Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- HUT ke-61 IKPI Hadirkan 11 Kegiatan, Jalan Sehat Jadi Magnet Ribuan Peserta
- PSSI Siapkan 254 Tiket Suporter Buat Laga Tandang Lawan Singapura
- Nazriel Tak Mau Cepat Puas, Bidik Final Bersama Persib
- Bekal Lawan Vietnam, Herdman Puji Mental Baja Timnas
- Real Madrid Buang Keunggulan, Ditahan Fiorentina 2-2
Manufaktur RI Kembali Ekspansif, IKI Juli 2026 Naik Ke Level 53,10
Jumat, 31 Juli 2026 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kinerja sektor manufaktur Indonesia kembali menunjukkan tren ekspansif pada Juli 2026 seiring meningkatnya permintaan dan aktivitas produksi setelah sempat menghadapi tekanan pada bulan sebelumnya. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juli 2026 berada di level 53,10 atau naik 0,20 poin dibandingkan Juni 2026 yang sebesar 52,90.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief mengatakan kenaikan IKI tersebut mencerminkan ketahanan industri nasional di tengah tantangan ekonomi global maupun domestik. Hingga Juli 2026, sebanyak 22 dari 23 subsektor industri pengolahan berada pada fase ekspansi dengan kontribusi mencapai 98,6 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nonmigas.
"Industri dalam negeri kembali menunjukkan resiliensinya menghadapi berbagai tekanan pada sisi produksi ataupun demand pada pasar domestik dan global yang ditunjukkan oleh kenaikan IKI sebesar 0,20 dari 52,90 pada bulan Juni menjadi 53,10 pada bulan Juli 2026," kata Febri dalam rilis IKI Juli 2026 di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Menurut dia, peningkatan aktivitas industri terutama ditopang oleh membaiknya permintaan baru. Komponen permintaan dalam pembentukan IKI naik 0,45 poin menjadi 53,80, didorong oleh meningkatnya kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
Febri menjelaskan kenaikan permintaan berasal dari meningkatnya kebutuhan produk manufaktur oleh berbagai sektor ekonomi, konsumsi rumah tangga menjelang tahun ajaran baru, serta pelaksanaan sejumlah program pemerintah.
Baca juga : SIM Keliling Bekasi Jumat 31 Juli 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap
Program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan, implementasi biodiesel B50, hingga pembangunan tiga juta rumah subsidi. Selain itu, peningkatan investasi industri baru dan pesanan ekspor turut menopang pertumbuhan permintaan.
Kemenperin mencatat sebanyak 152 industri baru mulai beroperasi pada semester pertama 2026. Industri tersebut merealisasikan investasi sebesar Rp 157,6 triliun dan menyerap 56.347 tenaga kerja baru di sektor produksi.
"Kenaikan aktivitas manufaktur Indonesia pada bulan Juli 2026 terutama ditopang oleh kenaikan dari sisi permintaan domestik, terutama mulai jalannya program pemerintah seperti MBG, kelanjutan pembangunan Koperasi Merah Putih, B50, Kampung Nelayan, serta program tiga juta rumah subsidi," ujar Febri.
Selain permintaan, aktivitas produksi juga mengalami penguatan. Variabel produksi naik 0,27 poin dari 54,28 pada Juni menjadi 54,55 pada Juli 2026.
Menurut Febri, kondisi tersebut menunjukkan rantai pasok industri mulai pulih setelah sebelumnya terdampak pemadaman listrik, kenaikan harga gas industri, serta meningkatnya harga bahan baku impor.
Baca juga : SIM Keliling Bekasi Kamis 30 Juli 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap
"Rantai pasok industri dalam negeri pada bulan Juli 2026 menunjukkan aktivitas lebih kuat dibandingkan bulan sebelumnya. Masalah pada sisi produksi yang terjadi pada bulan Juni telah teratasi dengan baik," katanya.
Meski demikian, variabel persediaan masih berada pada fase kontraksi. Sejumlah pelaku industri memilih menahan stok hasil produksi di gudang sambil menunggu perkembangan kebijakan maupun insentif pemerintah sebelum mendistribusikannya ke pasar.
Febri mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian pelaku usaha, meskipun permintaan pasar terus mengalami peningkatan.
Dari 23 subsektor industri pengolahan nonmigas yang dipantau, industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer serta industri minuman menjadi subsektor dengan kinerja terbaik pada Juli 2026.
Sementara itu, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki menjadi satu-satunya subsektor yang masih berada dalam fase kontraksi akibat lemahnya permintaan ekspor serta meningkatnya biaya logistik internasional.
Baca juga : SIM Keliling Tangsel Kamis 30 Juli 2026, Ini Lokasi & Jadwal Lengkap
"Kondisi tersebut mencerminkan masih adanya penumpukan stok produk jadi pada sebagian industri, sehingga perlu terus diantisipasi melalui penguatan permintaan, baik dari pasar domestik maupun ekspor," ujar Febri.
Hasil survei Kemenperin juga menunjukkan iklim usaha industri semakin membaik. Sebanyak 77,9 persen responden menyatakan kondisi usahanya membaik atau tetap stabil, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Di sisi lain, tingkat pesimisme pelaku usaha terhadap prospek enam bulan ke depan turun menjadi 7 persen, meskipun tingkat optimisme sedikit terkoreksi menjadi 67,8 persen.
"Ini menunjukkan bahwa dunia usaha masih memiliki keyakinan terhadap prospek industri nasional, namun tetap mencermati berbagai perkembangan ekonomi global secara hati-hati," kata Febri.
Ke depan, Kemenperin akan terus memperkuat daya saing sektor manufaktur melalui percepatan implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), penguatan penggunaan produk dalam negeri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pengendalian impor, percepatan industrialisasi, serta mendorong investasi manufaktur berteknologi tinggi agar industri nasional semakin terintegrasi dalam rantai pasok global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya