Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenperin Percepat Transformasi Digital Industri Farmasi Dengan AI
Senin, 20 Juli 2026 15:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat transformasi digital sektor farmasi melalui pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing industri nasional.
Langkah tersebut diwujudkan melalui fasilitasi Proof of Concept (PoC) solusi Industri 4.0 berbasis AI pada sektor farmasi yang menjadi salah satu sektor prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan transformasi digital telah menjadi kebutuhan bagi industri nasional untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
“Akselerasi transformasi digital dan adopsi teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mendongkrak efisiensi dan daya saing global sektor kimia dan farmasi kita,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Baca juga : Pertamina Patra Niaga dan Polda Sumut Percepat Normalisasi Distribusi BBM
Untuk mendukung upaya tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) memfasilitasi implementasi teknologi digital melalui berbagai program kolaboratif yang melibatkan pelaku industri dan penyedia teknologi.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan, pihaknya tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia industri, tetapi juga mempercepat penerapan teknologi di lingkungan manufaktur.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi
Menurut dia, PIDI 4.0 memfasilitasi pelaksanaan Proof of Concept sebagai sarana bagi perusahaan untuk menguji kelayakan solusi digital dalam kondisi operasional sebelum diterapkan secara lebih luas.
Selama April hingga Juni 2026, BPSDMI memfasilitasi pelaksanaan PoC System Invariant Analytics Technology (SIAT) yang dikembangkan PT NEC Indonesia bersama mitra lokal Bogor Technology. Solusi tersebut diimplementasikan di PT Kalbe Farma Tbk untuk mendukung sistem predictive maintenanceberbasis AI dan pemantauan kondisi peralatan produksi secara real time.
Baca juga : Industri Kemasan Terapkan Standardisasi Dan Sertifikasi
Teknologi SIAT memanfaatkan AI dan machine learning untuk menganalisis kondisi mesin produksi secara prediktif sehingga potensi gangguan dapat dideteksi lebih dini. Teknologi tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko downtime, meningkatkan keandalan aset, mengoptimalkan pemeliharaan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Selain menguji kemampuan analisis sistem, PoC tersebut juga mengevaluasi tingkat akurasi, kemudahan integrasi dengan sistem yang telah digunakan perusahaan, serta peluang pengembangan solusi pada tahap implementasi berikutnya.
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri Ronggolawe Sahuri mengatakan kolaborasi antara pemerintah, industri pengguna, dan penyedia teknologi menjadi model sinergi yang efektif dalam mempercepat implementasi Industri 4.0.
“Melalui kolaborasi ini, proses transformasi digital tidak hanya menjadi sebuah konsep, tetapi dapat diwujudkan dalam implementasi yang memberikan manfaat nyata bagi industri,” ujarnya.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Percepat Normalisasi Distribusi BBM di Sumatera Utara
Hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan PoC berhasil diselesaikan dengan tingkat kepuasan 8 dari skala 10 berdasarkan penilaian PT Kalbe Farma Tbk. Dari tiga target utama yang ditetapkan, dua target berhasil dicapai sepenuhnya sehingga solusi SIAT dinilai memiliki prospek untuk diimplementasikan lebih luas di sektor manufaktur.
Presiden Direktur PT NEC Indonesia Akifumi Katano mengatakan keberhasilan PoC tersebut menjadi tonggak penting dalam mempercepat adopsi inovasi digital di sektor industri nasional.
Sementara itu, Engineering Group Head PT Kalbe Farma Tbk Ronald Effendi menilai sistem SIAT mampu mengintegrasikan dan mengolah data secara komprehensif sehingga membuka peluang baru dalam optimalisasi aset digital perusahaan sekaligus meningkatkan daya saing industri farmasi.
Kemenperin optimistis kolaborasi antara pemerintah, penyedia teknologi, dan pelaku industri akan semakin mempercepat transformasi digital sektor manufaktur. Implementasi teknologi Industri 4.0 secara lebih luas diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta daya saing industri nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya