Dark/Light Mode

KNMP Bilelando Pangkas Biaya Melaut, Zulhas: Penghasilan Nelayan Ikut Naik

Senin, 3 Agustus 2026 11:10 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan berbincang dengan nelayan saat meninjau fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih di Lombok, Nusa Tenggara Barat. (Dok. Kemenko Pangan)
Menko Pangan Zulkifli Hasan berbincang dengan nelayan saat meninjau fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih di Lombok, Nusa Tenggara Barat. (Dok. Kemenko Pangan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir. Melalui penyediaan berbagai fasilitas pendukung, program tersebut diharapkan mampu menekan biaya operasional, menjaga kualitas hasil tangkapan, sekaligus meningkatkan pendapatan nelayan.

Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Ekas Buana, Kabupaten Lombok Timur, dan Desa Bilelando, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

"KNMP dirancang agar biaya operasional nelayan lebih efisien, kualitas hasil tangkapan terjaga, dan pendapatan mereka meningkat. Inilah bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat pesisir," kata Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, Jumat (31/7/2026).

Baca juga : Bupati Pemalang Peras Perangkat Daerah-Rekanan untuk Pengurusan Perkara

Menurut Zulhas, Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi nelayan.

Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029. Hingga akhir 2026, sebanyak 1.369 KNMP ditargetkan terbangun. Saat ini, 65 lokasi di 25 provinsi telah rampung 100 persen, sedangkan 35 lokasi lainnya ditargetkan selesai secara bertahap pada Agustus 2026.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat sendiri telah berdiri tiga Kampung Nelayan Merah Putih, yakni di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Sumbawa.

Baca juga : Kepercayaan Publik Dibangun Dari Data Akurat Dan Pelayanan Berkualitas

Saat meninjau KNMP Desa Ekas Buana, Zulhas melihat langsung fasilitas cold chain yang meliputi portable cold storage, pabrik es, dan mobil berpendingin. Kawasan tersebut didukung 277 nelayan aktif dengan produksi perikanan mencapai 761,75 ton per tahun dan diproyeksikan menghasilkan omzet sekitar Rp10,46 miliar per tahun dari enam unit usaha yang dikembangkan.

Sementara itu, KNMP Desa Bilelando yang didukung 309 nelayan aktif telah membukukan pendapatan sekitar Rp133 juta hanya dalam sekitar tiga setengah bulan beroperasi. Pendapatan tersebut berasal dari berbagai unit usaha, seperti cold storage, pabrik es, mobil berpendingin, bengkel nelayan, hingga kios pemasaran hasil perikanan.

Manfaat program tersebut juga dirasakan langsung oleh para nelayan. Abdul Karim, nelayan Desa Ekas Buana, mengaku keberadaan pabrik es dan cold storage membuat biaya operasional menjadi lebih hemat.

Baca juga : Menhut Benahi Layanan Kehutanan, Prioritaskan Digitalisasi Pelayanan Publik

"Dulu kami harus membeli es batu ke tempat yang jauh sehingga menghabiskan waktu dan biaya. Sekarang sudah ada pabrik es di sini, ikan tetap segar, dan cold storage bisa dipakai menyimpan hasil tangkapan sebelum dijual sehingga kualitas dan harga ikan lebih baik," ujarnya.

Zulhas menegaskan, Kampung Nelayan Merah Putih dibangun sebagai ekosistem ekonomi pesisir yang terintegrasi. Dengan dukungan fasilitas seperti cold storage, pabrik es, bengkel nelayan, hingga pom nelayan, para nelayan diharapkan memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari hasil tangkapannya.

"Kemarin kita fokus meningkatkan kesejahteraan petani, sekarang saatnya memberi perhatian yang sama kepada nelayan. Fasilitas seperti cold storage, pabrik es, bengkel nelayan, hingga pom nelayan akan membantu nelayan bekerja lebih efisien dan meningkatkan kesejahteraan mereka," pungkas Zulhas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.