Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Timnas Putri U-17: Dari Clairefontaine Prancis hingga Panggung Internasional
- KPK Ungkap Rektor Unsoed di-OTT di Jakarta
- Kasus Bappenda Kabupaten Bogor, KPK Sita Duit Rp 1,5 M
- KPK Usut Dugaan Pemotongan Upah Pungut di Bappenda Kabupaten Bogor
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Terima Wakil Ketua Dewan Federasi Rusia
Stafsus Menag Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keagamaan
Jumat, 21 Agustus 2026 20:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar menerima kunjungan kehormatan Senator sekaligus Deputy Chairman of the Federation Council Rusia, H.E. Ilyas Umakhanov, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas peluang memperkuat kerja sama Indonesia dan Rusia di bidang pendidikan dan keagamaan.
Sejumlah isu dibahas dalam pertemuan tersebut, antara lain pengembangan program beasiswa, riset dan kerja sama antaruniversitas, peningkatan kapasitas guru madrasah, serta penguatan harmoni antarumat beragama.
Baca juga : Prabowo–Putin dan Arah Baru Diplomasi Indonesia–Rusia
Gugun mengatakan, kerja sama pendidikan Indonesia-Rusia perlu diarahkan tidak hanya pada pertukaran akademik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa, pertukaran mahasiswa dan akademisi, penelitian bersama, serta penguatan jejaring institusi pendidikan kedua negara.
“Ini sejalan dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia dalam berbagai bidang strategis, termasuk pendidikan, riset, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia,” ujar Gugun.
Menurut Gugun, kerja sama tersebut juga dapat diperluas pada pengembangan madrasah dan pesantren, termasuk peningkatan kapasitas guru dan pendidik.
Baca juga : Ketua DPD Terima Kunjungan Senator Rusia
Selain itu, kedua negara dapat saling bertukar pengalaman dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada perdamaian, toleransi, dan kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mengelola keberagaman. Karena itu, kerja sama dengan Rusia tidak hanya berbicara mengenai pendidikan formal, tetapi juga bagaimana pendidikan dapat menjadi instrumen untuk memperkuat perdamaian, harmoni antarumat beragama, dan saling pengertian antarmasyarakat,” tuturnya.
Pertemuan di Masjid Istiqlal tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan Indonesia-Rusia yang dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang.
Baca juga : Prabowo Dorong Pendidikan Go International, Kemenag Gandeng Universitas AS
Pada 2026, kedua negara juga telah menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama strategis, termasuk di bidang pendidikan tinggi dan sains.
Gugun berharap, pembahasan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama generasi muda, pelajar, mahasiswa, guru madrasah, dan santri.
“Persahabatan antarnegara harus diterjemahkan menjadi kerja sama yang nyata dan dirasakan oleh masyarakat. Pendidikan adalah salah satu jembatan terbaik untuk membangun itu,” tutup Gugun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya