Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Stafsus Menag Bertemu Eks PM Turkiye, Bahas Visi Strategis Prabowo di Bidang Pendidikan
Selasa, 25 Agustus 2026 21:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penguatan kerja sama pendidikan menjadi salah satu fokus pertemuan Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Gugun Gumilar, dengan mantan Perdana Menteri Republik Turkiye, H.E. Binali Yıldırım, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Bersama delegasi, Binali Yıldırım melakukan kunjungan kehormatan dan berdiskusi mengenai berbagai gagasan strategis untuk memperkuat hubungan persahabatan Indonesia-Turkiye.
Khususnya melalui kerja sama pendidikan, kebudayaan, keagamaan, serta hubungan antarmasyarakat (people-to-people connection).
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Mr. Bülent Yıldırım, Mr. Ramazan Efe DİŞİAÇIK, dan Mr. Emin IŞIK.
Baca juga : Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT
Pertemuan ini sejalan dengan arah penguatan hubungan strategis Indonesia dan Turkiye yang terus dikembangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Republik Turkiye Recep Tayyip Erdoğan, termasuk di bidang pendidikan, kebudayaan, dan kerja sama antarlembaga.
Gugun mengatakan, Kementerian Agama RI memiliki perhatian besar terhadap penguatan kerja sama internasional, terutama dalam bidang pendidikan keagamaan, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan dialog antarbudaya dan antaragama.
“Gagasan strategis Presiden Prabowo dalam membangun hubungan yang lebih kuat dengan berbagai negara sahabat menjadi momentum penting untuk memperluas kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya melalui pendidikan dan pengembangan generasi muda,” ujar Gugun.
Dalam pertemuan itu, Gugun juga membahas peluang peningkatan kerja sama pendidikan, termasuk pengiriman lebih banyak pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di Turkiye.
Baca juga : Menag Buka Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Al-Quran
Kemudian, penguatan program beasiswa, kerja sama antarperguruan tinggi, serta peningkatan kapasitas guru, santri, dan lembaga pendidikan pesantren.
Saat ini, ribuan pelajar dan mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Turkiye.
Presiden Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa sekitar 5.000 pelajar Indonesia di Turkiye merupakan bagian penting dari hubungan kedua negara dan menjadi duta budaya Indonesia.
Selain pendidikan formal, kedua pihak membahas penguatan hubungan antarmasyarakat melalui pertukaran budaya dan pengetahuan.
Baca juga : Stafsus Menag Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keagamaan
Salah satu gagasan yang dibahas adalah menghadirkan Turkish Corner di Masjid Istiqlal sebagai ruang edukasi dan diplomasi budaya yang memperkenalkan sejarah, bahasa, serta kebudayaan Turkiye kepada masyarakat Indonesia.
“Hubungan Indonesia dan Turkiye tidak hanya dibangun melalui kerja sama pemerintah, tetapi juga melalui hubungan manusia, pendidikan, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan. Pelajar, guru, santri, dan komunitas keagamaan memiliki peran penting sebagai jembatan persahabatan kedua bangsa,” ucap Gugun.
Melalui pertemuan tersebut, Kementerian Agama RI berharap hubungan Indonesia-Turkiye semakin berkembang sebagai kemitraan yang berorientasi pada pendidikan, perdamaian, dan pembangunan masyarakat yang inklusif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya