anti-deforestasi Inggris, dan aturan impor bersih polusi di Amerika Serikat.

Baca juga : Mosaic Talk: Net Zero Emissions, Umat Muslim Dukung Transisi Energi Berkeadilan

Menutup pernyataannya, Menperin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama berkontribusi. “Saya berharap kolaborasi antara industri, pemerintah, dan media dapat memperkuat upaya pembangunan ekonomi berkelanjutan yang juga menjaga kelestarian bumi kita,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.