Dark/Light Mode

Masyarakat Diminta Tunda Pembukaan Lahan, Menhut: Bukan Musim Kering Biasa

Senin, 24 Agustus 2026 17:18 WIB
Foto: Kemenhut.
Foto: Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta masyarakat menunda pembukaan lahan (land clearing) dengan cara membakar di tengah kondisi cuaca yang dinilai sangat berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dia menegaskan, Indonesia saat ini menghadapi kondisi yang berbeda dari musim kering biasa karena fenomena El Nino yang sangat kuat.

“Saya kira kami pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sangat menghargai apa yang disebut sebagai kearifan lokal. Tidak ada niat sama sekali kita mengabaikan ya, atau tidak peduli dengan kearifan lokal. Namun mohon sekali ya, bahwa kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Ini bukan musim kering biasa, ini El Nino sangat kuat,” kata Raja Juli Antoni usai meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026).

Raja Juli meminta masyarakat menunda pembakaran lahan untuk membuka kebun selama kondisi cuaca masih berisiko tinggi. Menurutnya, El Nino yang sangat kuat membuat api sekecil apa pun berpotensi memicu karhutla.

Baca juga : Atasi Karhutla Kalimantan, Wamen LH Minta Swasta Bangun Sekat Kanal

“Oleh karena itu, minta pengertiannya kepada masyarakat ya, untuk tidak membakar lahan terlebih dahulu untuk melakukan land clearing untuk kebun-kebun ya,” imbaunya.

Dia mengingatkan, bahaya kebakaran tidak hanya berasal dari pembakaran lahan. Puntung rokok hingga obat nyamuk juga dapat menjadi sumber api yang berbahaya dalam kondisi kering seperti saat ini.

“Tapi fakta di lapangan ya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa api sekecil apa pun, bahkan puntung rokok, apa namanya, obat nyamuk ya, apalagi api unggun dan lain sebagainya itu sangat berbahaya pada masa sekarang ini,” katanya.

Raja Juli juga meminta para pejabat dan politisi di Pontianak, Kalimantan Barat, maupun daerah lainnya tidak mempolitisasi persoalan land clearing secara berlebihan.

Baca juga : Prabowo Rapat Soal Karhutla Di Hambalang, Menhut Raja Juli Tak Ikut

Menurutnya, pemerintah dan masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni mencegah karhutla agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

“Karena tujuan kita sebenarnya sama, kita ingin karhutla ini tidak mengakibatkan dampak negatif kepada masyarakat kita,” kata Raja Juli.

Dia menegaskan, kebijakan pemerintah dalam pengendalian karhutla tetap memperhatikan kearifan lokal.

“Sekali lagi bukan kita tidak peduli dengan kearifan lokal, kita sangat peduli kearifan lokal,” ingatnya. 

Baca juga : Asap Karhutla Kalimantan Berpotensi ke Negara Tetangga, BMKG Sebut Karena Angin

Raja Juli kembali mengajak masyarakat tidak melakukan land clearing dengan cara membakar selama kondisi cuaca masih berisiko tinggi.

“Oleh karena itu sekali lagi, hentikan politisasi, dan ayo ajak masyarakat kita untuk tidak melakukan land clearing ya pada masa sulit ini,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.