Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Erick Thohir Soal Program Prioritas Presiden
Sekolah Rakyat, Gerakan Kebangsaan Untuk Membuka Akses Pendidikan
Senin, 4 Agustus 2025 08:06 WIB
Sebelumnya
Bagaimana sinergi kementerian terkait program Sekolah Rakyat. Termasuk dukungan pembangunan fasilitas sekolah, seperti perpustakaan modern hingga sarana olahraga?
Saya lihat Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Mendikdasmen Pak Abdul Mu’ti benar-benar berjibaku menjalankan program ini. Sudah ada modeling dari Pak Mensos. Di beberapa daerah sebenarnya sudah ada fasilitas, tinggal di-upgrade saja.
Dukungan datang dari semua pihak. Mulai dari anggaran, implementasi pendidikan, peran serta keluarga, hingga dukungan dari kami di BUMN. Semua berjalan secara berkesinambungan dan diwujudkan dalam bentuk kerja nyata. Namun tentu saja, butuh waktu. Kita perlu memberi kesempatan agar program ini bisa berjalan dengan baik. Saya melihat Sekolah Rakyat sebagai program yang luar biasa, sebuah breaktrough (terobosan besar) dalam konteks kebangsaan. Negara benar-benar hadir. Jangan sampai menutup kesempatan bagi siapapun yang ingin maju. Pendidikan itu kunci menentukan kualitas SDM, dan pada akhirnya menentukan kualitas hidup di masa depan.
Kapan hasilnya mulai bisa terlihat?
Baca juga : Mega Perintahkan Kader Banteng Dukung Pemerintah, Gerindra Senang
Tahun ini ada beberapa target percontohan Sekolah Rakyat mulai berjalan. Tahun ketiga mungkin sudah terlihat modelnya. Mudah-mudahan orang tua nanti makin banyak yang berminat menyekolahkan anaknya di situ. Yang penting adalah edukasi untuk para orang tua. Mereka perlu diyakinkan bahwa meskipun saat ini melepas anak ke boarding school mungkin terasa berat, tapi ini investasi masa depan mereka.
Bagaimana Bapak menjawab kritik bahwa Sekolah Rakyat adalah gerakan untuk kepentingan politik tertentu?
Sebagai seseorang dengan latar belakang profesional, dan tidak berasal dari partai politik mana pun, saya melihat bahwa program Sekolah Rakyat adalah gerakan politik kebangsaan, bukan politik partai.
Dasar gerakan ini adalah kepedulian pada pendidikan. Semua pihak, semua partai, pasti sepakat bahwa pendidikan itu penting.
Baca juga : Isu Munaslub Golkar Mimpi Di Siang Bolong
Bapak Presiden sudah menyampaikan berkali-kali, termasuk saat bicara terkait koperasi desa: “Ini bukan urusan partai saya. Ini urusan bangsa. Ini masalah kita bersama.”
Program ini bukan gerakan politik pribadi Presiden, tapi politik kebangsaan. Politik yang lahir dari visi kerakyatan Presiden, yang konsisten sejak masa kampanye hingga sekarang.
Pendidikan adalah jalan untuk memperbaiki nasib keluarga. Dalam pembangunan yang keberlanjutan, kita perlu sistem dan kepemimpinan. Tanpa sistem, kepemimpinan bisa jadi absolut. Dan tanpa pemimpin, sistem hanya jadi makalah. Pendidikan adalah bagian penting dari sistem ini. Di PSSI, saya menerapkannya lewat Garuda Akademi. Saya tahu, jika sistem dibangun dengan baik, hasilnya bisa langgeng dan meningkatkan kualitas SDM-nya.
Jadi program ini bukan proyek sesaat?
Baca juga : PAN Kalbar Orkestrasikan Tokoh Senior Dan Figur Muda
Saya melihat dan merasakan sendiri bahwa program Sekolah Rakyat ini murni dan benar-benar bentuk nyata negara hadir sampai ke akar rumput. Presiden memberikan akses pendidikan secara merata, dan adil kepada mereka yang selama ini tertinggal.
Negara tidak boleh terus-menerus bergantung pada kekayaan alam. Kita harus mulai beralih pada kekayaan intelektual, sumber daya manusia agar tidak tertinggal dari bangsa lain. Soal kebangsaan, kita tidak boleh berkata, “Hanya yang mampu boleh maju, yang tidak mampu tersingkir.” Itu namanya pembodohan terstruktur, kemiskinan terstruktur, dan itulah yang harus kita lawan. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya