Dark/Light Mode

Prabowo Alokasikan 90 Ribu Hektare Hutan Untuk Habitat Gajah Sumatera

Jumat, 13 Maret 2026 10:06 WIB
Foto: Tim Media Presiden
Foto: Tim Media Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan langkah baru untuk menyelamatkan populasi gajah di Indonesia yang terus terancam akibat penyusutan habitat. Salah satu kebijakan yang akan ditempuh adalah penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) khusus untuk penyelamatan gajah Sumatera dan gajah Borneo.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah mencermati penurunan signifikan kantong habitat gajah di Indonesia.

“Secara saintifik dulu ada 42 kantong gajah di Indonesia. Ketika pertama kali Pak Presiden Prabowo Subianto memberikan amanah kepada saya sebagai Menteri Kehutanan, saya cek kembali, kantong gajah yang dahulu jumlahnya 42, sekarang tinggal 21 saja,” kata Raja Juli Antoni di Istana Kepresidenan, Kamis (12/3/2026).

Baca juga : Penjual Tokopedia dan TikTok Shop Raih Peningkatan 2 Kali Lipat Saat Ramadan

Ia menjelaskan, penyusutan habitat tersebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah karena dapat mengancam kelangsungan hidup satwa yang dilindungi tersebut.

Menurut dia, tanpa intervensi kuat dari pemerintah, kerusakan habitat gajah diperkirakan akan terus berlanjut dan berpotensi mendorong kepunahan.

“Kalau tidak ada intervensi serius oleh pemerintah, maka kerusakan kantong-kantong gajah ini adalah sebuah keniscayaan. Karena itu populasi gajah sebagai satwa dilindungi tidak menutup kemungkinan bisa punah,” ujarnya.

Baca juga : Habib Aboe Bagikan Bingkisan Lebaran Untuk Kader PKS Kalsel

Sebagai bagian dari langkah penyelamatan, Presiden Prabowo juga menyerahkan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang dimilikinya untuk dimanfaatkan sebagai kawasan konservasi gajah Sumatera. Luas kawasan yang dialokasikan untuk konservasi tersebut kini mencapai sekitar 90.000 hektare.

Raja Juli Antoni menjelaskan komitmen itu sebelumnya telah disampaikan Presiden Prabowo di Aceh dan kembali ditegaskan saat bertemu Raja Inggris Charles III di London.

“Awalnya King Charles meminta 10.000 hektare. Pak Presiden menyerahkan 20.000 hektare, bahkan sekarang menjadi 90.000 hektare. Semuanya diperuntukkan untuk menjaga habitat gajah di Sumatera,” kata dia.

Baca juga : DPR Apresiasi Satgas PRR Kebut Rehabilitasi Bencana Sumatera

Menurut Raja Juli Antoni, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati sekaligus melindungi habitat satwa liar di Indonesia.

Ia menambahkan sejumlah aktivis lingkungan juga menilai kebijakan tersebut sebagai bukti kepedulian pemerintah terhadap upaya konservasi satwa dilindungi di Tanah Air.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.