Dark/Light Mode

Menkes Budi Terima Penghargaan The Goalkeepers dari Gates Foundation

Selasa, 23 September 2025 18:24 WIB
Foto: Humas Kemenkes.
Foto: Humas Kemenkes.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerima penghargaan The Goalkeepers dari Bill & Melinda Gates Foundation pada ajang Goalkeepers 2025 di New York, Senin (22/9/2025).

Penghargaan ini diberikan kepada tokoh dunia yang dinilai berhasil mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Menkes Budi dinobatkan berkat kepemimpinannya dalam mentransformasi sistem kesehatan Indonesia pascapandemi Covid-19.

The Goalkeepers merupakan tokoh-tokoh dunia yang dengan penuh komitmen menjaga dan memperjuangkan tercapainya target SDGs.

Dalam pidato kuncinya, Menkes Budi mengenang perjalanan hidupnya sejak lahir pada 1964. Dia mengisahkan, saat itu, satu dari tujuh bayi Indonesia tidak berhasil bertahan hidup hingga ulang tahun pertamanya.

Baca juga : Mensos Bertemu Wagub Papua Pegunungan, Bahas Penanganan Konflik Yalimo dan Bansos

“Berkat vaksinasi anak, seperti vaksin cacar, saya beruntung bisa selamat, tumbuh dewasa, menempuh pendidikan fisika, membangun karier 30 tahun di bidang perbankan, dan akhirnya dipercaya menjadi Menteri Kesehatan Republik Indonesia,” kisah Budi.

Ia juga menyinggung penunjukan dirinya sebagai Menkes pada 2020. Ia menjadi menteri kesehatan pertama yang tidak berlatar belakang medis.

Presiden saat itu, Joko Widodo (Jokowi) menugaskannya melakukannya dua hal, pertama menggulirkan vaksinasi Covid-19 secepat mungkin. Kedua, melaksanakan reformasi terbesar dalam sejarah sistem kesehatan Indonesia.

Dalam waktu kurang dari dua tahun, Indonesia berhasil mendistribusikan sekitar 450 juta dosis vaksin Covid-19 ke 280 juta penduduk di lebih dari 7.000 pulau berpenghuni.

“Tanggung jawab saya bukan hanya menakhodai bangsa melewati krisis, tetapi membangun sistem kesehatan nasional yang cukup kuat untuk melindungi setiap anak, setiap keluarga, setiap warga negara, jauh setelah krisis usai,” tegas Budi.

Baca juga : Prudential Syariah Raih 2 Penghargaan, Perkuat Inovasi dan Akses Proteksi Syariah

Pasca pandemi, Indonesia segera menambahkan vaksin HPV, PCV, dan Rotavirus ke program imunisasi nasional untuk menekan angka kematian ibu dan anak.

“Setiap tahun, ribuan ibu dan anak di Indonesia meninggal akibat kanker serviks, pneumonia, dan diare. Karena itu kami perlu bertindak cepat,” jelasnya.

Selain imunisasi, revitalisasi layanan primer juga menjadi prioritas. Kemenkes membenahi 10 ribu Puskesmas, 80 ribu Pustu, dan 300 ribu Poskesdes melalui dukungan pendanaan pembangunan.

Budi menambahkan, pada Februari 2025, Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program kesehatan terbesar yang pernah ada, yakni skrining kesehatan gratis tahunan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Hingga kini, lebih dari 30 juta orang telah disaring. Dengan kecepatan 500 ribu skrining per hari, kami menargetkan lebih dari 50 juta orang terlayani pada akhir tahun,” ungkapnya.

Baca juga : Genap 1 Tahun, InJourney Percepat Pengembangan Bandara Nasional

Menurutnya, kerja sama internasional menjadi kunci keberhasilan. Akses yang adil terhadap layanan primer dan vaksin tidak dapat diwujudkan dalam semalam.

Dukungan organisasi internasional seperti Gavi, Global Fund, dan Gates Foundation sangat membantu Indonesia.

Budi mengingatkan, sistem kesehatan, baik nasional maupun global, tidak dapat dijaga hanya oleh satu tangan, melainkan oleh paduan banyak tangan yang terulur bersama.

"Bukan untuk saling menaklukkan, melainkan untuk menaklukkan penyakit, bukan untuk mengklaim kejayaan, melainkan untuk menjaga kehidupan,” tutup Budi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.