Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bertemu Ara, Pangkopassus Bahas Rumah Pasukan Elite Baret Merah
Selasa, 10 Februari 2026 15:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi mengungkapkan, sebanyak 300 prajurit TNI dari pasukan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) belum memiliki rumah.
Program rumah subsidi Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan Kawasan dan Permukiman (PKP) diyakini dapat membantu kebutuhan prajurit baret merah memiliki hunian layak dan terjangkau.
Hal tersebut disampaikan Letjen TNI Djon usai bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jakarta, Senin (9/2/2026) malam.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas rencana pembangunan rumah susun (rusun) Kopassus, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), KUR Perumahan serta program rumah subsidi.
Baca juga : Bertemu Gubernur Pram, Dewas Pras Bahas Transformasi dan Perluasan Layanan Air
"Kalau dihitung sampai saat ini jumlahnya ada sekitar 300 prajurit belum memiliki rumah. Dengan adanya program rumah subsidi, tentunya sangat membantu prajurit memiliki rumah," ujar Danden 1 Grup A Paspampres periode 2011-2013 ini.
Selain itu, Kopassus bersama Pemerintah juga menyiapkan rencana pembangunan rusun subsidi prajurit TNI di Solo, Jawa Tengah tahun ini. Pendanaannya akan dibantu negara melalui Kementerian PKP.
"Di Solo, masih ada kekurangan sekitar 67 unit rumah. Karena itu, kami dibantu Pemerintah untuk bangun satu tower rusun, delapan lantai. Dengan satu tower saya kira sudah terpenuhi 100 persen kebutuhan di grup 2 Kopassus," kata jenderal lulusan terbaik Adhi Makayasa ini.
Menurut Djon, peningkatan kesejahteraan prajurit, termasuk pemenuhan kebutuhan perumahan, akan berdampak pada motivasi dan kualitas kerja prajurit dalam menjalankan tugas.
Baca juga : Prabowo Bertemu Ara Di Hambalang, Bahas 141 Ribu Rumah Bersubsidi
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, pembangunan rusun merupakan bentuk nyata dan perhatian Pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit TNI, khususnya anggota Kopassus yang belum punya tempat tinggal.
"Pembangunan rusun prajurit TNI AD, khususnya Kopassus di Solo tahun ini sudah kami diskusikan dengan Panglima TNI," kata Ara, sapaan akrabnya.
Mantan anggota DPR empat periode ini menambahkan, program Tabungan Perumahan Rakyat dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga akan diarahkan untuk mendukung pembiayaan serta mendorong semangat gotong royong dalam penyediaan hunian layak bagi para prajurit.
"PKP akan mengawal pembangunan rumah ini sampai tuntas. Kami sangat senang bisa bersinergi dengan teman-teman Kopassus yang telah banyak berjuang bagi NKRI," ujar Ara.
Baca juga : Banjir Seminggu, Warga Pati Cari Makan Pake Perahu
Sementara Dirjen Perumahan Perkotaan PKP, Sri Haryati menambahkan, pembangunan rusun prajurit Kopassus menggunakan APBN.
"Saat ini alokasi awal yang disiapkan sebesar Rp 13 miliar untuk pembangunan tiga lantai pertama, dan akan dilanjutkan dengan mekanisme multi years contract (MYC) 2026-2027 setelah dilakukan perhitungan kebutuhan secara menyeluruh," tuturnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya