Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Makkah Route Permudah Jemaah Haji Lansia Dan Disabilitas
Minggu, 17 Mei 2026 19:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Raut wajah sejumlah jemaah calon haji lansia dan penyandang disabilitas tampak tenang saat turun dari bus DAMRI di Terminal 2, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Minggu (17/5/2026). Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka, para petugas dari unsur kepolisian dan Imigrasi langsung sigap memberikan tongkat, memapah, menggendong, hingga mendudukkan mereka di kursi roda. Tampak pula jajaran Pusdatin Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) serta Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta Galih Perdhana yang ikut membantu.
Diketahui, para lansia dan disabilitas di bus pertama pada siang itu adalah bagian dari 35.285 jemaah calon haji dari tiga embarkasi, yakni Pondok Gede, Bekasi, dan Cipondoh. Mereka telah dilayani sejak pemberangkatan pertama pada 22 April 2026. Adapun pemberangkatan terakhir dijadwalkan pada 21 Mei 2026.
Nah, setelah turun dari bus, semua jemaah langsung diantarkan ke dalam menuju ke lobi tunggu. Untuk kemudian, secara teratur dituntun masuk ke ruangan Makkah Route. Fast track alias Makkah Route adalah layanan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga di Arab Saudi. Termasuk Kementerian Haji dan Umrah, Kemenimipas, Kemendagri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, dan lainnya.
Baca juga : PPIH 2026 Perkuat Layanan Jemaah Haji Lansia-Disabilitas
Dari pantauan, para petugas Imigrasi Arab Saudi dengan ramah melayani pemeriksaan paspor, visa, rekam sidik jari, dan pemindaian wajah. Seluruh proses pendataan dilakukan secara digital menggunakan tablet, dengan waktu hanya sekitar 1 hingga 3 menit per jemaah.
Setelah lolos pemeriksaan, paspor jemaah tidak dipegang masing-masing melainkan dikumpulkan dan diserahkan secara kolektif kepada pihak maskapai atau petugas muasassah. Kemudian, paspor dan barang bawaan jemaah diberikan tanda khusus sebagai penanda bahwa mereka telah melalui proses Makkah Route.
Menurut Galih Perdhana, Makkah Route terbukti mampu mempercepat mobilitas jemaah. Pemeriksaan paspor dan visa telah dilakukan sejak di Indonesia. Sehingga, jemaah bisa langsung fokus beribadah setibanya di Tanah Suci.
Baca juga : UMJ Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Perkuat Budaya Akademik Dan Riset
"Harapannya, negara hadir. Memberikan efisiensi proses dan jemaah haji tidak lagi disibukkan dengan clearance (pemeriksaan) nanti di Arab Saudi," ungkap Galih.
"Saya teringat waktu umrah. Kita harus dihadapkan dengan antrean panjang. Capek secara fisik dan mental," imbuhnya.
Sejak berjalan pada 2018, kini Makkah Route memiliki 10 counter di empat bandara yakni Soetta, Adi Soemarmo Solo, Juanda Surabaya dan Hasanuddin Makassar.
Baca juga : Deretan Elite Penegak Hukum dan Pejabat Hadir di Pelantikan PERADI Profesional
"Untuk Bandara Soekarno-Hatta, kita terjadwalkan untuk menyelesaikan 35.285 jemaah. Saat ini baru 30 ribuan yang telah dilakukan clearance-nya," beber Galih.
Selain Makkah Route, ada layanan lain di Soetta yang sudah berjalan cukup baik. Di antaranya Immigration Autogate Clearance dan lounge nyaman untuk pekerja migran Indonesia. Di lounge tersebut juga dijajakan produk karya warga binaan dari sejumlah lembaga pemasyarakatan di Tanah Air.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya