Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Bangun Tempat Pengolahan Sampah Jadi Energi Di 34 Titik
Selasa, 6 Januari 2026 21:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah akan segera memulai pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy (PSEL) pada awal 2026 sebagai upaya mengurangi timbunan sampah dan mendukung ketahanan energi nasional.
Prasetyo mengatakan proyek tersebut akan dibangun di 34 titik yang tersebar di 34 kabupaten/kota. Khususnya daerah dengan volume timbunan sampah harian mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.
Baca juga : SIM Keliling Kabupaten Bogor Selasa 6 Januari, Hadir Di Mall Cileungsi
“Waste-to-energy akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini volume sampahnya sudah mencapai lebih dari 1.000 ton per hari. Ini memerlukan penanganan segera agar sampah tidak menggunung dan menimbulkan berbagai masalah lingkungan dan kesehatan,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers usai Taklimat Awal Tahun 2026 di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026)
Ia menambahkan proyek PSEL tersebut merupakan bagian dari 18 proyek hilirisasi strategis yang akan mulai dikerjakan pada periode Januari hingga Maret 2026.
Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota Selasa 6 Januari, Cek Di Sini Lokasinya
Sebelumnya, pemerintah menyampaikan bahwa seluruh proyek hilirisasi tersebut telah melewati tahap prastudi kelayakan dengan estimasi nilai investasi mencapai sekitar Rp 600 triliun. Pelaksanaan dan realisasi investasi proyek-proyek tersebut akan dipimpin oleh Danantara Indonesia.
PSEL merupakan teknologi pengolahan sampah yang tidak dapat didaur ulang menjadi energi, seperti listrik, panas, atau bahan bakar alternatif. Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah terbuka, menekan dampak lingkungan, serta mendukung kemandirian energi nasional dengan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil konvensional.
Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota Sabtu 3 Januari, Cek Di Sini Lokasinya
Selain proyek waste-to-energy, Prasetyo juga mengungkapkan pemerintah akan segera melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME).
DME merupakan bagian dari program hilirisasi batu bara berkalori rendah yang diolah menjadi gas alternatif untuk menekan ketergantungan impor gas elpiji (LPG). “Kemudian juga ada beberapa program lain yang berkaitan dengan energi serta program-program di bidang pertanian yang akan segera dijalankan,” tutup Prasetyo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya