Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ara Cek Lahan KAI, Siap Dimanfaatkan Untuk Hunian Rakyat
Senin, 6 April 2026 09:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengecek lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (5/4/2026). Lahan tersebut rencananya dimanfaatkan untuk program 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam peninjauan itu, Ara, sapaan Maruarar, bertemu dengan Rosario de Marshal alias Hercules. Dalam perbincangan, ia menyatakan dukungannya terhadap program perumahan rakyat tersebut.
"Hak Pengelolaan Lahan (HPL) itu untuk mengelola, bukan memiliki. Kalau ini milik negara, hari ini saya serahkan," ujar Hercules, dikutip dari video di akun Instagram @maruararsirait.
Ara menegaskan, tujuan pemerintah jelas untuk membangun rumah bagi rakyat. "Tujuan saya ini untuk membangun rumah rakyat, bukan untuk pengembang atau pihak lain," tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ara didampingi Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, serta PT Astra International Tbk. Mereka menggunakan kereta inspeksi dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Kota untuk meninjau lahan yang akan dimanfaatkan.
Astra Siap Bangun 1.000 Unit
Baca juga : Cuaca Besok Apakah Hujan Atau Panas? Ini Info BMKG Untuk Wilayah Jakarta
Ara mengungkapkan, terdapat tiga lokasi lahan milik PT KAI yang saat ini masih dikuasai pihak ketiga dan akan diambil alih. Ketiga lahan tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap sebagai aset PT KAI.
"Ada tiga lokasi lahan yang sudah berkekuatan hukum tetap, tapi masih dikuasai pihak ketiga," katanya.
Ia menjelaskan, pengambilalihan lahan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo serta Ketua Satgas Perumahan Hasyim Djojohadikusumo. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian layak. Ara menegaskan, negara tidak boleh kalah dalam mengelola aset.
"Aset negara harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Tujuan kami menghadirkan hunian yang layak, aman, dan manusiawi," ujarnya.
Untuk mempercepat pembangunan, Kementerian PKP menggandeng sektor swasta. PT Astra International Tbk menyatakan kesiapan membangun hingga 1.000 unit rumah melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di atas lahan milik KAI.
Baca juga : Dana Desa Bisa Digunakan Untuk Penanganan Tuberkulosis
"Ini bentuk nyata kolaborasi pemerintah, BUMN, dan swasta agar pembangunan berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan," ujar Ara.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan alternatif melalui dana CSR.
Sementara itu, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyebut pihaknya bersama PT KAI masih mengkaji titik lokasi pembangunan. Keputusan final akan ditetapkan dalam waktu dekat.
"Barusan kami meninjau kesiapan lahan untuk pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Mohon doanya agar segera ditentukan lokasinya," pungkasnya.
Tinjau Rusun Tzu Chi
Selain meninjau lahan di Tanah Abang, Ara juga mengunjungi Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng, Jakarta Barat. Hunian vertikal ini menjadi percontohan pembangunan rumah susun berbasis kolaborasi antara pemerintah dan swasta.
Baca juga : Kolaborasi Taspen dan Bank Mandiri Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat
Turut hadir Direktur Utama Perumnas Imelda Alini Pohan dan Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong model pembangunan hunian vertikal yang memanfaatkan aset negara dan dikelola secara profesional oleh pihak swasta untuk meningkatkan kualitas layanan dan keberlanjutan.
Rusun Cinta Kasih Tzu Chi dikenal sebagai salah satu model hunian vertikal yang mengedepankan kualitas bangunan, penataan lingkungan, serta pembinaan sosial masyarakat.
Kalau mau, bisa saya “dipoles” lagi jadi versi lebih bertutur khas halaman depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya