Dark/Light Mode

Kunjungi Sekolah Rakyat Di Pasuruan

Mensos: Jangan Ada Suap Dan Titip Rekrutmen Siswa

Senin, 17 November 2025 07:00 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memimpin dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (15/11/2025). (Foto: Dok. Kementerian Sosial).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memimpin dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (15/11/2025). (Foto: Dok. Kementerian Sosial).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengingatkan para pendamping Sekolah Rakyat agar menjaga integritas dan tidak bermain-main dalam proses rekrutmen siswa. Pesan tegas itu disampaikan Mensos saat menghadiri dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kota Pasuruan, Sabtu (15/11/2025).

Acara tersebut di hadapan ratusan peserta. Mulai dari siswa Sekolah Rakyat, orang tua, hingga para pendamping PKH, TKSK, TAGANA, Karang Taruna, dan pendamping rehabilitasi sosial.

Dalam sambutannya, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat harus dijalankan secara bersih, tanpa intervensi dan tanpa titip-menitip.

Baca juga : Kemenko PMK Inisiasi Kolaborasi Pentahelix

“Tidak ada ruang untuk suap, sogok, atau titip-titip. Wali kota tidak boleh titip, bupati tidak boleh titip, lurah, camat, bahkan menteri pun tidak boleh. Termasuk pendamping,” tegasnya.

Gus Ipul menegaskan, penerimaan siswa hanya boleh mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program unggulan Pemerintahan Prabowo Subianto ini memang ditujukan khusus bagi keluarga miskin.

“Yang bisa sekolah di sini adalah mereka di desil 1, maksimal desil 2. Pendamping harus bekerja berdasarkan data. Datanya dilihat dulu, baru didatangi,” ujarnya.

Baca juga : Jaga Soliditas Internal, Musda Golkar Kepri Batal

Dia mengingatkan, peran pendamping bukan sekadar mendata, tetapi juga mendampingi pemberdayaan keluarga siswa sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan yang terintegrasi. “Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan. Para pendamping akan menemani dan membimbing,” jelasnya.

Kemensos, kata Gus Ipul, kini sedang menggeser pendekatan dari perlindungan sosial menuju pemberdayaan sosial. Tujuannya, agar penerima manfaat tidak terus bergantung pada bansos. Ia menargetkan setiap pendamping mampu menggraduasi 10 keluarga penerima manfaat tiap tahun.

“Maksimal lima tahun menerima bansos. Setelah itu harus jadi keluarga yang mandiri,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.