Dark/Light Mode

Pemerintah Gerak Cepat, 253 Ton Logistik Disalurkan ke NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 11:37 WIB
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengecek 65 ton bantuan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu sekitar pukul 04.00 WIB. (Foto : IG@sekretariat.kabinet)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengecek 65 ton bantuan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu sekitar pukul 04.00 WIB. (Foto : [email protected])

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah telah menyalurkan 253 ton bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga hari kelima pascabencana, Rabu (19/8/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, sebanyak 65 ton bantuan tambahan kembali dikirim menggunakan lima pesawat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu sekitar pukul 04.00 WIB.

“Atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, 19 Agustus 2026, jam 4 pagi kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT. Hari ini total membawa 65 ton logistik,” kata Teddy, dikutip dari akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Menurutnya, pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap sejak hari pertama pascabencana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Dengan tambahan 65 ton tersebut, total logistik yang telah dikirim pemerintah mencapai 253 ton.

Bantuan yang dikirim meliputi makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan lainnya.

Baca juga : Komut Pertamina Pastikan Stok BBM NTT Aman Pascagempa

Untuk mempercepat distribusi, pemerintah menyiapkan dua posko utama di Labuan Bajo dan Maumere. Dari Posko Labuan Bajo, bantuan disalurkan ke sejumlah wilayah, termasuk Manggarai dan Ngada.

Sementara itu, bantuan yang dikumpulkan di Posko Maumere didistribusikan ke Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Teddy menjelaskan, distribusi dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat. Jalur udara diperkuat dengan helikopter, pesawat Cassa, serta pesawat berukuran lebih kecil untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan.

Untuk jalur laut, tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut telah berada di wilayah terdampak. Satu kapal rumah sakit juga disiapkan untuk mendukung penanganan masyarakat.

"Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua,” ujar Teddy.

Baca juga : Kunjungi Manggarai Timur, Mendagri Pastikan Percepatan Pemulihan Pascagempa

Pemerintah, lanjutnya, terus memantau proses distribusi agar bantuan dapat diterima masyarakat dengan cepat. Teddy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.

“Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapa pun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasa manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak,” tuturnya.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT hingga Selasa (18/8/2026) pukul 09.00 Wita, sebanyak 69 orang meninggal dunia akibat gempa. Sebanyak 331 orang lainnya mengalami luka-luka dan 34.689 warga terpaksa mengungsi.

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 26 orang. Berikutnya Manggarai Timur 25 orang, Nagekeo delapan orang, Sikka empat orang, serta Manggarai Barat, Ende, dan Ngada masing-masing dua orang.

Gempa juga menyebabkan kerusakan pada puluhan ribu bangunan di Flores dan wilayah sekitarnya. BPBD NTT mencatat 19.297 rumah terdampak, dengan rincian 6.463 rumah rusak berat, 2.481 rusak sedang, dan 12.006 rusak ringan.

Baca juga : Soal Kenaikan Harga BBM, Seskab: Pertamax RI Termurah Di Dunia

Kerusakan turut terjadi pada fasilitas umum. Sebanyak 658 satuan pendidikan, 172 fasilitas pelayanan kesehatan, 172 rumah ibadah, 187 perkantoran, serta 89 fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Ngada, Nagekeo, dan Sumba Timur.

Sementara itu, pendataan terhadap warga yang masih mengungsi terus dilakukan. Hingga Selasa pagi, tercatat 34.689 orang mengungsi ke sejumlah lokasi yang dinilai lebih aman.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.