Dark/Light Mode

Menko Airlangga Serahkan Dokumen Aksesi

Indonesia Komit Gabung Dengan OECD

Rabu, 4 Juni 2025 07:35 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) menyerahkan Initial Memorandum (IM) kepada Sekjen OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development) Mathias Cormann dalam pertemuan bilateral di sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Dewan OECD 2025 di Paris, Prancis, Selasa (3/6/2025).
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) menyerahkan Initial Memorandum (IM) kepada Sekjen OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development) Mathias Cormann dalam pertemuan bilateral di sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Dewan OECD 2025 di Paris, Prancis, Selasa (3/6/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara resmi menyerahkan Initial Memorandum (IM) kepada Sekretaris Jenderal OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development) Mathias Cormann, dalam pertemuan bilateral di sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Dewan OECD 2025 di Paris, Prancis, Selasa (3/6/2025).

Penyerahan dokumen ini menandai dimulainya secara resmi tahap aksesi Indonesia ke OECD.

IM merupakan dokumen kunci dalam proses aksesi OECD, yang memuat asesmen menyeluruh terhadap regulasi dan standar nasional Indonesia dibandingkan dengan standar dan ketentuan OECD.

Penyerahan dokumen ini menjadi bukti kuatnya komitmen Indonesia dalam proses aksesi OECD, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Momen ini sekaligus menandai capaian penting kawasan, dengan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara pertama yang memulai proses aksesi dan menyerahkan Initial Memorandum.

Baca juga : Gerindra: Kebijakan Pertanian On The Track

“Sekretaris Jenderal Cormann sangat terkesan dengan kerja tim dan komitmen Indonesia. Saya juga sampaikan bahwa ini adalah komitmen Bapak Presiden, Pak Prabowo agar IM ini bisa diselesaikan secepatnya dan lintas pemerintahan,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Selasa (3/6/2025).

Proses dari komunikasi awal hingga dimulainya aksesi Indonesia ke OECD berlangsung dalam waktu relatif singkat. Pemerintah Indonesia mengirimkan surat intensi aksesi pada 14 Juli 2023, disusul persetujuan dimulainya diskusi aksesi pada 20 Februari 2024.

Selanjutnya, pada 29 Maret 2024, Roadmap for Accession OECD disetujui dan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dalam PTM OECD pada Mei 2024.

Berdasarkan peta jalan tersebut, IM Indonesia terdiri dari 32 bab yang mencakup asesmen terhadap regulasi, standar, dan praktik nasional berdasarkan 240 instrumen hukum OECD di 25 bidang kebijakan.

Dokumen ini menjadi dasar tahap selanjutnya dalam proses aksesi, yaitu technical review.

Baca juga : Penyaluran Tambahan Bansos Sesuai DTSEN

“Penyampaian Initial Memorandum oleh Indonesia dalam Pertemuan Dewan Menteri OECD 2025 merupakan momen bersejarah bagi organisasi kami. Karena ini menandai dimulainya fase teknis dari proses aksesi Indonesia,” ujar Cormann.

“Ini awal dari perjalanan transformasional positif, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat nyata bagi warga negara Indonesia. Termasuk peluang investasi dan pertumbuhan baru, serta peningkatan pendapatan dan standar hidup,” imbuhnya.

Selain menyerahkan IM, Airlangga juga menyerahkan surat dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tertanggal 28 Mei 2025 kepada Sekjen OECD. Surat tersebut menyatakan keinginan Indonesia bergabung dalam OECD Anti-Bribery Convention dan Working Group on Bribery.

Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Indonesia memperkuat tata kelola dan pemberantasan korupsi lintas negara.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Indonesia akan segera menyiapkan strategi untuk mempersiapkan aksesi pada konvensi tersebut.

Baca juga : Pengurus Partai Ummat Se-Yogya Mundur Massal

Sebagai informasi, OECD adalah forum internasional yang beranggotakan 38 negara, mayoritas merupakan negara maju. Organisasi ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi global.

Keanggotaan Indonesia di OECD diyakini akan memberikan dampak positif, termasuk mendorong transformasi struktural menuju Visi Indonesia Emas 2045 dan memperkuat kepemimpinan Indonesia di kancah global.

Sebagai bentuk dukungan terhadap aksesi Indonesia, Cormann dijadwalkan kembali mengunjungi Jakarta pada 26–28 Oktober 2025. Kunjungan ini akan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, yang menjadi momentum tepat untuk menumbuhkan kesadaran dan partisipasi pemuda dalam agenda reformasi menuju keanggotaan OECD. BCG

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Rabu, 4 Juni 2025 dengan judul "Menko Airlangga Serahkan Dokumen Aksesi, Indonesia Komit Gabung Dengan OECD)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.