Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Regulasi Terlalu Banyak, Prabowo Perintahkan Kebut Single National Identity Card
Senin, 20 Juli 2026 20:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto berkomitmen mempercepat reformasi birokrasi melalui penyederhanaan regulasi dan digitalisasi layanan pemerintahan, termasuk percepatan implementasi Single National Identity Card sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan. Presiden Prabowo menyebut, Indonesia berada di jalur yang tepat dalam pembangunan, namun tetap perlu melakukan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan.
“Kita yakin berada di arah yang benar, tapi kita juga waspada. Kita koreksi diri, kita tahu bahwa efisiensi kita masih kurang. Regulasi kita terlalu banyak, peraturan kita terlalu banyak,” ujar Prabowo, dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Sebagai langkah perbaikan, Prabowo menegaskan pentingnya menyederhanakan birokrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Pemerintah tengah merintis digitalisasi pemerintahan melalui GovTech dan berbagai program transformasi digital lainnya.
Baca juga : Prabowo Perintahkan BGN Kaji Berbagai Alternatif Pelaksanaan MBG
“Saya tegaskan di sini, kita harus sederhanakan pemerintahan. Kita akan mulai melaksanakan atau sudah merintis ke arah digitalisasi pemerintahan, dengan GovTech, dengan program-program lainnya,” katanya.
Prabowo juga berharap implementasi Single National Identity Card dapat segera direalisasikan agar layanan publik menjadi lebih terintegrasi, efisien, dan mudah diakses masyarakat.
“Saya berharap nanti Single National Identity Card bisa dieksekusi, bisa diimplementasi dengan sebaik-baiknya. Kita terus sederhanakan peraturan-peraturan menteri dan sebagainya,” ungkapnya.
Baca juga : Resmikan 5 Bendungan, Prabowo Yakin RI Akan Jadi Lumbung Pangan Dunia
Selain itu, Prabowo menilai Indonesia telah memiliki sistem perlindungan sosial yang kuat sebagai hasil pembangunan yang berkesinambungan. “Salah satu prestasi kita adalah bahwa sekarang kita memiliki sistem perlindungan sosial yang menurut saya, merupakan salah satu yang terkuat di dunia,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan merupakan hasil estafet kepemimpinan nasional dari para presiden sebelumnya. Menurutnya, tugas Pemerintah saat ini adalah melanjutkan, membangun, dan menyempurnakan fondasi yang telah ada.
“Saya selalu mengakui ini adalah long march semua dari Bung Karno, dari Soeharto, Megawati, Gus Dur, Jokowi, semua hasil dari kerja keras Pemerintah kita. Tugas kita, kita bangun kita perbaiki,” pungkas Prabowo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya