Dark/Light Mode

Menko Perekonomian Bicara Capaian Pemerintahan Prabowo-Gibran

Ekonomi Kita Terang Sendiri

Kamis, 16 Oktober 2025 07:35 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Apakah ada terobosan lain untuk penciptaan lapangan kerja? 

Tentu saja. Pada akhirnya, penciptaan lapangan kerja selalu bermuara pada investasi. Namun, ada juga sejumlah proyek pemerintah yang langsung berdampak ke sektor riil. Misalnya, proyek MBG dengan nilai Rp 330 triliun membuka banyak peluang kerja, terutama di sektor konstruksi dan pendukungnya. 

Selain itu, Koperasi Merah Putih yang dikembangkan di 80 ribu desa. Jika masing-masing menyerap lima tenaga kerja saja, bisa menciptakan 400 ribu lapangan kerja baru. Kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 1 persen. 

Program padat karya di Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan Rakyat dan Kementerian Perhubungan juga menjadi bagian dari paket ekonomi ke­-8 yang berfokus pada penyerapan tenaga kerja lokal. 

Selain itu, program pembangunan rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ditingkatkan menjadi 350 ribu unit. Jika setiap rumah melibatkan lima pekerja, maka bisa menyerap sekitar 1,3 juta tenaga kerja. 

Baca juga : Mau Turunkan Pajak, Purbaya Kerek Daya Beli Rakyat

Ditambah lagi dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk perumahan senilai Rp 130 triliun, yang setara dengan pembangunan 320 ribu unit rumah. Total, akan ada sekitar 670 ribu unit rumah yang dibangun cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 3 persen, hanya dari sektor perumahan saja. 

Bagaimana dengan deregulasi dan reformasi kebijakan investasi? 

Pemerintah kini memperkuat reformasi kebijakan investasi lewat penerapan sistem Online Single Submission (OSS) yang diatur dalam PP Nomor 28 Tahun 2025, mulai berlaku 5 Oktober lalu. Sistem ini dilengkapi Service Level Agreement (SLA) antara kementerian dan lembaga (K/L), yang mengatur batas waktu penyelesaian perizinan. 

Jika batas waktu terlampaui, izin akan otomatis disetujui oleh sistem OSS. Ini menjadi terobosan penting untuk memangkas birokrasi, mempercepat proses investasi, dan meningkatkan kepastian berusaha di Indonesia. 

Dengan berbagai capaian tadi, target pertumbuhan ekonomi 8 persen kelihatannya makin realistis dan bakal tercapai ya? 

Baca juga : Prabowo, Salah Satu Penentu Dan Pencetak Sejarah Perdamaian Gaza

Ya, tadi saya sudah memberikan ilustrasi dari berbagai program. Secara teori, itu bisa menambah 2 sampai 3 persen. Dengan situasi fundamental sekarang di 5 persen, dan tambahan itu, maka bisa mencapai 6 sampai 7 persen, bahkan 8 persen. Ini harus kita dorong dengan ekosistem yang berjalan baik, dan kita harus menjaga keberlanjutan dari program itu sendiri. 

Bagaimana target pertumbuhan tahun depan? 

Target tahun depan adalah 5,4 persen. Mungkin tahun berikutnya bisa lebih tinggi, selama seluruh ekosistem yang sedang dibangun berjalan lancar. Ini termasuk MBG, Koperasi Merah Putih, dan pembangunan rumah masyarakat. 

Kondisi Timur Tengah saat ini lebih kondusif daripada tahun-­tahun lalu, dengan tercapainya perdamaian di Gaza. Apakah ini memberikan harapan bagus bagi perekonomian kita? 

Perang Gaza yang lalu, sudah termitigasi dampak ekonominya terhadap Indonesia. Sehingga efek perubahan harga komoditas relatif sudah landai. Demikian pula perang di Ukraina. Nah, faktor utama yang sekarang mempengaruhi ekonomi ke depan adalah perang tarifnya Trump. Kita berharap, perang tarif ini akan selesai. Karena kalau tidak, ekonomi akan terganggu. 

Baca juga : Andhyka Mutaqqin: Harus Berdasarkan Kajian, Bukan Tuntutan

Apakah pemerintah akan merilis stimulus ekonomi di akhir tahun? 

Program Nataru pasti jalan lagi, dan ada program lain yang akan diumumkan pada waktunya. Untuk UMKM, pemerintah sudah memberikan fasilitas bagi UMKM yang kena pajak dengan omzet Rp 4,8 miliar. Fasilitas ini dipastikan berlangsung 5 tahun ke depan, agar UMKM bisa merencanakan usahanya dengan baik dan tidak was-­was setiap tahun. 

Program unggulan mulai dari MBG, Koperasi Merah Putih, devisa hasil ekspor, capaian pemerintahan dalam satu tahun, hingga rencana program ke depan akan terus dijalankan. Pemerintah juga menjaga spending agar bisa diakselerasi dalam 3 bulan ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.