Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Forum BRICS, Menko AHY: Perumahan Kunci Ketahanan Dan Inklusi Sosial Kota
Rabu, 25 Juni 2025 18:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, pentingnya perumahan sebagai elemen sentral dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan perubahan iklim di kawasan perkotaan.
Hal tersebut disampaikannya dalam sesi tematik Forum Urbanisasi BRICS ke-4 yang berlangsung di Istana Itamaraty, Kementerian Luar Negeri Brazil, Senin (23/6) waktu setempat.
“Perumahan bukan hanya titik awal adaptasi iklim, tetapi juga kunci ketahanan kota, inklusi sosial, dan pertumbuhan yang berkeadilan,” ujar AHY di hadapan para delegasi.
Dalam paparannya, AHY menekankan bahwa pembangunan infrastruktur berkelanjutan memang penting, namun tidak mencukupi jika tidak dibarengi dengan penciptaan kesempatan bagi masyarakat, utamanya melalui sektor perumahan.
Baca juga : Di Forum BRICS, Menko AHY Bicara Pembangunan Kota Inklusif & Berkelanjutan
“Membangun infrastruktur berkelanjutan itu perlu, tetapi belum cukup. Kita juga harus membangun kesempatan. Dan sedikit investasi yang mampu membuka kesempatan sebesar perumahan,” tegasnya.
Ia menyampaikan, dalam satu dekade terakhir, lebih dari tujuh juta rumah di Indonesia rusak akibat bencana, dengan 80 persen di antaranya disebabkan oleh banjir. Kerusakan tersebut berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari kehilangan tempat tinggal hingga gangguan terhadap kesehatan, pendidikan, dan penghidupan.
“Setiap atap yang hilang bukan hanya berarti kehilangan tempat tinggal, tapi juga risiko terhadap kesehatan, mata pencaharian, dan pendidikan. Karena itulah adaptasi harus dimulai dari rumah, tempat di mana hari dimulai,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Indonesia tengah menyusun Peta Jalan Perumahan Tangguh Nasional. Peta jalan ini akan mencakup komponen teknis seperti fondasi tahan banjir, sistem kelistrikan aman, atap penampung air hujan, akses sanitasi, hingga pelindung alami seperti sabuk mangrove.
Baca juga : Pelindo Kawal Ketahanan Pangan Nasional
Namun demikian, AHY mengingatkan, aspek fisik saja tidak cukup. Ia menekankan perlunya konektivitas antara hunian dan pusat aktivitas masyarakat.
“Perumahan yang terjangkau harus terhubung dengan pekerjaan, sekolah, dan layanan publik melalui pengembangan berbasis transportasi massal (transit-oriented development). Adaptasi tidak boleh mendorong keluarga ke pinggiran. Adaptasi harus menempatkan mereka di pusat kesempatan,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, AHY menyerukan, agar perumahan dijadikan bagian integral dari strategi kota yang inklusif dan tangguh terhadap perubahan iklim. “Perumahan harus menjadi lebih dari sekadar tempat tinggal. Ia harus menjadi garis depan ketahanan kota dan fondasi bagi pertumbuhan yang inklusif,” pungkasnya.
Forum Urbanisasi BRICS ke-4 bertujuan memperkuat kerja sama negara anggota dan mitra BRICS dalam isu-isu urbanisasi berkelanjutan. Dalam forum ini, AHY hadir atas undangan Menteri Perkotaan Brazil, Jader Barbalho.
Baca juga : Gibran Ajak Peradah Dukung Asta Cita Dan Sosialisasi Teknologi AI
Sebagai informasi, BRICS merupakan kelompok negara dengan ekonomi berkembang yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Forum ini turut melibatkan negara mitra seperti Indonesia, Mesir, Ethiopia, Nigeria, Bolivia, dan Kuba, dengan total 72 delegasi dari kawasan Global South.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya