Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kementerian PU Siap Renovasi Gedung DPRD Sulsel, Anggaran Tembus Rp 99 Miliar
Selasa, 16 September 2025 17:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menghitung anggaran untuk renovasi dan pembangunan ulang kantor DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) yang rusak akibat kebakaran pada aksi demonstrasi, Jumat (25/8). Perhitungan sementara, dibutuhkan anggaran Rp 99 miliar untuk rehabilitasi Gedung DPRD Sulsel yang mengalami rusak ringan hingga sedang.
Pemerintah Provinsi Sulsel sebelumnya mengusulkan rancangan awal yang pembangunan ulang Gedung DPRD Provinsi Sulsel sebesar Rp 233 miliar. Ketua DPRD DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi ikut mendampingi kunjungan kerja Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dewi Chomistriana ke Kantor DPRD Sulsel, Selasa (16/9/2025). Dalam kunjungan kerja ini, Dewi melakukn pemantauan dan inspeksi terhadap Gedung DPRD Sulsel yang mengalami kebakaran akibat demonstrasi massa pada Jumat, 29 Agustus lalu. Dalam perhitungan sementara, biaya untuk renovasi Gedung DPRD Sulsel ditaksir mencapai Rp 99 miliar.
Dalam inspeksi ini, Andi Rachmatika Dewi atau akrab disapa Cicu ini memperlihatkan sejumlah fasilitas kantor DPRD yang rusak dalam peristiwa kebakaran tersebut. Dia pun menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Kementerian PUPUPR meninjau langsung kondisi gedung pasca terbakar. “Tentu kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena Ibu Dirjen langsung turun melihat secara langsung apa yang menjadi kebutuhan kita dan apa yang harus dilakukan secepat mungkin,” ujar Cicu.
Baca juga : Kementerian PU Cepat Tanggap Tangani Banjir Di Bali
Menurutnya, kunjungan kerja Dirjen Cipta Karya ini memberi harapan besar agar kantor DPRD Sulsel ini bisa segera direnovasi. Apalagi dampak kebakaran ini telah membuat sejumlah bagian gedung rusak berat. Dari peninjauan ini diharapkan rehabilitasi dan rekonstruksi bisa disiapkan pelaksanaannya termasuk perkiraan kebutuhan pembangunan kembali. “Alhamdulillah, responsnya cepat dan kita sudah bisa secara kasar melihat kira-kira apa yang dibutuhkan,” tambahnya.
Cicu berharap desain baru gedung utama DPRD Sulsel akan mempertimbangkan aspek keselamatan. Seperti jalur evakuasi hingga keberadaan hydrant atau alat pemadam kebakaran. "Itu tentu sudah menjadi pertimbangan kementerian juga bahwa hydrant, jalur evakuasi ini akan menjadi bagian dari perencanaan kementerian untuk membangun ulang," tambahnya.
Sementara itu, Dirjen Cipta Karya Kementerian PU mengungkapkan dari pantauannya sementara ini terdapat sembilan massa bangunan yang terdampak. Dari jumlah itu, dua di antaranya mengalami kerusakan paling parah, yakni ruang sekretariat di bagian belakang dan gedung utama. "Yang paling berat ruang sekretariat dan gedung utama. Sisanya rusak ringan sampai sedang," kata Dewi.
Baca juga : Kemenag Matangkan Persiapan MQK Internasional Pertama Di Sulawesi Selatan
Dia mengungkapkan bahwa kemungkinan besar gedung utama tidak bakal direkonstruksi, hanya rehabilitasi besar-besaran. Struktur bangunan masih dinilai layak meski sudah berusia 47 tahun."Kalau sekretariat harus rekonstruksi. Kalau gedung utama masih bisa rehabilitasi berat," ungkapnya.
Adapun untuk pengerjaan direncanakan akan dilakukan secara bertahap. Untuk gedung tower yang hanya mengalami kerusakan ringan, perbaikan dijadwalkan selesai pada Desember 2025. Untuk dana anggaran rehabilitasi ringan hingga sedang diperkirakan mencapai Rp99 miliar. "Tower kami perbaiki dulu, mudah-mudahan Desember sudah bisa dipakai," jelasnya.
Ditambahkan dia, ahli struktur dari Direktorat Bina Teknik Kementerian PU akan melakukan pendalaman satu bulan untuk mengetahui tingkat kerusakan. Apalagi gedung utama sudah tidak memiliki dokumen as-built drawing atau gambar teknik kondisi aktual bangunan. Selain itu, rrekonstruksi akan mempertimbangkan kaidah-kaidah bangunan gedung sesuai dengan aturan yang berlaku. Termasuk ketahanan struktur bangunan yang mesti tahan gempa hingga skala 9 magnitudo. "Kami baru berhitung untuk kerusakan ringan sampai sedang. Untuk rekonstruksi masih dihitung," pungkasnya.
Baca juga : Disetujui DPR, Anggaran PU 2026 Tembus Rp 118,5 Triliun
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulsel mengusulkan anggaran sebesar Rp 233 miliar ke Pemerintah pusat untuk pembangunan kembali gedung DPRD Sulsel yang terbakar dalam kerusuhan, akhir Agustus lalu.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan perhitungan kebutuhan anggaran sudah dilakukan. Usulan itu segera diajukan ke Kementerian PU. "Nanti kita ajukan, sudah dihitung, sekitar Rp233 miliar untuk DPRD provinsi. Kita akan ajukan ke Kementerian PU dan sudah ada template yang diberikan untuk standar-standar pengusulan. Tinggal menunggu persetujuan pusat," kata Andi Sudirman.
Dijelaskannya, anggaran tersebut khusus untuk gedung DPRD Provinsi Sulsel. Sementara Pemkot Makassar akan menghitung sendiri kebutuhan untuk perbaikan fasilitas pemerintah kota yang juga terdampak dalam kerusuhan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya